Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Suara langkah kaki


" Misi kita sudah selesai sekarang kakak dan Maximus ke ruang perawatan mommy dan daddy untuk Fico, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert kalian ke markas bantu menyerang mereka." Perintah Aleandro.


" Tapi kak, aku ingin bertemu mommy dan daddy." Ucap Nathan.


" Aku juga kak." Jawab Yohanes.


" Kakak tahu tapi kita tidak ada waktu, kita harus segera menyelesaikan misi ini dan membawa mommy dan daddy pergi dari negara ini." Ucap Aleandro memberikan pengertian ke dua adiknya.


" Benar kata kak Aleandro lebih baik kita segera menyelesaikan misi ini karena aku merasakan musuh akan bertambah." Ucap Maximus.


" Baiklah kak." Jawab Nathan dan Yohanes patuh.


Merekapun berjalan ke arah ruang perawatan dan ruang markas yang kebetulan letaknya bersebelahan sambil berjaga - jaga jika ada musuh datang tanpa mereka duga. Singkat cerita kini Aleandro dan Maximus berada di ruang perawatan, mata mereka membulat sempurna melihat Alvonso dan Alvian sedang men lap mulut mommy Gloria dan daddy Thomas sedangkan Katarina menekan - nekan dada mommy Gloria.


Aleandro dan Maximus sangat bahagia melihat mommy Gloria dan daddy Thomas ternyata masih hidup dan sangat sedih karena melihat ke dua orang tuanya batuk berdarah secara bersamaan.


" Apa yang terjadi dengan mommy dan daddy?" Tanya Aleandro dengan nada kuatir sambil mendekati mommy Gloria.


" Kenapa daddy dan mommy mengeluarkan darah berwarna hitam?" Tanya Maximus dengan nada kuatir sambil mendekati  daddy Thomas.


" Oma Gloria dan opa Thomas di beri racun, paman Maximus tolong tekan dada opa Thomas." Pinta Katarina.


" Apa?? mommy daddy di beri racun?" Tanya Aleandro dan Maximus dengan nada terkejut dan serempak sambil menahan amarahnya.


" Untuk apa aku tekan dada daddy?" Tanya Maximus dengan nada bingung sambil menekan dada daddy Thomas.


" Agar racun di tubuh opa keluar semua, musuhnya sangat jahat memberikan racun ke oma dan opa yang sudah tidak berdaya." Ucap Katarina sambil menahan amarahnya.


" Jika aku menemukan pelakunya maka akan aku tembak sampai mati." Ucap Aleandro dengan tatapan membunuh.


" Tapi sebelum mati kita siksa dulu." Ucap Maximus sambil menggengam ke dua tangannya dengan erat.


" Tenang saja aku akan buatkan racun yang bisa membuatnya tersiksa." Ucap Katarina sambil menahan amarahnya.


" Bagus, aku akan menunggu racun buatanmu." Ucap Aleandro dan Maximus bersamaan.


" Sekarang sudah selesai, kita bawa oma dan opa pergi dari rumah sakit pakai apa?" Tanya Katarina.


Tiba - tiba ponsel milik Aleandro berdering membuat Aleandro mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Kasandra." Ucap Aleandro sambil menggeser tombol berwarna hijau dan ditempelkan ke telinganya.


" Kak, dua mobil ambulance sebentar lagi sampai di depan pintu." Ucap dokter Alexa.


" Ok." Jawab Aleandro.


Tut            Tut                   Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Aleandro menyimpan kembali ponselnya dari saku jasnya dan menatap ke arah Katarina.


Baru saja ingin mengatakan sesuatu pintu ruangan terbuka membuat mereka serentak mengarahkan pistol ke arah pintu untuk bersiap menembak kecuali Katarina.


Ternyata yang membuka pintu ruang perawatan adalah dokter Kasandra membuat mereka serempak menurunkan senjata.


" Mommy dan daddy bagaimana?" Tanya dokter Kasandra sambil mendekati mommy Gloria dengan tatapan sendu.


" Mommy dan daddy baik - baik saja, sebentar lagi dua ambulan akan datang untuk membawa mommy dan daddy." Ucap Aleandro.


" Kalau begitu, tante Kasandra tolong lepaskan semua selang yang menempel di tubuh oma Gloria kecuali selang infus tapi sebelumnya berikan obat ini langsung ke dalam mulutnya." Ucap Katarina sambil memberikan botol obat.


" Ok." Jawab dokter Kasandra sambil menerima obat tersebut, dokter Kasandra percaya dengan apa yang dikatakan Katarina kalau Katarina tidak mungkin mencelakai mommy Gloria,


Katarina berjalan ke arah daddy Thomas sambil membawa botol obat yang sama seperti yang tadi diberikan untuk dokter Kasandra kemudian memberikan obat tersebut ke daddy Thomas setelah selesai Katarina melepaskan semua selang yang menempel di tubuh daddy Thomas kecuali selang infus begitu pula dengan dokter Kasandra.


" Kakak akan mendorong brankar daddy dan kamu Maximus dorong brankar mommy." Ucap Aleandro setelah melihat dokter Kasandra dan Katarina sudah selesai melepaskan selang infus.


" Ok." Jawab Maximus singkat


Aleandro dan Maximus mendorong brankar daddy Thomas dan mommy Gloria dengan di dampingi Alvonso dan Alvian sedangkan dokter Kasandra membantu Katarina membereskan barang - barangnya yang berserakan di meja setelah selesai Katarina membawa tas tersebut dengan tangan kirinya memegang kartu domino.


" Tadi aku dengar kartu domino bisa buat senjata, apakah benar?" Tanya dokter Kasandra kepo karena dirinya tidak memperhatikan kalau ada empat mayat yang disembunyikan di dalam lemari oleh Alvonso dan Alvian.


" Benar bisa buat senjata pengganti pistol jika pelurunya habis." Jawab Katarina sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut bersama dokter Kasandra.


" Serius?" Tanya dokter Kasandra tidak percaya.


" Serius, nanti kamu akan lihat." Jawab Katarina sambil matanya selalu menatap ke sekeliling sedangkan telinganya yang tajam digunakan untuk mengetahui jika ada suara pergerakan langkah kaki.


Katarina yang sangat waspada mendengar suara langkah kaki dari langkah belakang langsung menarik tangan dokter Kasandra dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya hal itu membuat dokter Kasandra terkejut tapi berusaha bersikap biasa saja.


" Ada suara langkah kaki." Bisik Katarina