
" Halo paman Fico, paman Aska, kak Lemos dan adikku yang paling cantik Seli," ucap Sela sambil tersenyum
" Kak Fico dan Aska jangan tidur di sofa lebih baik tidur di ruangan sebelah biar kami yang menjaga mereka," ucap daddy Nathan
" Ok," jawab Fico dan Aska serempak
Fico dan Aska turun dari ranjang dan pindah ke ruangan sebelah meninggalkan mommy Maya, daddy Nathan, Sela dan Seli kemudian mommy Maya berjalan ke arah Sela begitu pula dengan daddy Nathan.
" Sela," panggil mommy Maya
" Iya mom," jawab Sela
" Benarkah kamu tidak ingat dengan Axel?" tanya mommy Maya sambil menatap mata Sela.
" Tidak ingat mom, jika Sela berfikir kepala Sela sangat sakit," jawab Sela jujur.
" Mommy, jika memang kak Axel suami Sela bolehkah Sela minta satu hal?" tanya Sela penuh harap
Ceklek
Ketika mommy Maya ingin menjawab pintu ruang perawatan di buka oleh seseorang membuat mereka serempak menatap ke arah pintu ternyata Presdir Axel masuk ke ruangan tersebut dan berjalan ke arah Sela.
" Kamu minta apa Sela?" tanya mommy Maya sambil memandangi Sela
" Kebetulan ada kak Axel jadi sekalian ada yang ingin aku katakan sama mommy dan kak Axel," ucap Sela
" Mau mengatakan apa?" tanya Presdir Axel
" Karena aku tidak ingat dengan kakak jadi jika nanti sepulang dari rumah sakit kita tidur terpisah sampai aku ingat kalau kak Axel adalah suamiku," ucap Sela
Duarr
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Presdir Axel mengingat dirinya tidak bisa jauh dari Sela terlebih setiap malam Presdir Axel jika tidur selalu memeluk istrinya karena dengan memeluk istrinya membuatnya bisa tidur dengan pulas dan tidak bermimpi buruk tentang kematian ibunya yang sangat tragis.
" Sela, kamu boleh meminta apapun kecuali tidur terpisah," ucap Presdir Axel penuh harap
" Baiklah, kalau begitu aku meminta kak Axel untuk menceraikan aku," ucap Sela
" Sela!!!" teriak mommy Maya, daddy Nathan dan Presdir Axel serempak
" Hiks.... Hiks... Hiks... Kalau tahu begini lebih baik Sela selamanya tidur," ucap Sela sambil turun dari ranjang.
Grep
" Jangan berkata begitu Sela, mommy tidak suka dan maafkan teriakan kami karena jujur kami sangat kaget dengan perkataan mu," ucap mommy Maya sambil memeluk Sela
" Maafkan Sela... Mom... Dad dan kak Axel," ucap Sela sambil membalas pelukan mommy Maya
" Jujur Sela masih bingung tidak ingat kalau Sela sudah menikah jadi Sela mohon agar kak Axel mengerti dan mau menuruti permintaan Sela," Mohon Sela
" Baiklah kakak tidak akan memaksa dan kakak harap istriku segera ingat dengan suaminya," ucap Presdir Axel
" Sekarang sudah malam jadi Lemos dan Axel tidur di ranjang khusus tunggu pasien dan untuk Seli kamu tidur bersama Sela karena ranjang Sela lumayan besar," ucap mommy Maya.
" Baik mom," jawab Lemos dan Presdir Axel serempak dan berbaring di ranjang yang sama.
" Terus ranjang yang aku tempati buat siapa mom?" tanya Seli
" Untuk daddy dan mommy, memang kamu tega membiarkan mommy dan daddy tidur di sofa?" tanya daddy Nathan sambil matanya mendelik ke arah Seli.
" Mommy, mata daddy melotot ke arah Seli," adu Seli
" Daddy," panggil mommy Maya
" Iya mommy," jawab daddy Nathan sambil tersenyum manis
" Dasar daddy bucin," ledek Sela dan Seli serempak
" Memang kalian mau kalau daddy galak sama mommy?" tanya daddy Nathan sambil mendengus kesal terhadap ke dua putrinya.
" Kalau daddy galak mommy tinggal tidur sama anak - anak," ancam mommy Maya.
Grep
" Aish mommy, kok mengancamnya seperti itu," ucap daddy Nathan sambil memeluk mommy Maya.
" Habis daddy ngomongnya seperti itu," jawab mommy Maya sambil membalas pelukan daddy Nathan.
" Iya... Iya maaf, jangan cemberut dong," pinta daddy Nathan.
" Sudah mommy maafkan, sekarang kita tidur sudah malam," ucap mommy Maya mengalihkan pembicaraan
" Ok," jawab mereka serempak
Merekapun berbaring di ranjang masing - masing begitu pula dengan Presdir Axel walau dirinya ingin tidur bersama istrinya tapi Presdir Axel berusaha menahan dirinya terlebih dirinya tidak ingin berpisah dengan istri yang sangat dicintainya.
Malam berganti pagi perlahan Sela membuka matanya dan melihat Presdir Axel sedang tidur di kursi dengan menggunakan ke dua tangannya sebagai bantalannya membuat Sela tanpa sadar mengulurkan kepalanya ke arah wajah Presdir Axel.
Grep
Presdir Axel menggengam tangan Sela ketika tangan Sela membelai wajahnya sambil membuka sepasang matanya dan tersenyum ke arah Sela membuat Sela menarik tangannya.
" Kenapa tidur di kursi?" tanya Sela berusaha menutupi kegugupannya.
" Jika aku tidur denganmu, kakak tidak bermimpi buruk," jawab Presdir Axel jujur
" Memang kak Axel mimpi apa?" tanya Sela penasaran
" Kakak mimpi mommy tergeletak di pinggir jalan dengan tubuh penuh luka," jawab Presdir Axel
" Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Sela dengan bingung.
" Kakak tidak tahu semenjak kakak menikah denganmu dan kita tidur bersama mimpi buruk itu hilang," jawab Presdir Axel
Sela menghembuskan nafasnya dengan berat entah kenapa hatinya sangat sakit ketika mendengar cerita suaminya membuat dirinya tidak tega menyuruh suaminya untuk tidur di kamar terpisah.
" Baiklah kita tidur satu kamar tapi aku minta jangan memintaku atau memaksaku untuk melakukan hubungan suami istri," pinta Sela.
" Kenapa? dan sampai kapan kita bisa melakukannya?" tanya Presdir Axel
" Karena aku tidak ingat kalau kita sudah menikah jadi aku minta selama aku belum mengingatnya jangan pernah menyentuhku jika itu terjadi kita tidur di kamar terpisah," ucap Sela
" Baiklah kakak setuju," ucap Presdir Axel pasrah karena bagaimana pun yang terpenting sekarang dirinya bisa tidur bersama dengan istrinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dua Hari Kemudian
Tidak terasa sudah tiga hari dan Sela bersama keluarganya sudah kembali ke mansion milik daddy Nathan, semua berkumpul di ruang keluarga bersama Presdir Alex dan Jessica duduk bersama pasangannya.
" Albert daddy dan mommy berencana untuk menikahkan Jessica dan Jimmy bulan depan jadi maksud daddy apakah kamu dan Seli juga mau menikah di bulan yang sama atau bulan berbeda?" tanya daddy Nathan
" Albert akan bertanya sama orang tua Albert dulu nanti Albert akan beritahukan daddy dan mommy," jawab Presdir Albert.
" Ok," jawab daddy Nathan.
" Jessica, kapan kami bisa ke rumah keluargamu?" tanya daddy Nathan
" Dari kemarin mereka sudah datang dad," jawab Jessica
" Tapi dad... mom..." ucap Jessica mengantungkan kalimatnya
" Ada apa Jessica?" tanya mommy Maya.
" Kemarin pas Jessica ingin menyuntik pasien jari Jessica terasa kaku akhirnya Jessica meminta tolong dokter lain untuk melakukannya. Aku meminta bantuan ke kak Jimmy untuk menanyakan ke tante Katarina tentang masalah jari - jariku dan tante Katarina sudah mengecek kondisi jariku," ucap Jessica kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Apa katanya?" tanya mommy Maya penasaran begitu pula dengan yang lainnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Karen Triatmaja.
Seorang gadis yang sangat cantik, sabar, tidak sombong dan baik hati terhadap semua orang. Karen sangat pintar, bekerja sebagai sekretaris dan juga pintar program IT bahkan mengusai beberapa seni bela diri.

Karena sangat mencintai suaminya Karen merelakan dirinya untuk mendonorkan ke dua matanya, jantung dan ke dua ginjal milik David yang sudah lama rusak akibat masa mudanya David sering mengkonsumsi alkohol ( cerita ada di sension pertama ).
Ternyata roh Karen masuk ke dalam gadis cupu yang mengalami kondisi kritis di rumah sakit yang sama dengan Karen dan David.

Gadis cupu itu bernama Elisabeth William Adriyel. Selama kuliah Elisabeth selalu di bully oleh teman - temannya hingga suatu saat dua orang temannya yang sangat iri hati dan dendam membayar seseorang untuk menabrak Elisabeth hingga Elisabeth mengalami kondisi yang kritis dan di saat itulah roh Karen masuk ke dalam tubuh Elisabeth dan membantu Elisabeth melawan orang - orang yang membuly dirinya dan orang - orang yang berniat jahat padanya.
David Aliandro
Seorang duda tampan beranak satu sangat digilai para gadis dan wanita hingga mereka rela menyerahkan kehormatannya untuk seorang David namun sayang semua berakhir dengan kematian yang mengerikan karena dirinya tidak mau di sentuh oleh siapapun karena dirinya sangat mencintai istrinya.
Semenjak istrinya meninggal hatinya sangat tertutup untuk wanita. Berubah menjadi lebih dingin dan kejam hanya di depan anak semata wayangnya David sangat berbeda karena David sangat menyayangi putranya melebihi dirinya sendiri.
Selain tampan David seorang CEO banyak perusahaan yang berada di dalam dan di luar negri. Di balik kekayaan yang berlimpah ruah dan ketampanannya tidak ada yang tahu kalau David adalah seorang pria psycophat paling kejam dan tidak segan menyiksa bahkan membunuh siapa saja yang berani mengusik dirinya dan juga anak semata wayangnya. David juga mempunyai beberapa seni bela diri karena banyak musuh yang mengincar dirinya.

Daka Aliandro
Anak dari pasangan David dan Karen, karena cintanya sangat besar terhadap istrinya David memberikan nama anaknya berdasarkan gabungan ke dua orang tuanya Da diambil huruf ke dua dari depan yaitu David dan Ka juga di ambil huruf ke dua dari depan yaitu Karen.
Daka anak berumur 3 tahun yang sangat pintar dalam semua mata pelajaran menuruni gen orang tuanya David dan Karen hingga David sebagai daddy nya tidak begitu sulit untuk mengajarkan anak semata wayangnya selain itu Daka sangat menyukai bela diri di saat dirinya berumur 3 tahun.

Ini foto Daka berumur dua tahun kurang, wajahnya yang tampan mirip dengan daddynya, imut dan menggemaskan membuat David mengurangi rasa kesedihan yang mendalam akibat kehilangan istri yang sangat dicintainya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Awal Mula
Di sebuah kampus ternama yang bernama Daka Internasional College. Banyak mahasiswa dan mahasiswi menimba ilmu di kampus tersebut baik dari dalam maupun dari luar negri.
Suasana kampus yang tadi ramai mendadak langsung sunyi dikarenakan seorang dosen killer masuk ke dalam kampus dan diikuti dari belakang seorang gadis cupu.
" Anak - anak perkenalkan ada mahasiswi baru pindahan dari kampus xxxx. Silahkan Eli perkenalan dirimu." perintah dosen killer tersebut.
Eli yang namanya dipanggil langsung mengangguk wajahnya dan menatap teman - teman barunya.
" Perkenalkan nama saya Elisabeth William Adriyel nama panggilan saya Eli. Saya pindahan dari kampus xxxx." ucap Eli
" Kampus xxxx, saya baru dengar nama kampus itu." ucap salah satu mahasiswi.
" Iya benar." jawab mereka serempak
" Kampus xxxx itu berada di kota terpencil tepatnya di xxxx. Saya pindah kampus karena ke dua orang tua saya mendapatkan pekerjaan di kota besar ini." ucap Elisabeth
" Oh pantas saja, kami tidak kenal kampus tidak elit sama seperti orangnya tidak elit alias kampungan." ledek salah satu mahasiswi.
" Hahahaha.." tawa mahasiswa dan mahasiswi serempak tapi hanya satu mahasiswa yang diam tidak mentertawakan Eli.
" Diam!!!" bentak dosen killer.
Suasana yang ramai langsung sepi karena mereka sangat takut dengan dosen killer selain killer dosen tersebut sangat pelit dengan nilai sehingga mereka berusaha untuk patuh. Banyak mahasiswi yang berusaha menggodanya karena selain tampan agar nilai mereka tidak jelek.
" Eli silahkan duduk di sana di kursi sebelah Albert." ucap dosen killer nya.
" Baik pak." jawab Elisabeth dengan nada sopan sambil berjalan ke arah Albert
Albert adalah pria cupu sama seperti Elisabeth karena berpenampilan cupulah Albert diasingkan oleh teman - temannya hanya saja otak Albert tidak sepintar otak Elisabeth.
Elisabeth duduk di kursi sebelah Albert, Semua mahasiswa dan mahasiswi mendengarkan pelajaran dosen.
" Hari ini bapak akan membuat kuis, jika kalian benar menjawabnya maka bapak akan memberi nilai tambahan buat kalian." ucap dosen tersebut.
Semua mahasiswa dan mahasiswi sangat senang mendengarnya membuat mereka langsung konsentrasi untuk bisa menjawab pertanyaan dosennya.
" Bapak akan membuat pertanyaan sekolah dasar, apakah kalian bisa menjawabnya?" tanya dosen tersebut sambil menatap satu persatu mahasiswa dan mahasiswi nya.
" Itu sich jawaban mudah Pak tanpa mikir langsung bisa menjawab." jawab salah satu mahasiswi nya.
" Benar pak." jawab mereka serempak
" Baiklah, bapak akan coba tes buat kalian waktu hanya 5 menit pelajaran matematika." ucap dosen killer tersebut.
" Siapkan kertas coretan kalian, jika kalian bisa menjawab langsung tunjuk tangan." sambung dosen killer tersebut.
" 5 X 6 X 4 X 2 X 8 X 10 X 12 X 8 berapa totalnya?" tanya dosen killer tersebut.
" Saya pak." Ucap Eli sambil mengacungkan jari telunjuknya.
Semua orang menatap Eli pasalnya mereka belum menghitung tapi Eli sudah tahu jawabannya.
" Iya Eli berapa jumlahnya?" tanya dosen killer tersebut dengan nada terkejut.
" Total semuanya 1,843,200." jawab Eli
" Benar sekali." jawab dosen tersebut
" Tidak mungkin secepat itu menjawabnya, coba cek pak siapa tahu Eli pakai kalkulator." celetuk salah satu mahasiswi.
" Coba Eli kamu ke depan." perintah dosen killer tersebut.
" Baik pak." Jawab Eli
Eli berdiri dan berjalan ke arah depan kemudian membalikkan badannya menatap teman - teman kuliahnya.
" Coba Eli, kamu hitung 2x4x6x8x10x12x14x16 berapa totalnya?" tanya dosen killer tersebut.
" 10,321,920." Jawab Eli sambil tersenyum
" What!!!" teriak dosennya dengan nada terkejut
" Kok benar ya?" celetuk salah satu mahasiswa dengan menggunakan kalkulator di ponselnya dan ditunjukkan ke teman - temannya.
" Kenapa kamu bisa menjawabnya?" tanya dosen killer tersebut.
" Pakai jari pak." jawab Eli santai
" Tapi bapak tidak melihatnya? coba tunjukkan jarinya di saat bapak kasih pertanyaan." pinta dosen killer tersebut.
" Baik pak." jawab Eli sambil memperlihatkan ke dua tangannya.
" Sekarang coba hitung 2x3x4x5x6x7x8x9 berapa totalnya?" tanya dosen killer tersebut.