
" Nathan sadarlah, mommy kangen denganmu." Ucap mommy Gloria sambil menggenggam tangan putranya.
" Mommy sangat sedih melihat kalian berdua terluka dan tidak sadarkan diri." Sambung mommy Gloria dengan nada lirih.
" Mommy, makan ya? sudah siang waktunya makan siang." Ucap daddy Thomas.
" Bagaimana mommy mau makan dad, melihat anak dan menantu kesayangan mommy tidak sadar." Ucap mommy Gloria.
Daddy Thomas hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan, dirinya mengerti akan kesedihan istrinya membuat dirinya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi dengan cara memberikan perlindungan secara diam-diam dan tidak memberikan kesempatan musuh untuk hidup lebih lama.
" Nathan kamu pernah berjanji sama mommy kalau Nathan tidak akan pernah membuat mommy sedih kalau memang seperti itu bangunlah sayang." Mohon mommy Gloria.
Ceklek
Pintu ruang icu terbuka oleh Yohanes sambil membawa dua paper bag yang berisi makanan dan minuman, Yohanes berjalan mendekati mommy dan daddynya yang sedang menatap Nathan dan Maya yang masih setia memejamkan matanya, terdengar jelas mesin detak jantung yang di pasang di tubuh Nathan dan Maya.
" Mommy, daddy makan dulu ya." Pinta Yohanes
" Mommy belum lapar." Jawab mommy Gloria
" Daddy juga belum lapar." Jawab daddy Thomas
Yohanes meletakkan dua paper bag di atas meja dekat ranjang kemudian berjalan ke arah kakaknya yang bernama Nathan sambil mendekatkan wajahnya ke telinga kakaknya.
" Kakak, lihat mommy dan daddy tidak mau makan gara-gara kakak tidur terus, bangun donk kak sepi tahu kalau tidak ada kakak. Walau ada kak Aleandro dan kak Maximus tapi mereka lebih sering pergi berdua hanya sama kak Nathan kita sering pergi berdua. Bangun kak kasihan mommy, daddy, kak Aleandro, kak Maximus, kak Quenby, adikmu yang tampan ini, Kasandra dan kak Cantika." Bisik Yohanes.
Yohanes mengangkat wajahnya dan tidak ada perubahan pada kakaknya, Nathan masih setia memejamkan matanya membuat Yohanes berpikir kembali agar kakaknya segera sadar dan bangun dari komanya hingga dirinya mempunyai ide untuk mengusili kakak kembarnya. Yohanes kembali mendekatkan wajahnya ke wajah kakak kembarnya dan kembali membisikkan sesuatu.
" Kak Nathan, kak Maya lagi mengobrol dengan pria tampan, kak Nathan tidak cemburu?" Tanya Yohanes sambil menggenggam tangan kiri kakaknya yang ada selang infus karena tangan kanan kakaknya dipegang oleh mommy Gloria.
" Yohanes apa yang kamu kata..." Ucapan mommy Gloria terpotong ketika tangannya digenggam oleh Nathan begitu pula dengan tangan Yohanes.
" Daddy, Nathan menggenggam tangan mommy." Ucap mommy Gloria dengan nada bahagia.
" Yohanes juga mom." Jawab Yohanes ikut bahagia.
" Kak Nathan, kak Maya mau pergi sama pria lain kak Nathan tidak cemburu?" Tanya Yohanes.
Mommy Gloria dan daddy Thomas menatap tajam ke arah Yohanes sedangkan pelakunya yang bernama Yohanes hanya memberikan kode seakan mengatakan agar Nathan terbangun dari komanya, daddy Thomas menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan juga ikut memanasi Nathan agar tersadar dari komanya.
" Yohanes, itu Maya ya sama siapa?" Tanya daddy Thomas membohongi Nathan.
" Ngga tahu dad, prianya tampan ya dad kalah dengan kak Nathan." Ucap Yohanes sambil menahan tawa.
Nathan menggengam tangannya semakin erat membuat mommy Gloria dan Yohanes meringis menahan sakit dan tidak berapa lama Nathan membuka matanya sambil menatap tajam ke arah adiknya yang bernama Yohanes.
" Mana pria itu?" Tanya Nathan.
" Nathan sakit." Ucap mommy Gloria karena tangannya masih digengam erat oleh Nathan.
" Kak Nathan sakit." Sambung Yohanes
" Nathan, lepaskan tanganmu, mommy dan adikmu Yohanes kesakitan." Ucap daddy Thomas dengan nada dingin.
" Maaf mommy." Jawab Nathan sambil melepaskan gengaman tangannya dan juga genggaman tangan asik kembarnya.
" Tidak apa-apa sayang." Jawab mommy Gloria.
" Yohanes mana pria dan Maya?" Tanya Nathan sambil menahan kesal.
" Maaf kak, aku bohong." Ucap Yohanes sambil berjalan mendekati daddy Thomas dan bersembunyi di punggungnya seperti meminta perlindungan.
" Yohanes kamu usil banget sih." Omel Nathan.
" Maksudmu?" Tanya Nathan
" Itu mommy dan daddy tidak mau makan karena kakak koma." Jawab Yohanes
" Maya mana?" Tanya Nathan sambil menatap sekeliling ruangannya dan mata elangnya melihat tubuh istrinya seperti mumi.
" Yohanes tekan bel biar kak Nathan di cek sama dokter." Perintah mommy Gloria.
" Baik mom." Jawab Yohanes sambil menekan tombol darurat yang menempel di dinding di atas kepala ranjang.
" Daddy, mommy... Maya bagaimana keadaanya? Anak kami baik-baik saja kan?" Tanya Nathan sambil menjeda kalimatnya dengan nada kuatir.
" Maya masih belum sadarkan diri karena benturannya di kepalanya dan mengenai kandungannya baik-baik saja karena janinnya sangat kuat." Ucap mommy Gloria
" Iya mom, waktu kejadian itu Maya memelukku makanya luka Maya lebih parah dariku." Ucap Nathan merasa bersalah karena dirinya sempat cemburu ketika Maya didekati pria lain hingga dirinya mendiamkan Maya padahal Maya berusaha menjelaskannya.
" Maya wanita yang sangat baik, kamu beruntung Nathan jarang ada wanita merelakan nyawanya untuk orang yang dicintainya." Ucap mommy Gloria.
" Iya mom, Nathan sangat beruntung mendapatkan wanita sebaik Maya." Jawab Nathan.
" Daddy aku ingin bangun dan duduk dekat ranjang Maya." Pinta Nathan.
" Tunggu dokter datang." Jawab daddy Thomas.
ceklek
Pintu ruangan icu di buka tampak dokter Kasandra berjalan ke arah mereka, dokter Kasandra mulai memeriksa keadaan kakak kembarnya setelah lima menit kemudian dokter Kasandra membuka alat bantu detak jantung yang menempel di tubuh kakak kembarnya.
" Ada yang sakit kak?" Tanya dokter Kasandra.
" Tidak ada, aku ingin duduk di samping istriku." Ucap Nathan.
" Besok saja kak karena luka kakak belum sembuh." Ucap dokter Kasandra.
" Kalau begitu dekatkan ranjang kakak agar dekat dengan ranjang Maya." Pinta Nathan.
" Baik kak, aku akan panggil perawat untuk memindahkannya." Jawab dokter Kasandra.
" Biar daddy dan Yohanes yang memindahkan." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab dokter Kasandra.
Daddy Thomas dan Yohanes mendorong ranjang Nathan agar berdampingan dengan ranjang Maya setelah dua belas menit kemudian akhirnya sudah selesai dan dokter Kasandra berpamitan karena ada pasien lain yang sedang menunggunya.
" Mommy dan daddy sekarang makan ya." Pinta Yohanes
" Mommy dan daddy makan ya? kalau tidak makan Nathan nanti sedih." Sambung Nathan.
" Baiklah mommy dan daddy makan." Jawab mommy Gloria.
" Kamu juga makan." Perintah Nathan pada adik kembarnya.
" Baik kak." Jawab Yohanes patuh.
Mommy Gloria, daddy Thomas dan Yohanes pergi ke arah sofa untuk makan bersama sedangkan Nathan menggenggam tangan istrinya sambil menatapnya dengan tatapan sendu.
" Maafkan aku, jujur aku sangat cemburu." Ucap Nathan
" Aku sangat mencintaimu cepatlah sadar." Sambung Nathan
Nathan sangat berharap istrinya segera sadar dari komanya dan bisa berkumpul kembali seperti biasanya bercanda, kadang serius dan terkadang berbicara tentang masa depan bersama anak - anak mereka nantinya jika sudah lahir.