
" Sayang," panggil Maya ketika merasakan tubuh suaminya terasa berat.
Hening
Hening
" Sayang, jangan membuatku takut," ucap Maya dengan nada kuatir.
Hening
Hening
Maya perlahan mendorong tubuh suaminya dan matanya membulat sempurna ternyata suaminya tidak sadarkan diri dan nyaris terjatuh jika saja Maya tidak buru - buru memeluknya dengan erat.
Maya menahan tubuh suaminya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya mencari ponsel milik suaminya yang di simpan saku jasnya sambil berusaha menahan rasa perih pada bagian di bawah perutnya bekas jahitan caesar setelah ketemu Maya mencari nomer kontak daddy Thomas setelah ketemu Maya menekan nomer telepon daddy Thomas, panggilan pertama langsung di angkat oleh daddy Thomas.
Daddy Thomas : Ada apa Nathan?
Maya : Daddy ini Maya, kak Nathan pingsan dad di ruangan khusus bayi
Daddy Thomas : Baik, kami akan ke sana
Aleandro : Ada apa dad?
Daddy Thomas : Adikmu Nathan pingsan di ruangan khusus bayi.
Aleandro : Apa? ayo dad kita ke sana
Maximus : Aku ikut
Yohanes : Aku juga ikut
Maya yang mendengar percakapan ke tiga anak kembarnya langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Maya masih menahan rasa perih pada bagian perutnya namun makin lama makin terasa sakit dan perih secara bersamaan tapi Maya berusaha bertahan karena dirinya tidak mungkin mendorong tubuh suaminya. Dirinya hanya berharap keluarga suaminya datang untuk membantu mengangkat tubuh Nathan hingga dirinya mendengar suara pintu terbuka.
Ceklek
Yohanes membuka pintu dengan lebar kemudian daddy Thomas, Aleandro, Maximus masuk ke dalam ruangan khusus bayi dengan diikuti oleh Yohanes. Mereka berempat berjalan ke arah Maya dengan langkah cepat kemudian daddy Thomas, Aleandro, Maximus dan Yohanes membopong tubuh Nathan sedangkan pandangan Maya sudah mulai mengabur.
" Daddy," panggil Maya lirih sambil mencari tangan daddy Thomas.
" Baik dad," jawab ke tiganya serempak.
Grep
Daddy Thomas, Aleandro, Maximus dan Yohanes yang mempunyai telinga tajam langsung memalingkan wajahnya dan melihat tangan Maya seperti ingin menggapai sesuatu membuat daddy Thomas berjalan ke arah Maya kemudian menahan tubuh Maya.
" Ada apa Maya?" tanya daddy Thomas yang merasakan tubuh Maya mulai terasa berat.
" Daddy kepalaku pu...." ucap Maya menggantungkan kalimatnya bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.
" Maya," panggil daddy Thomas.
Daddy Thomas menggendong tubuh maya ala bridal style dan matanya langsung membulat sempurna melihat pakaian Maya ada noda darah di bagian perutnya.
Mereka berempat berjalan ke arah pintu bersamaan pintu ruang perawatan di buka dan masuk lima perawat yang mengurus ke lima anak kembar Nathan.
Ke lima perawat tersebut memang sengaja di suruh keluar oleh mommy Gloria karena dirinya ingin memberikan kejutan untuk putranya yang bernama Nathan namun ketika daddy Thomas mendapatkan telepon dari menantunya yang bernama Maya membuat Mommy Gloria memerintahkan ke lima perawat untuk kembali ke ruangan khusus bayi untuk mengurus kembali ke lima anak Maya dengan Nathan.
Kini Maya dan Nathan di ruang perawatan VVIP yang sama dan masing - masing tangan kirinya di infus setelah mendapatkan perawatan dari dokter di ruang UGD.
Tidak berapa lama Maya dan Nathan membuka matanya sambil memijat keningnya, Maya melihat mommy Gloria sedang berdiri menatap dirinya sedangkan Nathan melihat daddy Thomas sedang menatap dirinya.
" Mommy, kak Nathan mana?" tanya Maya dengan nada lirih.
Mommy Gloria mengangkat jari telunjuknya ke arah mulutnya seakan mengatakan untuk diam membuat Maya bingung tapi Maya tetap patuh untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
" Daddy, Maya kemana?" tanya Nathan sambil berusaha bangun namun daddy Thomas menahannya.
" Daddy, Nathan tidak mimpi kan kalau Maya masih hidup? Karena Nathan tidak bisa hidup tanpa Maya," ucap Nathan dengan mata berkaca - kaca.
Hening
Hening
" Daddy kenapa diam saja? Hiks... Hiks... Maya masih hidup kan dad?" tanya Nathan sambil terisak dan berusaha untuk bangun namun lagi - lagi daddy Thomas menahan tubuh Nathan.