Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kalau kekasih?


" Bukan, memasukkannya dari mulut ke mulut agar obat tersebut masuk sepenuhnya ke dalam tubuh Jessica," ucap Katarina menjelaskannya.


Glek


( " Aduh ini saja adik kecilku dari tadi meronta - ronta ingin keluar gara - gara melihat dua gunung kembar milik Jessica dan sekarang di tambah memasukkan obat lewat bibir Jessica," ucap Jimmy dalam hati sambil menelan salivanya dengan kasar ).


" Bagaimana Jimmy, apakah kamu bersedia? Tante tidak mungkin menyuruh suami tante atau kak Nathan yaitu daddy mu karena jika kak Maya atau mommy mu tahu pasti telinga tante di jewer," ucap Katarina


" Kalau Jimmy tidak mau biar daddy menyuruh perawat laki - laki yang melakukannya," sambung daddy Nathan usil.


" Jangan, biar Jimmy yang melakukannya," jawab Jimmy dengan cepat karena dirinya tidak rela bibir Jessica di cium oleh pria lain.


" Baiklah, ini obatnya dan botol air mineralnya." ucap Jessica sambil memberikan botol obat dan botol mineralnya.


" Baik tante, terima kasih," jawab Jimmy sambil menerima botol tersebut.


" Honey," panggil Katarina


" Ada apa sayang?" tanya Mikael


" Tubuhku lemas honey tolong baringkan tubuhku di ruang perawatan yang berada di sebelah kamar Jessica," pinta Katarina.


" Ok," jawab Mikael singkat


Mikael menggendong Katarina ala bridal style kemudian pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan daddy Nathan yang melihat Mikael dan Katarina pergi ikut pergi meninggalkan Jimmy dan Jessica.


Jimmy yang melihat semuanya sudah pergi hanya tinggal dirinya dan Jessica langsung memasukkan air mineral ke dalam mulutnya dan berlanjut memasukkan obatnya ke dalam mulutnya kemudian membuka mulut Jessica.


Jimmy mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica kemudian memasukkan obatnya dari mulut ke mulut hingga semuanya masuk ke dalam mulut Jessica, Jimmy  kembali memasukan air ke dalam mulutnya kemudian kembali memasukkannya ke dalam mulut Jessica hingga habis.


Entah kenapa Jimmy merasa kecanduan dengan bibir Jessica membuat Jimmy mencium bibir Jessica kembali kemudian me lu mat nya sambil salah satu tangannya di masukkan ke dalam pakaian Jessica dan memainkan salah satu gunung himalaya hingga tidak berapa lama Jessica menggerakkan tubuhnya secara perlahan.


Jimmy yang merasakan ada pergerakan membuat Jimmy tersadar dan langsung berdiri dengan tegak bersamaan menarik tangannya yang memainkan salah satu gunung Jessica.


( " *Si*l kenapa aku jadi mesum seperti ini," umpat Jimmy sambil menatap tangannya yang baru saja memainkan salah satu gunung Jessica kemudian memandangi wajah Jessica yang masih setia memejamkan matanya* ).


" Perasaan tadi bergerak tapi kenapa sekarang tidur lagi?" tanya Jimmy dengan bingung.


Ceklek


Daddy Nathan membuka pintu dan melihat Jimmy sedang memandangi Jessica membuat daddy Nathan tersenyum karena putranya mulai ada perasaan suka dengan Jessica.


Daddy Nathan berjalan ke arah Jimmy sedangkan Jimmy tahu kalau daddynya sedang berjalan ke arahnya membuat Jimmy membalikkan badannya dan menatap ke daddy Nathan.


" Apakah kamu menyukai dokter Jessica?" tanya daddy Nathan tanpa basa basi.


" Kenapa daddy tanya seperti itu?" tanya Jimmy dengan nada bingung


" Jangan dad, Jimmy sangat menyukai Jessica tapi apakah Jessica juga menyukai Jimmy?" tanya Jimmy


" Coba tanya sama Jessica, apakah Jessica suka sama kamu atau tidak," jawab daddy Nathan.


" Jimmy malu dad," jawab Jimmy


" Malu kenapa?" tanya daddy Nathan


" Malu kalau ternyata Jessica sudah mempunyai kekasih dan tidak menyukai Jimmy," jawab Jimmy


" Aduh Jimmy, kamu kan laki - laki dan sangat tampan mirip daddy kalau Jessica menolak masih banyak gadis lain yang antri," ucap daddy Nathan


" Memang benar dad tapi perasaan suka tidak bisa dihilangkan begitu saja dengan mencari penggantinya," ucap Jimmy


" Kalau begitu berjuanglah pasti kamu bisa," ucap daddy Nathan


" Baik dad," jawab Jimmy


" Apakah ada yang sakit?" tanya daddy Nathan sambil menatap ke arah Jessica


" Aku..." ucapan Jimmy terpotong oleh seseorang yang sangat familiar di telinganya.


" Tubuhku masih lemas tuan," jawab Jessica


Deg


Jantung Jimmy berdetak kencang kemudian menatap kesal ke arah daddy Nathan sedangkan daddy Nathan hanya tersenyum menyeringai membuat Jimmy semakin bertambah kesal lalu membalikkan badannya dan menatap Jessica yang juga menatap dirinya sambil tersenyum membuat Jimmy salah tingkah.


" Panggil lah daddy, sama seperti anak - anak memanggilku dengan sebutan daddy," ucap daddy Nathan


" Tapi..." ucapan Jessica terpotong oleh daddy Nathan


" Oh ya, apakah kamu sudah menikah?" tanya daddy Nathan mengalihkan pembicaraan tanpa basa basi.


" Belum, memang kenapa tuan?" tanya Jessica dengan wajah bingung.


" Jangan panggil tuan, panggil daddy karena daddy tidak suka penolakan," perintah daddy Nathan dengan tegas.


" Baik dad," jawab Jessica pasrah


" Oh ya, apakah kamu sudah bertunangan?" tanya daddy Nathan yang tidak suka berbasa-basi.


" Belum dad," jawab Jessica yang sudah mengerti arah pembicaraan


" Kalau kekasih?" tanya daddy Nathan lagi