
" Mommy sengaja tidak cerita karena mommy tidak ingin daddy memarahi Lemos jadi cukup mommy yang menasehati Lemos untuk bersabar dan tidak menyakiti orang lain," jawab mommy Maya
" Selain itu mommy yakin kalau daddy pasti akan memberikan hukuman berupa perusahaannya bangkrut untuk ke tiga orang tua mereka. Awalnya mommy meminta maaf tapi ke tiga orang tua gadis itu tidak terima malah mereka memarahi Lemos dan tentu saja sebagai orang tuanya mommy tidak terima," jawab mommy Maya.
" Ceritakan lebih detail," pinta daddy Nathan sambil masih menahan amarahnya.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Dua Belas Tahun Yang Lalu
Delon, Jimmy, Lemos, Sela dan Seli seperti biasa masuk sekolah di sekolah dan di kelas yang sama ketika bel istirahat mereka keluar bersama teman - teman lainnya.
" Kak Delon, kak Jimmy, kak Lemos dan kak Sela," panggil Seli
" Ada apa Seli?" tanya ke empat kakak kembarnya.
" Seli kebelet ingin buang air kecil," ucap Seli
" Kakak temani ke kamar mandi, Kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos pergi ke kantin nanti kami nyusul," ucap Sela
" Ok," jawab ke tiga kakak kembarnya serempak
Delon, Jimmy dan Lemos berjalan ke arah kantin sedangkan Sela dan Seli berjalan ke arah kamar mandi, sampai di kamar mandi Seli masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Sela menunggu adik kembarnya dekat pintu kamar mandi. Sela tanpa sengaja melihat temannya di hadang oleh ke tiga kakak kelasnya membuat Sela berjalan ke arah mereka.
" Hai culun, kamu tidak boleh lewat sini," ucap siswi pertama,
" Ya betul," jawab siswi ke dua dan ke tiga.
" Memang kenapa kak? Inikan jalan umum jadi siapa saja boleh lewat," ucap siswi culun tersebut.
" Di bilangin tidak boleh ya tidak boleh," ucap siswi pertama
" Pergi sana!!! usir siswi ke dua
" Hush.... Hush...!!" usir siswi ke tiga
" Kenapa kakak - kakak mengusir temanku?" tanya Sela dengan nada kesal.
" Kamu tidak perlu ikut campur jadi pergilah!!" usir ke tiga siswi tersebut dengan serempak.
" Maaf kak, aku akan tetap ikut campur, Alena kamu jalan saja biar aku yang melawan mereka," ucap Sela
" Terima kasih Sela," jawab Jenita
Ke tiga siswi tersebut sangat kesal karena Sela ikut campur membuat ke tiga siswi tersebut mendorong Sela sedangkan Sela yang tubuhnya ingin di dorong berusaha menghindar namun tenaganya kalah jauh dengan ke tiga siswi tersebut membuat Sela terjatuh di lantai dan ketika tubuh Sela hendak di tendang bersamaan adik kembarnya keluar dari kamar mandi hingga Seli mendengar suara jeritan kesakitan kakak kembarnya membuat Seli mencari sumber suara hingga dirinya melihat ada tiga kakak kelasnya yang ingin menendang seorang siswi dan Seli tidak kalau siswi tersebut kakak kembarnya karena posisinya membelakangi dirinya.
" Apa yang kalian lakukan?" tanya Seli sambil berjalan ke arah mereka.
" Seli," panggil Sela dengan nada lirih
Seli yang mendengar namanya di panggil langsung menengok ke arah Sela dan matanya membulat sempurna melihat Sela tergelatak di lantai dan mengeluarkan darah segar dari kening dan bibirnya karena di dorong dengan keras oleh ke tiga siswi tersebut.
" Apa yang kalian lakukan pada kakakku?" tanya Seli kesal sambil bersiap mendorong salah satu siswi tersebut
Tanpa menjawab ke tiga siswi tersebut menyerang Seli sedangkan Seli berusaha melawan ke tiga kakak kelasnya membuat Sela berusaha bangun dan membantu adik kembarnya namun tenaganya kalah jauh membuat Sela dan Seli terdesak dan menjadi bulan - bulanan ke tiga siswi tersebut. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan perasaan ke tiga kakak kembarnya tidak enak membuat mereka bertiga menyusul ke dua adik kembarnya.
" Berhenti!!!" teriak Delon, Jimmy dan Lemos serempak.
Ke tiga siswi itu serempak menghentikan kegiatannya kemudian membalikkan badannya sedangkan Sela dan Seli yang membelakangi ke tiga kakak kembarnya sangat familiar dengan suara Lemos.
" Kak Lemos," panggil Sela dan Seli serempak dengan nada lirih sambil membalikkan badannya bersamaan Sela dan Seli tidak sadarkan diri.
" Sela, Seli," panggil Delon, Jimmy dan Lemos serempak sambil berjalan ke arah mereka dengan amarah yang memuncak.
Plak Plak Plak
Delon, Jimmy dan Lemos serempak menampar ke tiga gadis tersebut kemudian Delon, Jimmy dan Lemos masing - masing memberikan pelajaran ke tiga gadis tersebut membuat gadis tersebut babak belur dan bukan itu saja Lemos mengambil pulpen yang di simpan di dalam saku seragam sekolah me nu suk dada siswi pertama tersebut dengan ujung pulpennya yang sangat lancip membuat gadis itu berteriak kesakitan.
" Kak Delon, gadis itu harus di beri hukuman juga," ucap Lemos dengan mata berubah menjadi warna merah.
Deg
Jantung Delon berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi dengan perubahan warna mata Lemos yang berawal berwarna biru mendadak berubah warna menjadi merah.
Jleb
"Akhhhhhhh... Sakit..." teriak siswi ke dua ketika Jimmy me nu suk dada dengan ujung pulpennya.
" Kak Jimmy, menyingkir lah." ucap Lemos sambil berjalan ke arah mereka berdua
Sama seperti Delon jantung Jimmy juga berdetak kencang dan tanpa menjawab Jimmy pindah posisi ke arah samping kemudian Lemos berlutut karena siswi ke dua tersebut juga sama seperti ke dua temannya yaitu berbaring di lantai.
Jimmy kembali me nu suk dada siswi ke tiga membuat siswi ke tiga berteriak kesakitan bersamaan kedatangan tiga guru sekolah bersama siswa dan siswi lainnya.
" Apa yang terjadi?" tanya salah satu gurunya sambil berjalan ke arah Sela sedangkan temannya ke arah Seli yang tidak sadarkan diri.
" Mereka bertiga yang melakukannya pak," jawab Lemos sambil menunjuk ke tiga kakak kelasnya yang duduk di lantai sambil memegangi dadanya masing-masing.
" Walau mereka berbuat jahat tapi jangan di balas dengan kejahatan," ucap guru tersebut sambil menggendong Sela.
" Baik pak," jawab Delon, Jimmy dan Lemos serempak
" Julia dan Jessica tolong panggil dua guru ke sini untuk menggendong ke dua kakak kelas kalian," pinta guru tersebut.
" Baik pak," jawab Julia dan Jessica serempak
Julia dan Jessica langsung berlari untuk memanggil dua gurunya sedangkan Delon, Jimmy dan Lemos berjalan mengikuti dua gurunya yang sedang menggendong ke dua adik kembarnya Sela dan Seli.
Singkat cerita kini mereka berada di ruangan kepala sekolah dan masing - masing orang tua murid sudah di panggil termasuk mommy Maya dan mereka sudah melihat keadaan masing - masing anak - anak mereka dengan wajah memar dan juga perban bekas tu su kan pulpen milik Lemos.
" Saya tidak terima putriku diperlakukan seperti ini, saya akan lapor ke polisi," ucap orang tua murid siswi pertama.
" Apa gunanya kepala sekolah, guru - guru dan petugas sekuriti yang tidak menjaga putri - putri kami hingga putri kami terluka seperti ini," sambung orang tua murid siswi ke dua
" Percuma kami membayar mahal, kalau putri kami terluka, kami akan lapor ke polisi," sambung orang tua murid siswi ke tiga
" Ya benar, aku juga akan lapor ke polisi," sambung orang tua murid siswi ke dua
" Saya sebagai orang tua murid Lemos meminta maaf karena telah membuat ke tiga putri ibu - ibu terluka," mohon mommy Maya dengan nada lembut walau dalam hatinya sangat marah ke mereka karena ulah ke tiga putri mereka ke dua putrinya mengalami luka.