Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya


" Lalu apa yang terjadi?" Tanya Aleandro sambil menahan amarahnya.


" Adiknya yang bernama Rina marah karena kakaknya aku tampar membuatnya ingin membalasnya dengan menamparku juga tapi kak Kasandra menahan tangannya." Jawab Cantika.


"Sayang, bagaimana dengan tanganmu? apakah sekarang masih sakit?" Tanya Aska dengan nada kuatir sambil memegang tangan istrinya untuk melihat tangannya ada yang luka atau tidak.


" Tidak apa-apa sayang, aku sangat puas menampar mulut kotornya." Jawab dokter Kasandra.


" Lain kali hati-hati jika bertemu dengan mereka apalagi Kevin pria brengs*k itu." Ucap Nathan sambil menahan amarahnya membuat suasana terasa panas.


" Maafkan aku, gara-gara aku .... " Ucap Maya menggantungkan kalimatnya dengan mata berkaca-kaca.


Maya merasa tidak enak hati dengan keluarga besar suaminya dan air mata yang tadi ditahannya akhirnya tumpah juga membuat Nathan merasa bersalah karena tidak bisa menahan amarahnya di depan istrinya terlebih mengingat istrinya sedang hamil membuat Maya lebih sensitif. Nathan menghapus air mata istrinya kemudian memeluknya dengan lembut.


" Kamu tidak salah sayang, pria itu yang salah jadi kamu jangan merasa bersalah dan merasa tidak enak hati dengan keluargaku." Ucap Nathan sambil memeluk istrinya.


" Benar kata putraku Nathan, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga, jadi kamu jangan pernah merasa bersalah ataupun tidak enak dengan kami." Sambung daddy Thomas.


Maya pun berjalan menemani mommy Gloria yang sudah duduk di sofa di ruang keluarga, mereka berdua mengobrol hingga tidak terasa sudah hampir satu jam lebih bersamaan ke tujuh wanita cantik selesai memasak dan kedatangan ke 7 pria tampan daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert yang baru saja pulang dari kantor pujaan ke 5 wanita cantik tersebut yang terdiri dari mommy Gloria, Cantika, Claudia, Maya, Aurora, dokter Kasandra dan Cantika. Ke 6 wanita cantik menemani suaminya masing-masing di kamarnya sedangkan Quenby dan Aurora dua gadis yang belum menikah duduk di ruang keluarga.Yohanes hanya tersenyum melihat kekasihnya datang dan berkumpul dengan keluarga besarnya.Lima belas kemudian Mommy Gloria bersama suamimya daddy Thomas menuruni anak tangga menuju ruang makan di susul Aleandro bersama istrinya Cantika dan tidak berapa lama menyusul Maximus bersama istrinya Claudia.


" Yang lainnya pada kemana? Tanya daddy Thomas karena melihat baru yang duduk Aleandro bersama istrinya, Maximus bersama istrinya, Quenby dan Aurora kekasih Yohanes.


" Sebentar lagi juga datang dad." Jawab Aleandro.


Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama muncul Yohanes, dokter Kasandra bersama suamimya Aska dan terakhir menyusul Cantika bersama suaminya Robert. Tinggal menunggu kedatangan Nathan bersama istrinya yang bernama Maya. Setengah jam menunggu barulah Nathan datang bersama istrinya membuat orang tuanya dan saudara-saudaranya hanya bisa menggelengkan kepalanya kecuali Quenby, Yohanes dan Aurora karena hanya mereka bertiga yang belum menikah.


" Kakak mah kebiasaan selalu lama." Ucap Quenby dengan wajah di tekuk.


" Tahu nih kakak, kita lapar tahu." Sambung Yohanes


Nathan hanya tersenyum sedangkan Maya menunduk malu dan merasakan tidak enak dengan keluarga suaminya, membuat mommy Gloria yang melihatnya merasa tidak tega dengan menantunya akhirnya menyenggol lengan suaminya. Daddy Thomas yang mengerti kode istrinya langsung berdehem dan semuanya langsung diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Salah satu dari mereka memimpin doa setelah selesai berdoa mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Para wanita sebagian mencuci piring dan sebagian membersihkan meja makan kecuali mommy Gloria sedangkan para pria berjalan ke arah ruang keluarga. Selesai membersihkan dan mencuci piring mereka berjalan ke ruang keluarga.


" Kapan kalian akan menikah?" Tanya mommy Gloria pada Yohanes putranya nomer 7.


" Dua bulan lagi mom, kami akan menikah." Jawab Yohanes sambil memeluk Aurora kekasihnya yang sangat dicintainya.


" Iya dad." Jawab Maya.


" Sayang, kenapa sayangku tidak hubungi aku?" Tanya Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.


' Sudah ada saudara-saudaraku yang melindungiku karena itu aku tidak menghubungi suamiku apalagi aku tidak ingin mengganggu suamiku yang sedang berkerja." Jawab Maya sambil membalas pelukan suamiku


" Benar kata kak Maya, ada kami yang menjaga kak Maya jadi kakak tenang saja." Ucap dokter Kasandra.


' Iya betul, tadi saja aku menampar mulut kotor Rena." Ucap Cantika putri bungsu


" Sayang, bagaimana dengan tanganmu? apakah sekarang masih sakit?" Tanya Robert dengan nada kuatir sambil memegang tangan istrinya untuk melihat tangannya ada yang luka atau tidak.


" Tidak apa-apa sayang, aku sangat puas menampar mulut kotornya." Jawab Cantika.


" Lalu apa yang terjadi?" Tanya Aleandro sambil menahan amarahnya.


" Adiknya yang bernama Rina marah karena kakaknya aku tampar membuatnya ingin membalasnya dengan menamparku juga tapi kak Kasandra menahan tangannya." Jawab Cantika.


"Sayang, bagaimana dengan tanganmu? apakah sekarang masih sakit?" Tanya Aska dengan nada kuatir sambil memegang tangan istrinya untuk melihat tangannya ada yang luka atau tidak.


" Tidak apa-apa sayang, aku sangat puas menampar mulut kotornya." Jawab dokter Kasandra.


" Lain kali hati-hati jika bertemu dengan mereka apalagi Kevin pria brengs*k itu." Ucap Nathan sambil menahan amarahnya membuat suasana terasa panas.


" Maafkan aku, gara-gara aku .... " Ucap Maya menggantungkan kalimatnya dengan mata berkaca-kaca.


Maya merasa tidak enak hati dengan keluarga besar suaminya dan air mata yang tadi ditahannya akhirnya tumpah juga membuat Nathan merasa bersalah karena tidak bisa menahan amarahnya di depan istrinya terlebih mengingat istrinya sedang hamil membuat Maya lebih sensitif. Nathan menghapus air mata istrinya kemudian memeluknya dengan lembut.


" Kamu tidak salah sayang, pria itu yang salah jadi kamu jangan merasa bersalah dan merasa tidak enak hati dengan keluargaku." Ucap Nathan sambil memeluk istrinya.


" Benar kata putraku Nathan, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga, jadi kamu jangan pernah merasa bersalah ataupun tidak enak dengan kami." Sambung daddy Thomas.