Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Lapor


" Apa?? Minta maaf enak saja," ucap orang tua murid siswi ke dua


" Dasar anak iblis," umpat orang tua murid siswi ke tiga sambil bersiap menampar Lemos


Grep


Plak


Bruk


Mommy Maya yang melihat putra kesayangannya hendak di tampar membuat mommy Maya menahan tangan orang tua murid siswi ke tiga dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menampar pipinya dan bukan itu saja mommy Maya mendorong wanita itu hingga terjatuh di lantai.


" Jaga mulutmu!!! Kalau kalian bertiga ingin melapor perbuatan putraku aku juga akan melapor ke polisi kalau anak kalian telah mem buly siswi lain dan membuat dua putriku terluka." teriak mommy Maya sambil bertolak pinggang.


Delon, Jimmy dan Lemos sangat kaget dengan teriakan mommy Maya karena selama ini mommy Maya tidak pernah mengeluarkan suara petir nya membuat ke tiga anak kembarnya hanya diam memperhatikan orang dewasa bertengkar.


" Mohon ibu - ibu untuk diam karena apa yang dilakukan ibu - ibu di lihat oleh anak - anak kalian," ucap kepala sekolah


" Tidak bisa, aku tidak terima!!! putriku terluka dan aku terkena tampar sama wanita mu ra han ini," ucap orang tua murid siswi ke 3


" Ayo kita pukul wanita mu ra  han ini," ucap orang tua murid siswi pertama dan ke 2


" Kamu bilang aku wanita mu ra han? Mana buktinya? Aku punya satu suami sedangkan kalian? Sudah punya suami masih pacaran dengan berondong dan membiayai hidupnya dan dengan bodohnya berondong kalian itu berpacaran dengan kalian bertiga," ucap mommy Maya sambil tersenyum sinis dan menampar pipi satunya.


" Mana buktinya kalau aku selingkuh dengan berondong?" tanya orang tua murid siswi ke 3 dengan wajah terkejut.


Mommy Maya membuka tasnya dan mengambil dua belas lembar foto, empat lembar foto di lemparkan ke wajah orang tua murid siswi ke 3 hingga foto itu berhamburan dan serempak orang menatap 4 lembar foto tersebut membuat mereka membulatkan matanya dengan sempurna karena terlihat orang tua murid siswi ke 3 berpelukan dan masuk ke dalam hotel, foto ke dua mereka berciuman, foto ke tiga mereka tidak menggunakan sehelai benangpun dan yang ke empat foto brondongnya dengan temannya membuat orang tua murid siswi ke 3 dengan cepat memunguti foto tersebut.


" Kamu berpacaran dengan kekasihku?" tanya orang tua murid siswi ke 2 keceplosan


" Oh ya aku juga ada untuk kalian berdua," ucap mommy Maya sambil melemparkan masing - masing 4 lembar foto ke arah wajah mereka membuat mereka dengan cepat mengambil foto - foto tersebut.


" Cihhhhh, sungguh memalukan satu brondong main sama 3 wanita mu ra han seperti kalian," hina mommy Maya


Ke tiga wanita itu sangat malu dan marah secara bersamaan membuat mereka bertiga berjalan mendekati mommy Maya sedangkan mommy Maya yang tahu dirinya akan di serang langsung memasang kuda - kuda.


Bugh


Bugh


Duag


" Akhhhhhhhhhhhhhhh!!!" teriak ke tiga wanita itu


Dalam waktu bersamaan tangan mommy Maya kanan dan kiri memukul wajah orang tua murid siswi ke dua dan ke tiga berbarengan kaki kanannya menendang area privasinya membuat mereka berteriak kesakitan.


Ke empat guru masing - masing memegang mommy Maya dan ke tiga orang tua muridnya untuk memisahkan agar tidak berantem lagi.


" Lepas!!" teriak mommy Maya dan ke 3 orang tua muridnya dengan serempak


" Kami tidak akan melepaskan kalau kalian tidak bisa diam dan berantem," ucap kepala sekolah


" Ronald, bawa anak - anak ke ruangan UKS dan jaga mereka agar jangan berantem seperti orang tuanya dengan di bantu dua sekuriti untuk menjaganya," sambung kepala sekolah.


" Baik pak," jawab Ronald.


Ronald dengan di bantu dua sekuriti membawa Lemos, Delon dan Jimmy sedangkan Sela dan Seli serta ke tiga siswi masih berada di ruang UKS karena tubuhnya masih luka.


" Aku bisa diam dan tidak berantem asalkan ke tiga wanita ini bisa menjaga mulutnya dan tidak menyerang ku," ucap mommy Maya


Ketika kepala sekolah menghubungi mommy Maya di mana saat itu mommy Maya berada di mansion milik kakak iparnya yang bernama Cantika istri Aleandro bersama adik iparnya sekaligus sahabat baiknya yang bernama Aurora istri Yohanes.


Ketika mommy Maya sudah selesai dihubungi mommy Maya berpamitan dengan ke dua kakak dan adik iparnya dan mengatakan kalau ke tiga putranya memukul tiga kakak kelasnya karena ke dua putrinya di pukuli oleh ke tiga kakak kelasnya.


Setelah kepergian mommy Maya, Cantika menghubungi suaminya yang bernama Aleandro sedangkan Aurora menghubungi suaminya yang bernama Yohanes untuk datang ke sekolah ke lima ponakan kembarnya.


" Kak Aleandro, Yohanes," panggil mommy Maya terkejut


" Kak Maya, kak Nathan tidak datang?" tanya Yohanes


" Kakak tidak menghubungi suami kakak dan aku minta kamu jangan menghubungi suamiku," jawab mommy Maya


" Cihhhhh, sok suci," hina orang tua murid siswi ke 3


" Iya benar, mengatakan kita pacaran dengan brondong lha ini tidak tanggung - tanggung dengan dua pria," sambung orang tua murid siswi ke 2 sambil menatapnya dengan sinis.


" Asal kalian tahu kak Aleandro adalah kakak ipar ku dan Yohanes adalah adik ipar ku, jadi orang jangan sembarangan bicara," ucap mommy Maya dengan nada kesal.


" Siapa nama suamimu?" tanya Aleandro tanpa memperdulikan ucapan adik iparnya dan ke tiga wanita itu.


" Suamiku seorang manager keuangan di perusahaan Alexander," jawab orang tua murid siswi pertama


" Kalau suamiku seorang manager HRD di perusahaan Alexander," jawab orang tua murid siswi ke 2


" Kalau suamiku seorang CEO di perusahan Angin Ribut," ucap orang tua murid siswi ke 3


" Pantesan suka ribut," celetuk mommy Maya


" Diam kamu!!!" bentak orang tua murid siswi ke 3


" Yohanes, batalkan semua kontrak kerja sama Alexander dengan angin ribut dan pecat manager keuangan dan manager HRD," perintah Aleandro tanpa memperdulikan ucapan wanita itu.


Jujur ingin rasanya melempar wanita itu ke kandang singa karena mulut pedasnya tapi Aleandro berusaha menahan dirinya agar tidak melakukan hal itu.


" Tampan sih ok, tapi bicaranya melantur," ucap orang tua murid siswi ke 3


" Ya benar," jawab ke duanya serempak


Ke tiga wanita itu tertawa dengan lepas namun tidak berapa lama setelah Yohanes selesai telepon, ponsel milik ke tiga wanita itu berdering membuat mereka serempak mengangkat teleponnya dan matanya mereka membulat sempurna bagaimana tidak dua orang tua murid siswi pertama dan ke dua suaminya di pecat dan tidak di terima berkerja sedangkan orang tua murid siswi ke 3 perusahaannya langsung bangkrut membuat ke tiga wanita sombong tersebut berlutut.


" Nyonya maafkan kami," mohon ke tiga wanita tersebut.


" Sudah terlambat,' ayo kak kita pergi," ajak Yohanes tidak perduli dengan ke tiga wanita itu yang sedang berlutut.


" Benar kata Yohanes lebih baik kita pergi dan membawa dua ponakan kita Sela dan Seli ke rumah sakit," sambung Aleandro


" Baik kak," jawab mommy Maya.


" Kalau Kalian ingin lapor ke polisi silahkan karena kami tidak takut dan bisa dipastikan kalian akan kalah telak jadi pikir dulu dengan menggunakan otak bukan dengan dengkul," ucap Aleandro sarkas dengan wajah datar dan dingin


Setelah Aleandro selesai berbicara Aleandro, Maya dan Yohanes berpamitan dengan  kepala sekolah dan meninggalkan ruangan kepala sekolah menuju ke ruang uks.


Mommy Maya menggendong Sela sedangkan Yohanes menggendong Seli sedangkan Aleandro menggandeng tangan Delon dan Jimmy karena Lemos tidak ingin tangannya di gandeng.


Kini Aleandro duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya Lemos sedangkan Mommy Maya duduk sambil memangku Sela, Yohanes duduk sambil memangku Seli, Delon dan Jimmy masing - masing duduk di kursi belakang menuju ke rumah sakit.


xxxxxxx Flash Back Of xxxxxxx