Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ide


"Apa itu mom?" tanya daddy Alvonso sambil memegang tangan mommy Laras kemudian meletakkan di pipi daddy Alvonso.


"Daddy jangan lagi memasukkan obat perang sang di dalam minuman, karena mommy capek dad mungkin mommy sudah tua jadi cepat lelah kalau melakukan berulang kali," ucap mommy Laras.


"Daddy janji tidak akan melakukan itu lagi asalkan mommy kuat dan menemani daddy di masa tua daddy karena daddy tidak sanggup kehilangan mommy," ucap daddy Alvonso.


"Maaf paman, biar aku yang mengambil peluru yang berada di punggung tante Laras," ucap dokter Kasandra dengan membawa peralatan dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk istriku," ucap daddy Alvonso.


"Kalau begitu semuanya keluar kecuali Jessica aku minta tolong siapkan air hangat untuk tante Laras," ucap dokter Kasandra.


"Aku juga dokter, aku akan ikut membantu menolong mommy," ucap dokter Amelia istri Alvian anak ke dua dari daddy Alvonso dengan mommy Laras.


"Oh ya golongan darah tante Laras apa?" tanya Jessica.


"Golongan darahnya A+," jawab daddy Alvonso.


"Kebetulan golongan darahku A+ berarti ambil darahku saja," ucap Jessica.


"Ok, kalau begitu kita bertiga di ruangan ini yang lainnya di mohon keluar," pinta dokter Kasandra.


Tanpa menjawab mereka langsung keluar dari ruangan tersebut, dokter Amelia mengambil darah milik Jessica hingga menghasilkan satu kantong untuk digunakan mommy Laras yang kekurangan darah.


Kemudian dokter Kasandra mulai mengambil peluru yang bersarang di punggung mommy Laras dengan di bantu dokter Amelia dan Jessica.


Tidak berapa lama pintu ruangan terbuka membuat ke tiga wanita tersebut memalingkan wajahnya ke arah samping ternyata yang datang Katarina.


Katarina masuk ke dalam kamar dan berjalan ke arah mommy Laras yang masih berbaring kemudian mengeluarkan botol yang berisi obat mereka berempat saling membantu agar mommy Laras selamat.


"Akhirnya selesai juga," ucap mereka berempat serempak.


Bruk                    Bruk             Bruk


Dokter Kasandra, Jessica dan dokter Amelia langsung ambruk di samping ranjang mommy Laras karena tubuh mereka sangat lelah terlebih mereka belum sempat sarapan membuat mommy Laras tidak tega dan merasa bersalah karena gara - gara sifat usil suaminya tubuh mereka tidak bertenaga seperti dirinya.


"Maafkan mommy gara - gara sifat usil daddy tubuh kalian jadi lelah," ucap mommy Laras.


"Tidak apa - apa mommy, daddy memang dari dulu sukanya usil," ucap dokter Amelia yang memang sering kena usil ketika ada salah satu anggota keluarga besar daddy Alvonso melaksanakan acara pernikahan.


"Tidak apa - apa oma, tubuhku terasa tidak bertulang dan di tambah belum sarapan," sambung Jessica.


"Sama aku juga," jawab mereka serempak kecuali Katarina.


"Makanya aku tidak datang ke acara pernikahan keluarga karena opa sering usil setiap ada acara pesta pernikahan," ucap Katarina.


"Mommy merasa daddy pasti suatu saat mengulangi hal yang sama jadi mommy ada ide supaya daddy tidak melakukan lagi," ucap mommy Laras.


"Apa itu mommy?" tanya dokter Amelia penasaran.


"Apa itu tante?" tanya dokter Kasandra bersamaan.


""Apa itu oma?" tanya Katarina dan Jessica serempak.


Mommy Laras menceritakan ide jahilnya agar suaminya tidak mengulangi memberikan obat perang sang yang diberikan ke anggota keluarga besarnya dan juga ke para sahabatnya.


Dokter Amelia, dokter Kasandra, Katarina dan Jessica yang mendengarkan usulan mommy Laras tersenyum devil dan setuju dengan usulan mommy Laras.


"Katarina aku sangat lapar dan tidak bertenaga, tolong ambilkan aku makanan," pinta dokter Amelia pada ponakannya.


"Aku juga sama," sambung dokter Kasandra dan Jessica serempak karena hanya Katarina yang tubuhnya fit tidak seperti mereka.


"Baik, aku akan keluar," jawab Katarina sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


"Kalian bertiga berbaring bersama mommy kebetulan ranjangnya sangat luas," ucap mommy Laras.


"Baik mommy," jawab dokter Amelia sambil berbaring di ranjang.


"Baik," jawab dokter Kasandra dan Jessica serempak sambil ikut berbaring di ranjang.


Ceklek


Katarina membuka pintu dan melihat daddy Alvonso menatap Katarina dengan penuh harap kalau istrinya baik - baik saja karena dirinya tidak sanggup jika di tinggal oleh istri yang sangat dicintainya.


"Katarina bagaimana dengan oma Laras?" tanya daddy Alvonso.