
Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi menuju ke araf khusus CEO dengan di ikuti oleh anak - anak dan menantunya.
Tanpa sepengatahuan mereka sejak tadi sepasang mata menatap ke arah Nathan dengan tatapan kebencian dan membunuh.
Di tempat berbeda Juminten dan Paijo yang sedang berjalan ke luar dari perusahaan tiba - tiba di tangkap oleh empat pria seragam hitam - hitam.
Juminten dan Paijo berusaha melawan tapi tenaganya kalah jauh membuat Juminten dan Paijo akhirnya pasrah kemudian di bawa ke suatu tempat.
Singkat cerita kini Juminten dan Paijo berdiri dan masing - masing tangan kanan dan kiri di pegang oleh 4 pria berseragam hitam - hitam, dua puluh lima menit kemudian datang tiga pria tampan siapa lagi kalau bukan Aleandro, Maximus, Nathan dan Yohanes, mereka menatap tajam ke arah Juminten dan Paijo.
" Tuan,?" tanya Juminten dan Paijo serempak dengan wajah terkejut.
" Kenapa? terkejut?" tanya Nathan dengan wajah sinis.
" Aku akan katakan dengan jujur, mengenai cctv di mana Paijo mem per ko sa anak tirinya adalah benar adanya tapi mengenai kema tian tragis yang masuk ke jurang adalah bohong karena yang benar adalah anak kalian masih berada di sini, apakah kalian ingin menemuinya?" tanya Aleandro.
" Dasar kurang a jar ternyata kalian memang pen jahat,!!" teriak Juminten sambil menatap tajam ke arah mereka.
" Bina tang mana yang belum di kasih makan?" tanya Aleandro yang tidak memperdulikan teriakan Juminten yang memaki dirinya.
" Bina tang buaya dan beruang," jawab Alvonso.
" Maximus dan Yohanes, ayo kita bawa Paijo ke kandang beruang sedangkan Nathan bawa Juminten ke kandang buaya," ucap Aleandro.
" Baik kak," jawab mereka patuh.
bruk
bruk
Alvonso. Alvian, Arlan dan Dennis mendorong Juminten dan Paijo ke lantai membuat mereka terjatuh dan langsung di tarik tangannya oleh Aleandro, Maximus, Nathan dan Yohanes membuat Juminten dan Paijo terpaksa mengikuti mereka.
" Tuan Paijo lihat di bawah itu apa?" tanya Aleandro sambil mendekatkan tubuh Paijo pada pembatas pagar besi agar bisa melihat ke arah bawah.
Paijo melihat ke arah bawah di mana sepasang beruang sedang menatapnya dengan tatapan lapar membuat tubuh Paijo gemetaran.
" Apa permintaan terakhirmu?" tanya Maximus.
" Maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama jadi permintaan terakhirku adalah aku ingin bebas," jawab Paijo.
" Akhhhhhhhh..." Teriak Paijo
Paijo yang ingin berontak tidak bisa karena tenaganya kalah jauh dengan Aleandro, Maximus dan Nathan, tanpa menunggu lama tubuh Paijo yang terjatuh langsung di sambut oleh sepasang beruang yang sudah sangat lapar. Suara teriakan kesakitan menggema di ruangan itu dan tidak berapa lama suara kesakitan sudah tidak ada lagi tanda kalau Paijo sudah ma ti. Juminten yang mendengar jerit kesakitan membuat tubuhnya gemetar dan menangis memohon ampun terhadap Nathan.
" Aku mohon ampuni aku, aku masih ingin hidup," mohon Juminten.
" Sayang sekali sudah terlambat," jawab Nathan dengan nada dingin
Duag
Nathan membuka pembatas pagar kemudian mendorong Juminten ke depan lalu menendang bo kong Juminten hingga masuk ke dalam lubang yang berisi buaya. Juminten berusaha berlari dengan kencang dari kejaran sepasang buaya yang sangat lapar sambil berteriak ketakutan.
Tidak membutuhkan waktu lama sepasang buaya itupun berhasil menerkam Juminten. Suara teriakan kesakitan membuat Nathan tersenyum sinis dan tidak berapa lama suara teriakan kesakitan menghilang tanda kalau Juminten ma ti di terkam sepasang buaya yang saling berebutan hingga tubuh Juminten tercabik - cabik sama seperti tubuh Paijo.
" Kematian Paijo dan Juminten berakhir sangat tragis," ucap Nathan ketika ke tiga saudara kembarnya datang,
" Ya benar, sekarang kita kembali ke kantor," ucap Aleandro.
" Ok," jawab ke tiganya serempak
Mereka pun pergi meninggalkan markas milik keluarga daddy Alvonso namun sebelumnya mereka berpamitan dengan tuan rumah. Yohanes mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah perusahaan milik Nathan dan Yohanes untuk melaporkan ke daddy Thomas.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Episode selanjutnya tentang kelahiran Maya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :