
Mommy Maya dan Sela mengelus bahu daddy Nathan agar amarahnya berkurang sedangkan yang lainnya Delon, Jimmy, Lemos dan Seli sangat kesal dengan kakak angkatnya hingga mereka menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Kalau tidak ingat janji daddy dengan teman daddy, daddy malas mengasuh Dita karena sifat Dita hampir sama dengan ibunya si wanita yang tidak tahu diri itu," ucap daddy Nathan.
" Mommy juga bingung dad, dulu Dita tidak begitu tapi setahun ini tiba - tiba sikapnya mulai berubah," ucap mommy Maya.
Daddy Nathan ingin bicara namun presdir Axel dan presdir Albert datang membuat daddy Nathan tidak jadi bicara.
Presdir Axel duduk di sebelah Sela sedangkan Presdir Albert duduk di sebelah Seli membuat mommy Maya dan daddy Nathan menatap mereka berdua.
" Apakah kalian berdua sudah tahu perbedaan Sela dan Seli?" tanya mommy Maya.
" Tahu mom, kalau Sela menggunakan parfum Annick Goutal Eau d'Hadrien," jawab presdir Axel.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Aroma khas yang ada pada parfum ini terbuat dari berbagai bahan herbal, seperti jeruk, ylang-ylang, dan basil. Selain aromanya menarik, bentuk botolnya juga sangat menarik, terbuat dari kaca berwarna kuning agak keemasan.
Harga perbotolnya dijual sebesar US$441,8 atau setara dengan Rp5,7 juta.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Kalau Seli menggunakan parfum JAR Bolt Of Lightning," sambung presdir Albert.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Negara yang terkenal dengan produksi parfumnya adalah Paris. Di Paris, berbagai aroma parfum herbal alami masih diproduksi dan tetap populer hingga kini.
JAR Bolt of Lightning adalah salah satu produk parfum wanita dari Paris.
Parfum Wanita Termahal 02 JAR Bolt of Lightning.
Parfum ini memiliki aroma alami yang berasal dari bunga, seperti bunga lili, sedap malam, dan daun hijau.
Harga perbotolnya dijual sebesar US$765 atau setara Rp10 juta.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Kalau Sela dan Seli tukaran parfum apakah masih bisa membedakannya?" tanya mommy Maya.
" Tidak tahu mom tapi Albert akan memberikan jam tangan couple untuk Seli agar Albert bisa membedakannya," jawab presdir Albert sambil menyerahkan kotak berwarna merah yang tadi di bawanya.
Tuan Albert memakaikan jam tangan ke tangan Seli membuat Seli tersenyum bahagia sedangkan presdir yang tidak mau kalah mengambil kalung dan cincin peninggalan mommynya yang sangat berharga kemudian langsung memakaikannya di tangan Sela dan di leher Sela sambil melepaskan kalung dan cincin yang semalam diberikan waktu acara pesta ulang tahun pernikahan.
Entah kenapa tiba - tiba Presdir Axel ingin memakaikan perhiasan milik mommynya karena selama ini mommy tirinya dan adik tirinya menginginkan perhiasan tersebut tapi Presdir Axel selalu menolaknya dengan tegas padahal mereka sangat baik terhadap Presdir Axel.
" Kalung dan cincin ini milik peninggalan mommy ku dan aku harap kamu selalu memakainya dan merawatnya," pinta Presdir Axel.
" Aku berjanji akan selalu menjaga nya," ucap Sela.
( " Aku tidak tahu kenapa aku memberikan kalung dan cincin ke Sela padahal ayahnya Sela yang telah membuat ibuku meninggal," ucap Presdir Axel dalam hati ).
" Kak Axel kenapa?" tanya Sela sambil menggenggam tangan Presdir Axel.
" Tidak apa-apa," jawab Presdir Axel.
" Mati kita makan sebelum makanannya menjadi dingin," ucap Daddy Nathan.
" Semoga Axel dan Albert suka masakan keluarga kami," ucap mommy Maya.
" Tentu saja suka kebetulan aku suka dengan semua masakan karena aku tidak pernah memilih makanan," ucap Presdir Axel.
" Aku juga sama apa saja suka kecuali racun," sambung Presdir Albert.
" Aku tidak ngasih racun kok," protes Sela dan Seli serempak sambil menatap kesal kakak kembarnya.
" Tadi aku lihat di kasih racun CINTA," ucap Jimmy.
Bugh
Bugh
" Aduh... Aduh..." ucap Jimmy ketika bahu kanannya di pukul oleh Sela dan Seli walau sebenarnya dirinya tidak merasakan sakit karena seperti di pijat-pijat.
" Pffftttt... hahahaha..." tawa lepas mereka.
" Ayo kita makan," ucap Jimmy sambil kembali ke tempat kursinya.
Mommy Maya mengambil makanan untuk suaminya yang bernama daddy Nathan kemudian untuk dirinya dilanjutkan oleh Delon, Jimmy dan Lemos. Sela mengambil makanan untuk presdir Axel kemudian untuk dirinya sendiri begitu pula dengan Seli mengambil makanan untuk presdir Albert dan untuk dirinya sendiri.
Salah satu dari mereka memimpin doa setelah selesai mereka makan bersama namun ketika suapan pertama masuk ke dalam mulut serempak membuang makanan yang berada di dalam mulut mereka ke dalam piring mereka masing - masing kemudian serempak minum bersama.
" Kenapa rasanya asin banget?" tanya mereka serempak
" Memang siapa yang masak?" tanya daddy Nathan.
" Mommy, dad," jawab mommy Maya.
" Sela, dad," jawab Sela bersamaan
" Seli, dad," jawab Seli juga bersamaan.
" Tapi bumbunya mommy dad, Sela dan Seli hanya memotong sayuran jadi mommy minta maaf kalau masakan mommy keasinan," ucap mommy Maya terpaksa berbohong.
Mommy Maya terpaksa melakukannya karena ada presdir Axel dan presdir Albert, mommy Maya, Sela dan Seli sama - sama bingung pasalnya mereka sudah mencicipi masakannya dan rasanya pas tapi entah kenapa ketika makan bersama rasanya sangat asin.
Sedangkan daddy Nathan yang tahu istrinya berbohong terpaksa mengalihkan pembicaraan karena dirinya tahu ke dua putrinya tidak bersalah dan ada orang yang ingin menjatuhkan ke dua putri kesayangannya hingga daddy Nathan melirik ke arah Dita yang bersembunyi di balik tangga.
" Sudahlah mom, kita makan roti saja," ucap daddy Nathan
" Baik dad," jawab mommy Maya.
Merekapun akhirnya sarapan roti tawar dengan mengunakan selai kesukaan masing - masing hingga akhirnya mereka selesai sarapan roti.
Para pria keluar dari ruang makan dan berjalan ke ruang keluarga sedangkan mommy Maya, Sela dan Seli membersihkan meja sambil membuang makanan ke dalam tong sampah dengan perasaan sangat bersalah karena pada dasarnya mereka tidak suka membuang makanan sedangkan 8 mangkok yang masih tinggal setengah di olah kembali dengan ditambahkan bumbu agar rasa asin berkurang.
" Aneh mom, perasaan tadi Sela nyobain rasanya enak," ucap Sela sambil membersihkan meja makan.
" Sama kak, tadi juga Seli nyobain masakan kesukaan daddy, Seli dan kak Lemos tapi kenapa berubah jadi asin ya?" ucap Seli.
" Mommy juga bingung sayang," jawab mommy Maya
Sela berfikir mungkin ada orang yang berniat menjelekkan dirinya dan adik kembarnya, Sela mulai menebak pelakunya adalah kakak angkatnya yang bernama Dita karena siapa lagi kalau bukan Dita.
Hingga dua belas menit kemudian akhirnya pekerjaan mereka selesai dan mereka pun berjalan ke arah ruang keluarga dimana daddy Nathan, presdir Axel dan presdir Albert sedang mengobrol.
" Axel kapan kalian berencana untuk menikah?" tanya daddy Nathan.
" Bagaimana kalau tiga hari lagi dad?" tanya presdir Axel.
" Baiklah tiga hari lagi," jawab daddy Nathan.
" Albert karena tahun ini Sela menikah jadi untuk acara pernikahan kalian diadakan tahun depan, apakah kalian setuju?" tanya daddy Nathan
" Tidak masalah dad," jawab presdir Albert.
Walau dirinya kecewa tapi dirinya mengerti kenapa pernikahan mereka dimundurkan tahun depan hingga setengah jam mengobrol Delon, Jimmy dan Lemos berpamitan karena mereka pergi berangkat kerja.
" Daddy dan mommy bolehkah aku membawa Dita ke tempat makam mommy ku?" tanya Presdir Axel.