
Ting
Tiba - tiba Presdir Axel menatap tajam ke arah Sela hal itu membuat Sela menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menggeser tubuhnya ke samping di mana Presdir Axel bersamaan pintu lift terbuka dan mereka bertiga masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.
" Maaf nona, nanti nona ke ruangan Presdir Axel untuk mengerjakan tugas yang akan saya berikan karena jam 8 pagi ada meeting dengan perusahaan Tiongkok jadi nantiĀ Presdir Axel dan nona yang ikut meeting," ucap asisten Rey sambil menekan tombol lift.
" Memang asisten Rey mau kemana?" tanya Sela
" Sebentar lagi mau menjemput orang tuaku di bandara karena orang tuaku berasal dari negara S dan tidak begitu kenal dengan negara ini maka saya menjemputnya di bandara," ucap asisten Rey menjelaskan.
" Wah senang donk orang tua datang, ada acara apa?" tanya Sela kepo.
" Tiga hari lagi saya akan menikah dan mulai besok saya sudah cuti dua hari jadi nona yang akan menggantikannya," ucap asisten Rey.
" Percuma Rey, dia tidak akan mampu melakukannya paling aku yang mengerjakan semuanya," cibir Presdir Axel yang sejak tadi terdiam mendengarkan asisten Rey dan sekretarisnya yang bernama Sela mengobrol .
Ting
Sela yang ingin menjawab ucapan Presdir Axel terpaksa membatalkannya karena pintu lift terbuka membuat Sela melirik ke arah Presdir Axel dengan sinis sedangkan Presdir Axel hanya menatap tajam ke arah Sela.
Mereka bertiga berjalan ke ruang Presdir Axel, asisten Rey membuka pintu ruangan Presdir Axel dengan lebar kemudian Presdir Axel masuk ke dalam dan di susul Sela dan terakhir asisten Rey.
" Nona silahkan duduk di sofa dan saya ajarkan tugas untuk hari ini kalau sempat saya ajarkan beberapa pekerjaan lainnya." ucap asisten Rey sambil mengambil dokumen yang tergeletak di meja Presdir Axel.
" Ok," jawab Sela singkat.
Presdir Axel duduk di kursi kebesarannya sambil mengecek dokumen yang belum selesai di tanda tangani sedangkan asisten Rey dan Sela duduk bersebelahan di sofa.
Asisten Rey menjelaskan garis besar pekerjaan seorang sekretaris sedangkan Sela dengan serius mendengarkan apa yang diajarkan oleh asisten Rey hingga dirinya merasakan diperhatikan membuat Sela melirik ke arah Presdir Axel dan benar saja dirinya diperhatikan.
" Apakah nona sudah mengerti?" tanya asisten Rey.
" Sudah," jawab Sela singkat.
" Bagus, nanti siang saya ke sini lagi untuk mengajarkan pekerjaan selanjutnya," ucap asisten Rey sambil berdiri,
( ' Cih, sama Rey senyum - senyum dasar wanita murahan," ucap Presdir Axel dalam hati yang masih kesal dengan kejadian kemarin )
" Panggil saja Rey," ucap asisten Rey.
" Tidak sopan kalau hanya memanggil nama saja, bagaimana kalau kak Rey?" tanya Sela
" Silahkan nona," jawab asisten Rey.
" Panggil saja Sela tanpa perlu embel - embel nona," ucap Sela
" Maaf nona, saya tidak bisa," ucap asisten Rey
" Kenapa tidak bisa?" tanya Sela dengan nada bingung.
" Karena... ucapan asisten Rey terpotong oleh Presdir Axel.
" Rey, bukankah hari ini mau menjemput ke dua orang tuamu?" tanya Presdir Axel dengan nada dingin dan wajah datarnya.
" Maaf tuan, kalau begitu saya permisi dulu dan ingat nona Sela sebentar lagi ada meeting," ucap asisten Rey.
" Ok, terima kasih kak Rey," ucap Sela
" Sama - sama nona, permisi," pamit asisten Rey.
Asisten Rey pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan Sela merapikan dokumen tersebut kemudian turun dari sofa dan berjalan ke arah meja Presdir Axel.
" Maaf tuan ini dokumennya," ucap Sela dengan nada sopan.
" Apakah kamu benar sudah menikah dan mempunyai anak perempuan?" tanya Presdir Axel untuk menyakinkan dirinya.
" Aku menikah dan mempunyai anak?" tanya Sela mengulangi perkataan Presdir Axel dengan wajah bingung.