Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Aku Tahu


" Aku tahu," jawab Fico dengan nada santai sambil tersenyum manis.


" Lalu buburnya buat siapa?" tanya Quenby dengan nada bingung.


" Buatku," jawab Fico singkat.


" Tapi kan itu bekas ku," protes Quenby.


" Aku tahu, memang kenapa?" tanya Fico.


" Apa suamiku tidak jijik karena itu bekas makananku?" tanya Quenby


" Tidak, kenapa mesti jijik? goa milikmu saja aku jilat aku tidak merasakan jijik padahal itu sering digunakan untuk...." ucapan Fico terpotong oleh Quenby.


" Sudah cukup, kenapa suami jadi mesum sih," omel Quenby


" Mesum sama istri sendiri bolehkan?" goda Fico.


" Kak Fico makanlah," ucap Quenby dengan wajah memerah.


Fico hanya tersenyum melihat wajah memerah Quenby karena dirinya sangat suka menggoda Quenby. Fico mulai makan bubur bekas Quenby dan belum ada semenit Fico sudah selesai makan dan minum sedangkan Quenby hanya menatap wajah tampan suaminya hingga dirinya teringat kembali akan mimpinya.


Selesai makan Fico berbaring di samping istrinya sambil memeluknya begitu pula dengan Quenby membalas pelukan suaminya dari arah samping dengan kepala bersandar di dada bidang suaminya.


" Aku bermimpi ada sepasang anak kecil yang pertama laki - laki mirip denganmu dan yang perempuan mirip denganku, mereka memanggilku dengan sebutan mommy. Dalam mimpi itu aku juga bertemu dengan oma dan opa, kata oma kalau sepasang anak kecil itu adalah anak kita, sayang apakah aku hamil dan mengalami keguguran?" tanya Quenby sambil mendongakkan kepalanya agar menatap wajah tampan suaminya.


Fico hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan kepalanya sedangkan Quenby meletakkan kembali kepalanya sambil terisak membuat Fico mengusap punggung istrinya sambil mengecup pucuk kepala Quenby dan tidak berapa lama air matanya ikut keluar.


" Sayang, kamu ingat kemarin malam di mana aku bermimpi bertemu dengan dua anak kecil dan memanggilku dengan sebutan daddy?" tanya Fico dengan nada tercekat.


" Dua anak kecil itu sangat mirip dengan kita, yang laki - laki mirip denganku dan yang perempuan mirip denganmu. Mereka mengatakan agar aku menjaga dan menghiburmu di kala kamu sedih selain itu mereka juga mengatakan sangat mencintai kita sebagai orang tuanya," ucap Fico sambil masih mengusap punggung Quenby.


" Hiks... hiks... Maafkan aku," ucap Quenby sambil terisak


" Maaf kenapa?" tanya Fico dengan nada lembut.


" Karena aku tidak bisa menjaga mereka, seandainya waktu bisa di putar kembali aku tidak akan membeli rujak," jawab Quenby merasa bersalah.


" Sstttttt... itu sudah terjadi kita tidak bisa memutar waktu," ucap Fico yang tidak ingin istrinya merasa bersalah.


" Tapi aku merasa bersalah pada kalian bertiga, suamiku dan ke dua anak kita," ucap Quenby.


" Aku juga salah seandainya saja waktu itu aku mengajakmu ke rumah sakit hal ini tidak akan terjadi," ucap Fico.


Ceklek


Daddy Thomas membuka pintu ruang perawatan kemudian mommy Gloria masuk ke dalam ruang perawatan dan di susul daddy Thomas.


Mereka melihat Quenby sedang terisak sambil memeluk Fico dengan kepala bersandar di dada bidang Fico sedangkan Fico memeluk Quenby sambil mengusap punggungnya dengan mata memerah seperti habis menangis. Fico yang melihat mommy Gloria dan daddy Thomas datang melepaskan pelukannya kemudian turun dari ranjang.


" Ada apa?" tanya mommy Gloria.


Fico menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang di tutupi tentang mimpi Fico dan Quenby yang bertemu dengan sepasang anak kembar yang memanggil mereka dengan sebutan mommy dan daddy hingga mereka berdua saling menyalahkan karena kehilangan dua anak kembarnya.


" Itulah mom yang terjadi," ucap Fico mengakhiri ceritanya.