Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sela dan Seli


" Bagaimana kalau kamu yang dijodohkan oleh salah satu anggota keluarga besar opa Alvonso?" tanya Sela.


" Tapi kan kak aku belum ingin menikah apalagi aku ingin menikah dengan pria yang aku cintai," ucap Seli


" Dari pada nanti Cintya memintamu menjadi mommy yang ke sekian memang kamu mau di cap sebagai pelakor? kalau kamu bertunangan dengan salah satu anggota keluarga besar Alvonso kamu tidak di minta menjadi mommynya Cintya," ucap Sela


" Kenapa tidak kakak saja yang dijodohkan?" tanya Seli


" Kakak belum ada keinginan untuk menikah dan kakak juga tidak ada anak kecil yang menjodohkan kakak dengan daddynya," ucap Sela.


" Mungkin Cintya hanya bercanda dengan mengatakan aku jadi mommynya," ucap Seli


" Tapi pria itu mengenalkan ke relasi bisnisnya kalau kamu istrinya," ucap Sela.


Seli menghembuskan nafasnya dengan berat sambil menyandarkan tubuhnya kemudian memandang langit - langit kamar begitu pula dengan Sela, mereka masing - masing sibuk dengan pikiran masing - masing.


" Seli, kakak ada ide," ucap Sela setelah beberapa saat terdiam.


" Ide apa kak?" tanya Seli sambil duduk dengan tegap begitu pula dengan Sela sambil saling menatap satu sama lain.


" Kamu terima perjodohan dulu, kan tidak mungkin langsung menikah pasti tunangan terlebih dahulu nah dalam masa pertunangan masing - masing belajar untuk mengenal sifat masing - masing pasangan. Kalau kamu tidak merasa cocok tinggal bilang sama mommy dan daddy pasti mommy dan daddy bakalan setuju dan tentu saja pertunangan kalian bakalan batal selain itu juga Cintya serta daddynya tidak memintamu untuk menikah karena kamu sudah bertunangan dengan orang lain walau sebenarnya pertunangan kalian sudah batal," ucap Sela menjelaskan.


" Ide kakak sangat bagus, aku setuju," jawab Seli


" Ok, kalau begitu kita ke ruang keluarga," ucap Sela.


Sela dan Seli langsung turun dari sofa dan berjalan ke luar dari kamarnya menuju ke ruang keluarga di mana mommy Maya dan daddy Nathan masih mengobrol.


Sampai di ruang keluarga ke dua gadis cantik sekaligus kembar identik yang sulit dibedakan hanya ke dua orang tuanya dan keluarga besarnya yang tahu perbedaan mereka berdua. Mereka duduk di sofa saling berhadapan dengan ke dua orang tuanya yang hanya di batasi oleh meja.


" Siapa yang menerima perjodohan Sela atau Seli?" tanya daddy Nathan tanpa basa basi


" Daddy kok yakin kalau di antara anak kembar kita setuju dengan perjodohan ini?" tanya mommy Maya.


" Daddy yakin kalau di antara anak kita pasti setuju," ucap daddy Nathan.


" Sela dan Seli sayang, jika kalian merasa keberatan mommy dan daddy tidak akan memaksa." ucap mommy Maya yang tidak ingin memaksa ke dua putri kesayangannya.


" Sebelum Seli menjawab bolehkan Seli bertanya terlebih dahulu?" tanya Seli


" Tanya apa sayang?" tanya mommy Maya.


" Dalam perjodohan itu apakah kami bertunangan dulu atau langsung menikah?" tanya Seli untuk memastikan lagi.


" Tentu saja bertunangan terlebih dahulu agar kalian saling mengenal satu dengan yang lainnya dan mengenal sifat masing - masing," jawab mommy Maya.


" Kalau ternyata dalam perjodohan kami sudah mengenal satu sama lain dan ternyata Seli tidak cocok apakah Seli boleh membatalkan pertunangan?" tanya Seli.


Mommy Maya dan daddy Nathan saling memandang seakan mengatakan bagaimana apakah setuju dengan perkataan Seli putri bungsunya atau tidak setuju.