Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Mikirin siapa ayo?


' Saat itu hatiku sangat hancur tapi aku berusaha untuk tegar hingga aku bertemu dengan seorang pria tampan awalnya aku sangat membencinya karena mulutnya yang mengeluarkan kata - kata pedas tapi seiring dengan waktu aku merasakan nyaman dan terlindung dari orang yang menyakitiku. Kak Nathan aku sangat bahagia menikah denganmu, terima kasih kamu hadir dalam kehidupanku terlebih keluarga besar mu mau menerimaku apa adanya dan menyayangiku seperti putrinya sendiri. Aku berjanji untuk selalu setia dan melindungi sekuat tenagaku untukmu dan juga keluargamu walau nyawa menjadi taruhan ku.' Sambung Maya kembali dalam hati.


Tanpa sepengetahuan Maya seorang pria tampan berjalan dengan perlahan mendekati Maya yang sedang melamun dengan ponselnya di arahkan ke keluarga daddy Thomas dan mommy Gloria.


Grep


" Mikirin siapa ayo? Aku datang sampai tidak tahu." Bisik Nathan sambil memeluk Maya dari arah belakang.


" Mikirin siapa ya?" Goda Maya sambil berpura - pura berfikir.


Nathan melepaskan pelukannya dan duduk di samping Maya kemudian memeluk Maya dari arah samping membuat Maya bersandar di dada bidang polos Nathan karena saat ini Nathan memakai celana pendek begitu pula dengan saudara  - saudara kembarnya.


Cup


" Aku tahu kamu pasti sedang membandingkan masa lalumu dengan mantan suamimu dengan suamiku yang sekarang begitu pula dengan mantan keluarga suamimu dengan keluarga suamimu yang sekarang. Betul tidak tebakanku?" Tanya Nathan kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.


Maya mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan suaminya membuat Nathan mengecup bibir istrinya kemudian meluma*nya hingga terdengar suara dari kakak kembarnya.


" Nathan, kalau mau ciuman di kamar jangan di sini, ada anak - anakku dan juga ponakan - ponakan kita yang melihat kalian sedang berciuman." Ucap Aleandro dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Nathan dan menghalangi mereka agar tidak terlihat oleh anak kembarnya dan juga ponakan - ponakannya.


" Hehehe... Maaf kak." Jawab Nathan sambil tertawa terkekeh - kekeh.


Maya hanya menutup wajahnya dengan ke dua tangannya karena dirinya malu dengan kakak iparnya dan juga keluarga suaminya, dirinya ingin menyalahkan suaminya yang mempunyai tingkat mesum yang tinggi tapi dirinya tidak bisa melakukan hal itu.


" Maya kamu jangan merasa malu karena yang salah suamimu yang mempunyai tingkat mesum yang tinggi." Ucap Aleandro yang merasa tidak enak hati dengan adik iparnya terlebih Maya sedang hamil.


" Tidak apa - apa kak." Jawab Maya sambil tersenyum kaku karena dirinya merasa tidak enak hati dengan kakak iparnya dan juga keluarga besar daddy Thomas.


" Ingat dek pesan kakak." Ucap Aleandro memperingati adik kembarnya yang terlewat mesum.


" Iya kak." Jawab Nathan patuh.


Aleandro pun meninggalkan mereka berdua melanjutkan berenang sedangkan Nathan dan Maya masih duduk di kursi sambil memandangi keluarga besar daddy Thomas.


" Maaf gara - gara aku tidak bisa menahan hasra*ku, kamu jadi malu dan di tegur oleh kak Aleandro." Ucap Nathan merasa sangat bersalah dengan istrinya.


" Tidak apa - apa sayang, hanya saja aku minta jika melakukan itu lihatlah situasi." Ucap Maya sambil menggenggam tangan suaminya sambil tersenyum.


" Aku akan mencobanya." Jawab Nathan sambil membalas genggaman tangan Maya dan membalas senyuman Maya.


" Sayangku tidak berenang?" Tanya Maya mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Tidak." Jawab Nathan singkat.


" Kenapa?" Tanya Maya.


" Sayangku tidak berenang makanya aku juga tidak berenang." Jawab Nathan.


" Memangnya apa hubunganku tidak berenang dengan kak Nathan tidak berenang?" Tanya Maya dengan nada bingung.


" Ada, jika kamu berenang kakak jadi semangat tapi jika kamu ngga berenang kakak jadi tidak semangat." Jawab Nathan.


" Kan ada Dita." Jawab Maya.


" Dita bermain bersama para sepupunya." Ucap Nathan.


Maya melihat Dita bermain ember tumpah bersama ponakan - ponakan Nathan sambil tertawa bersama membuat Maya ikut tersenyum membuat Nathan ikut tersenyum.


" Pertanyaan apa ya?" Tanya Maya sambil berfikir.


" Aku tahu kamu pasti sedang membandingkan masa lalumu dengan mantan suamimu dengan suamiku yang sekarang begitu pula dengan mantan keluarga suamimu dengan keluarga suamimu yang sekarang. Betul tidak tebakanku?" Tanya ulang Nathan.


" Apa yang dikatakan kak Nathan benar dan jujur aku sangat bersyukur pada Tuhan karena bisa menikah dengan kak Nathan karena kak Nathan adalah suami yang sempurna untukku. Di tambah keluarga kak Nathan yang mau menerimaku apa adanya." Jawab Maya dengan jujur.


Grep


" Terima kasih sayang, kamu mencintaiku dengan tulus dan membuat hari - hariku lebih berarti. Aku juga sangat bersyukur pada Tuhan karena bisa menikah dengan istri sebaik dirimu." Ucap Nathan sambil memeluk Maya dari arah samping.


Maya hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya sambil menatap keluarga daddy Thomas yang masih berenang membuat Maya ingin berenang.


" Kita berenang yuk." Ajak Maya.


" Ayo." Jawab Nathan


Merekapun berenang bersama keluarga daddy Thomas, mereka tertawa bersama tidak ada perbedaan anak atau menantu karena daddy Thomas dan mommy Gloria menganggap menantu sebagai anak - anak kandungnya.


Hingga satu jam lebih mereka berenang dan akhirnya satu persatu mereka naik ke atas kolam dan mengambil masing - masing jubah handuk yang sudah disiapkan oleh para pelayan atas perintah kepala pelayan.


" Mommy, pakaikan baju Dita ya?" Pinta Dita.


" Baik sayang." Jawab Maya sambil menggandeng tangan Dita


" Daddy, gendong." Pinta Dita.


" Ok." Jawab Nathan


Nathan menggendong Dita dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan istrinya menaiki anak tangga hingga terdengar suara familiar memanggil Quenby.


" Quenby." Panggil Fico sambil merentangkan kedua tangannya seakan memintanya untuk di peluk.


Serentak semua membalikkan badannya dan menatap Fico bersama tuan Saverio sambil tersenyum membuat mereka membalas senyuman Fico dan tuan Saverio.


" Sayang." Panggil Quenby sambil berlari ke arah Fico tapi di tahan oleh daddy Thomas dengan menggunakan tangannya.


" Tidak boleh bertemu sampai besok siang dan kamu Aurora masuk ke kamarmu jangan dekat - dekat sama Yohanes." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab mereka patuh.


Fico menurunkan ke dua tangannya sedangkan Yohanes menuruni anak tangga. Mereka berdua hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian Yohanes berjalan mendekati Fico dan memeluknya dari arah samping sedangkan yang lainnya kembali membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar masing - masing.


" Menunggu besok siang kok rasanya lama ya?'' Keluh Yohanes.


" Benar banget, padahal kamu tahu setelah daddy menghubungiku aku langsung memesan tiket pesawat yang paling cepat." Adu Fico sambil membalas pelukan Yohanes.


" Sabarlah, besok siang kalian berdua sudah resmi menikah." Ucap daddy Thomas sambil menepuk bahu Yohanes dan Fico.


" Iya dad." Jawab Yohanes dan Fico serempak.


" Oh ya ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua, kita berbicara di ruang kerja." Ucap daddy Thomas sambil berjalan ke arah ruang kerja.


" Baik calon besan." Jawab tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Fico bersamaan.