Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
5 Pria Berseragam Hitam


"Apa yang kamu katakan sangat benar, opa baru sadar sekarang dan mulai sekarang dan seterusnya opa berjanji tidak akan melakukan itu lagi," ucap daddy Alvonso.


"Syukurlah opa baru sadar, oh ya sebenarnya apa yang terjadi opa? Kenapa oma bisa tertembak?" tanya Katarina penasaran.


"Sebenarnya tembakan itu mengarah ke opa tapi oma  menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya," jawab daddy Alvonso.


"Apakah opa mempunyai musuh?" tanya Katarina.


"Opa kan pensiun jadi mafia dan juga pensiun menjadi CEO jadi mana mungkin opa punya musuh," ucap daddy Alvonso sambil berfikir.


"Iya juga sih, kira - kira siapa musuh kita kali ini ya?" tanya Katarina sambil ikut berfikir.


Krucuk             Krucuk             Krucuk


Krucuk             Krucuk             Krucuk


Krucuk             Krucuk             Krucuk


Krucuk             Krucuk             Krucuk


Tiba - tiba terdengar suara  perut yang sedang berdemo secara serempak dari perut mommy Laras, dokter Amelia, dokter Kasandra dan Jessica membuat  daddy Alvonso dan Katarina serempak kaget karena bunyinya bersamaan.


"Astoge," ucap daddy Alvonso dan Katarina serempak.


"Daddy lapar," ucap mommy Laras dengan nada lirih sambil memalingkan wajahnya ke arah suami yang sangat dicintainya.


"Sebentar ya mom," ucap daddy Alvonso sambil mengusap pipi istrinya dengan lembut.


Daddy Alvonso turun dari ranjang dan melangkahkan ke dua kakinya ke arah pintu sedangkan mommy Laras, dokter Amelia, dokter Kasandra, Katarina dan Jessica mengangkat jempolnya tanda rencana mommy Laras berhasil.


Ceklek


Daddy Alvonso membuka pintu kamarnya dan melihat Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, mommy Maya istri Nathan dan Aurora istri Yohanes datang sambil membawa dua troli yang berisi berbagai macam makanan dan minuman.


"Masuklah, tolong jaga tante Laras," pinta daddy Alvonso.


"Paman mau melihat apakah sudah tertangkap atau belum orang yang ingin menembak paman tapi yang terkena tante Laras," jawab daddy Alvonso dengan wajah dingin dan datar.


"Baik paman," jawab mereka serempak.


Daddy Alvonso berjalan ke arah lift dan menekan tanda lift namun tiba - tiba terdengar suara teriakan Max sambil berlari dengan cepat ke arah daddy Alvonso.


"Daddy, jangan masuk ke dalam lift!!!" teriak Max.


"Ada apa Max?" tanya daddy Alvonso yang semula ingin masuk ke dalam kotak persegi menjadi batal dan menatap ke arah Max dengan wajah bingung.


Tanpa menjawab Max menarik tangan daddy Alvonso agar menjauh dari pintu lift sebelum daddy Alvonso protes terdengar suara ledakkan dahsyat dari lift membuat daddy Alvonso dan Max langsung jatuh berguling - guling.


Duarr


Duarr


Suara ledakan tersebut sangat kuat membuat penghuni hotel terkejut termasuk para wanita yang tadi sempat makan terpaksa menghentikannya.


"Oma dan yang lainnya diam di sini, aku akan melihat apa yang terjadi," ucap Katarina sambil mengeluarkan kartu domino dan berjalan ke arah pintu.


"Mommy akan menelepon Delon dan Lemos dulu," ucap mommy Maya sambil mengambil ponselnya yang berada di meja dekat ranjang.


"Lebih baik kita makan dulu agar kita ada energi," ucap mommy Laras.


"Baik oma," jawab mereka serempak.


Mereka pun langsung makan bersama dengan cepat kecuali mommy Maya karena sedang menelepon ke dua putranya secara bergantian sedangkan Katarina keluar dari kamar tersebut dan melihat pintu lift rusak parah dan melihat daddy Alvonso dan Max terbaring di lantai.


"Opa, paman," ucap Katarina sambil berjalan ke arah daddy Alvonso dan Max.


Katarina tidak sengaja mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya membuat Katarina melirik ke arah suara tersebut dan melihat lima orang pria berseragam hitam - hitam  sambil membawa pistol dan diarahkan ke Katarina.


"Siapa kalian?" tanya Katarina sambil bersiap mengarahkan empat kartu domino ke arah mereka.