
" Maya hilang ketika pergi ke kamar mandi," jawab mommy Gloria.
" Apa???" pekik mereka serempak.
Mommy Gloria terdiam sambil berpikir kemudian dirinya teringat dengan sahabatnya bernama mommy Laras dan tanpa membuang waktu mommy Gloria menghubungi mommy Gloria, dirinya sangat bersyukur panggilan pertama langsung di angkat oleh mommy Laras.
( ' Hallo La,' )
( ' Ada apa?' )
( ' Maya hilang, tolong lacak gpsnya,' )
( ' Ok.' )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak oleh mommy Laras kemudian mommy Gloria menghubungi putra sulungnya yang bernama Aleandro namun suara ponselnya terdengar jelas dari arah samping membuat mommy Gloria mengarahkan kepalanya ke arah samping begitu pula dengan mereka mengarahkan kepalanya ke arah samping di mana Aleandro menatap mereka dengan tatapan bingung.
" Ada apa mom, dad?" tanya Aleandro
" Kamu susul Nathan dan Yohanes," perintah mommy Gloria.
" Memang kenapa dengan Nathan dan Yohanes mom?" tanya Aleandro dengan nada bingung.
" Maya kemungkinan di culik," ucap mommy Gloria.
" Mommy coba hubungi Nathan dulu," perintah daddy Thomas.
" Baik dad," jawab mommy Gloria patuh.
Mommy Gloria mencari kontak Nathan setelah ketemu mommy Gloria menekan nomer telepon Nathan dan panggilan pertama langsung di angkat oleh Nathan.
( ' Mommy, Maya hilang mom,' ucap Nathan tanpa basa basi karena tubuhnya terasa lemas ).
( ' Sekarang kamu di mana? kakakmu Aleandro akan menyusulmu,' ucap mommy Gloria ).
( ' Baik, kamu tunggu di situ sebentar lagi Aleandro berangkat," ucap mommy Gloria ).
( ' Baik mom,' jawab Nathan patuh ).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian mommy Gloria mengirim pesan ke mommy Laras di mana isinya kalau sudah ketemu Maya untuk menghubungi Nathan setelah selesai mommy Gloria menatap ke arah Alesandro.
" Kamu pergilah, temani ke dua adik kembar mu," perintah mommy Gloria.
" Baik mom," jawab Aleandro patuh.
Aleandro mengulurkan tangannya kemudian mengecup tangan mommy Gloria kemudian berlanjut ke arah daddy Thomas bertepatan kedatangan Maximus yang menatap kakak kembarnya dengan tatapan bingung.
" Kakak mau pergi lagi? mau pergi kemana?" tanya Maximus kepo.
" Maya hilang, kakak ingin menyusul Nathan, Yohanes dan Aurora," jawab Aleandro
" Apa??" pekik Maximus dengan nada terkejut.
" Kalau mau ikut kakak nanti kakak ceritakan karena kakak buru - buru," ucap Aleandro sambil melangkahkan ke dua kakinya.
" Aku ikut kak," jawab Maximus.
Maximus mengulurkan tangannya kemudian mengecup tangan mommy Gloria kemudian berlanjut ke arah daddy Thomas setelah selesai Maximus melangkahkan ke dua kakinya dengan langkah cepat menuju ke garasi mobil.
Di tempat yang berbeda Aurora terisak dirinya sangat menyesal karena gara - gara dirinya kakak iparnya yang bernama Maya sekaligus sahabatnya hilang membuat Yohanes berusaha menenangkan Aurora.
" Hiks... Hiks... Hiks... seandainya saja aku tidak mengajak Maya hal ini tidak mungkin terjadi," ucap Aurora merasa bersalah,
" Sstttttt.. Ini bukan salahmu, kita tidak tahu kalau kejadian akan seperti ini," ucap Yohanes.
" Benar apa yang dikatakan oleh Yohanes, kamu jangan merasa bersalah karena ini bukan salahmu justru yang patut disalahkan adalah kakak karena kakak menjadi suami tidak berguna yang tidak bisa melindungi istri kakak," ucap Nathan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.