Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Siapa Nat yang telepon?


" Betul sekali kata kakak," jawab Nathan.


Maximus dan Maya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian mereka terdiam kembali dengan pikiran mereka masing - masing hingga Maya teringat dengan adik sepupunya yang sangat jahat padanya.


" Oh ya bagaimana dengan adik sepupuku?" tanya Maya.


" Memang kenapa dengan wanita itu? jangan bilang kamu tidak tega dan kasihan dengan wanita ular itu," ucap Nathan sambil menahan amarahnya.


Nathan bukan marah terhadap Maya melainkan terhadap adik sepupu Maya yang bernama Mila di mana Mila sangat tega ingin menghancurkan hidup Maya dengan cara menyewa 4 pria yang mempunyai penyakit yang sulit disembuhkan dan bisa membuat Maya meninggal dunia jika kejadian itu benar - benar terjadi. Untung saja Nathan dan Yohanes datang tepat waktu sehingga kejadian yang sangat mengerikan itu tidak terjadi dengan istri yang sangat dicintainya.


" Bukan begitu kak, mereka kan di kurung dalam gedung tua lebih baik hubungi polisi karena bagaimanapun aku tidak tega jika seandainya mereka ma ti mengenaskan di dalam gedung tua itu," jawab Maya yang masih mempunyai perasaan tidak tega terhadap adik sepupunya.


" Bagaimana kalau wanita ular itu kabur dan membalaskan dendam padamu?" tanya Nathan yang tidak rela jika Mila dibiarkan hidup.


" Apa yang di katakan Nathan benar adanya, bagaimana kalau dia melakukan balas kan dendam padamu dengan berbuat jahat dan menculik mu lagi?" tanya Maximus berusaha mempengaruhi Maya karena dirinya sangat membenci Mila.


" Kak Maximus dan kak Nathan boleh menghukumnya jika adik sepupuku berbuat jahat dan terserah mau di hukum bagaimana aku tidak akan ikut campur," ucap Maya.


Aleandro dan Nathan sama - sama menghembuskan nafasnya dengan berat karena mereka berdua sangat membenci Mila tapi karena mereka tahu sifat Maya membuat Nathan terpaksa menghubungi polisi kenalan Nathan untuk datang ke lokasi gedung tua setelah selesai menghubungi Nathan menyimpan kembali ponselnya.


" Sebentar lagi polisi akan datang ke gedung tua untuk menangkap mereka dan aku harap istriku tidak memintaku untuk membebaskannya karena dia sangat jahat," ucap Nathan.


" Terima kasih sayang, aku tidak mungkin meminta suamiku untuk membebaskannya karena adik sepupuku memang sangat jahat dan aku harap adik sepupuku menyesali atas apa yang dilakukannya di dalam jeruji besi." ucap Maya kemudian mengecup pipi suaminya.


Nathan hanya tersenyum dan tidak berapa lama mereka sudah sampai di kediaman daddy Thomas dan mereka berjalan ke arah kamar mereka masing - masing untuk membersihkan tubuhnya begitu pula dengan Aleandro, Yohanes dan Aurora mengingat mereka berkelahi dengan orang yang mempunyai penyakit mengerikan karena mereka sangat takut untuk tertular, lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.


Kini mereka semua berkumpul di halaman belakang yang sangat luas di mana mereka sedang melakukan kemping bersama keluarga besar daddy Thomas. Para pria mengumpulkan ranting dan mengambil balok kayu yang ada di gudang untuk membuat api unggun untuk digunakan malam hari sedangkan para wanita membuat berbagai cemilan dan minuman segar.



Nathan menatap deretan tenda yang warna dan bentuknya sama persis membuat Nathan tersenyum bahagia karena sudah lama mereka tidak kemping bersama dikarenakan kejadian yang menimpa keluarganya.


Setelah puas memandang Nathan mengumpulkan ranting bersama dua saudara kembarnya dan saudara iparnya dan tiba - tiba ponselnya berdering membuat Nathan menghentikan kegiatannya dan mengambil ponselnya yang disimpannya di saku kemejanya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Siapa Nat yang telepon?" tanya Aleandro, Maximus dan Aska serempak penasaran.


" Reno," jawab Nathan sambil menggeser tombolnya berwarna hijau.


Nathan dan Reno mengobrol sebentar setelah lima menit kemudian Nathan memutuskan sambungan komunikasinya lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.