
" Aleandro, Maximus bantu gendong Fico." Perintah mommy Gloria ketika melihat ke dua putra kembarnya hanya menatap Fico dengan kesal.
Aleandro dan Maximus yang tidak bisa menolak permintaan mommy Gloria akhirnya menggendong Fico dan di bawa ke ruangan UGD sedangkan yang lainnya masih berada di ruangan praktek milik dokter Kasandra.
" Daddy juga di rumah sakit ini pasti ada mata-mata, Yohanes dan Robert kalian cek cctv ruang tempat perawatan Fico dan ruangan ICU tempat Nathan kalau ada yang dicurigai tangkap mereka dan bawa ke markas." Perintah daddy Thomas sambil mengambil ponselnya di saku jasnya.
" Baik dad." Jawab Yohanes dan Robert serempak.
Yohanes dan Robert keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mommy Gloria dan daddy Thomas sedangkan daddy Thomas menghubungi seseorang untuk datang bersama istrinya setelah selesai daddy Thomas menghubungi orang lain lagi dengan permintaan yang sama. Mommy Gloria hanya diam sambil menunggu suaminya selesai menghubungi ke dua sahabatnya setelah selesai daddy Thomas menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
"Daddy curiga ada mata-mata di sini?" Tebak mommy Gloria.
" Iya daddy curiga karena itulah daddy meminta Markus dan Hendrik berserta istrinya untuk datang ke sini." Jawab daddy Thomas.
" Mommy juga merasa ada mata-mata karena Kevin bisa tahu kalau Fico mengkhianatinya." Jawab mommy Gloria.
" Karena itulah daddy meminta bantuan ke dua sahabat daddy." Jawab daddy Thomas.
" Semoga saja Kevin tertangkap karena mommy merasa Kevin tidak pernah menyadari akan kesalahannya, oh ya mommy ingin melihat Nathan dan Maya dulu, daddy mau ikut?" Tanya mommy Gloria.
" Tidak mom, daddy mau menunggu sahabat daddy nanti Goreti dan Melani akan menemani mommy." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab mommy Gloria sambil berjalan ke arah pintu.
" Daddy, ingat pesan mommy jangan sakiti Fico karena mommy yakin kalau Fico menyadari akan kesalahan." Pinta mommy Gloria sambil membuka pintu ruangan praktek dokter Kasandra.
" Tapi daddy tidak setuju jika Quenby dan Fico menjadi pasangan kekasih karena sifat Fico yang suka menyiksa dan membunuh orang di tambah dia mempunyai kelainan." Ucap daddy Thomas dengan tegas.
" Kelainan apa dad?" Tanya mommy Gloria sambil menutup pintunya dengan rapat kemudian membalikkan badannya menatap suaminya dengan tatapan bingung.
" Sebelum melakukan hubungan suami istri Fico menyiksa terlebih dahulu pasangannya baru melakukan hubungan suami istri." Jawab daddy Thomas menjelaskan ke istrinya kenapa dirinya tidak setuju.
" Manusia bisa berubah dad, Fico sejak kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya dan mendapatkan perlakuan kejam ibu tirinya di tambah dirinya pernah dikhianati kekasihnya hingga nyaris Fico meninggal mungkin karena itulah sifat Fico seperti itu. Mommy berharap putri kita bisa merubah sifat Fico dan Fico juga bisa merubah sifat jeleknya, mommy yakin sifat jeleknya Fico bisa berubah menjadi baik dengan kehadiran putri kita." Ucap mommy Gloria.
" Tunggu mommy tahu darimana semua informasi tentang Fico?" Tanya daddy Thomas.
" Teman sosialita mommy namanya Laras Taylor seorang IT." Jawab mommy Gloria.
" Sepertinya nama Taylor tidak asing di telinga daddy." Jawab daddy Thomas
" Nama suaminya Alvonso Taylor, pasti daddy kenal." Ucap mommy Gloria.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Alvonso dan Laras bisa membaca novelku dengan judul Cinta Satu Malam Bersama Mafia.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Pantas saja tidak asing dengan nama Taylor, tuan Alvonso Taylor adalah rekan bisnis daddy sejak lama dan kini di urus oleh anak-anak mereka. Pasti mommy masih ingatkan waktu anak-anak mereka menikah kita datang ke acara mereka begitu pula sebaliknya." Jawab daddy Thomas.
" Mommy masih ingat dad." Jawab mommy Gloria.
" Bagaimana dengan Kevin?" Tanya daddy Thomas.
Daddy Thomas menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak berapa lama ponselnya berdering membuat daddy Thomas mengambil ponselnya dan melihat Yohanes menghubungi dirinya membuat daddy Thomas menggeser tombolnya berwarna hijau dan menempelkannya di telinganya.
" Hallo." Panggil daddy Thomas
" Daddy, cctv nya rusak sekarang lagi diperbaiki." Ucap Yohanes.
" Si*l sekarang kalian berdua lindungi kakak kalian Nathan nanti daddy dan mommy akan ke sana." Perintah daddy Thomas
" Baik dad." Jawab Yohanes.
" Perketat keamanan dan jangan orang sembarangan orang masuk." Jawab daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Yohanes lagi.
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan daddy Thomas langsung menghubungi rekan bisnisnya untuk membantunya siapa lagi kalau bukan daddy Alvonso dan sambungan pertama langsung di angkat.
" Selamat malam tuan Alvonso, maaf mengganggu istirahatmu." Ucap daddy Thomas.
" Tidak apa-apa santai saja." Jawab daddy Alvonso.
" Ada apa?" Tanya daddy Alvonso yang tidak suka basa basi.
" Aku butuh bantuan keluargamu." Ucap daddy Thomas
" Bantuan apa?" Tanya daddy Alvonso.
" Aku ingin meminta bantuan keluargamu karena aku merasa ada yang sengaja merusak rekaman cctv di rumah sakit." Jawab daddy Thomas.
" Kebetulan kami lagi ada acara kumpul keluarga, aku akan mengutus putraku untuk pergi ke sana." Ucap daddy Alvonso.
" Baik, aku akan menunggu." Jawab daddy Thomas.
" Ok." Jawab daddy Alvonso singkat.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan daddy Thomas menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian menatap istri tercintanya sambil tersenyum lega karena daddy Alvonso mau membantunya dengan mengutus putranya.
" Sayang keluarga kita tidak ada yang menyukai program IT." Keluh daddy Thomas.
" Tiap anak beda dad." Jawab mommy Gloria sambil berjalan ke arah suaminya sambil tersenyum.
" Benar kata mommy, daddy seharusnya bersyukur anak-anak kita saling sayang menyayangi dan saling melindungi." Ucap daddy Thomas.
" Betul dad, mommy sangat bersyukur anak-anak kita tidak berebutan harta begitu pula dengan para menantu kita." Jawab mommy Gloria
Tok Tok Tok
" Masuk." Perintah daddy Thomas