
Kini Nathan berbaring di ranjang begitu pula dengan Aurora hingga tidak berapa lama mereka membuka matanya, Nathan langsung bangun dan bersiap turun dari ranjang sambil menarik selang infus tapi di tahan oleh daddy Thomas dan Yohanes.
" Kamu mau kemana? tubuhmu masih lemah," ucap daddy Thomas.
" Aku ingin menemui istriku dad, Nathan sangat yakin istriku masih hidup," jawab Nathan.
" Nathan sadarlah, Maya sudah meninggal kamu harus kuat demi ke lima anakmu," ucap daddy Thomas.
" Aku tidak kuat dad, Maya adalah nafas hidupku jika Maya meninggal maka aku akan menyusul istriku," ucap Nathan.
Plak
Untuk pertama kalinya daddy Thomas menampar anaknya karena seumur hidupnya dirinya tidak pernah menampar ke tujuh anak kembarnya membuat mereka yang berada di ruangan tersebut sangat terkejut terlebih Yohanes, dokter Kasandra dan Cantika karena mereka tahu daddy Thomas tidak pernah menampar ke tujuh anak kembarnya sedangkan para menantunya hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa - apa.
" Daddy," panggil Yohanes, dokter Kasandra dan Cantika serempak yang tidak tega melihat kakak kembarnya di tampar oleh daddy Thomas sedangkan Nathan hanya diam tanpa bicara sedikitpun hanya air mata yang tidak berhenti keluar.
Grep
" Maafkan daddy, daddy tidak sengaja menamparmu karena daddy tidak suka kamu bicara seperti itu. Kalian semua adalah harta berharga dan daddy tidak sanggup kehilangan kalian." ucap daddy Thomas sambil memeluk tubuh Nathan.
" Daddy mengerti kamu sangat sedih tapi ingat ada lima anakmu yang membutuhkan kasih sayang kalian," ucap daddy Thomas.
Ceklek
Tiba - tiba pintu ruang perawatan VVIP di buka membuat mereka serempak menatap ke arah pintu dan tampak mommy Gloria, Aleandro dan Maximus berjalan ke arah Nathan dengan mata sembab karena mereka juga sangat terpukul atas meninggalnya Maya.
Maya adalah wanita yang sangat baik, patuh dan selalu ceria hal itu membuat mereka merasa sangat kehilangan dengan sosok Maya yang bagaikan malaikat tanpa sayap.
" Nathan sayang," panggil mommy Gloria yang merasakan apa yang dirasakan putra kembarnya.
Grep
" Mommy, hiks.... hiks... Maya mom..." ucap Nathan sambil terisak dan memeluk mommy Gloria.
" Mommy tahu akan kesedihanmu, kamu harus kuat demi ke lima anak kembar mu," ucap mommy Gloria sambil membalas pelukan Nathan dan membelai punggung Nathan agar mengurangi rasa sesak di hatinya.
" Bagaimana dengan ke lima anak kembar mu? mereka sangat membutuhkan kasih sayang daddynya," ucap mommy Gloria.
" Maya akan sedih jika melihatmu seperti ini," ucap mommy Gloria.
Ketika Nathan ingin bicara ponsel milik daddy Thomas berdering membuat daddy Thomas mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Alvonso," ucap daddy Thomas.
" Angkat dad, siapa tahu penting," ucap mommy Gloria.
Daddy Thomas menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkannya di telinganya.
( " Hallo," panggil daddy Thomas )
( " Kami sudah menangkap dua sopir yang menabrak Maya dan Quenby dan juga menangkap dalangnya," ucap daddy Alvonso tanpa basa basi ).
( " Siapa dalangnya?" tanya daddy Thomas sambil menahan amarahnya. )
( '' Sekretaris Fico dan adik kandung ibunya Dita yang berkerja di perusahaan milik putramu Nathan," jawab daddy Alvonso. )
( " Di mana mereka?" tanya daddy Thomas. )
( " Di markas," jawab daddy Alvonso. )
( " Baik aku akan ke sana," jawab daddy Thomas. )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian daddy Thomas menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya kemudian menatap ke arah Nathan.
" Ada apa dad?" tanya Nathan penasaran begitu pula dengan yang lainnya.