
Dokter Kennath keluar dari mobil dan membantu Ronald sekeluarga sedangkan dokter Maria menghubungi daddy Alvonso kalau mereka di serang sehingga datang terlambat.
Di saat bersamaan datang keluarga dokter Hendrik dan keluarga Markus, melihat rekan bisnisnya sedang bertarung melawan musuh membuat keluarga dokter Hendrik dan keluarga Markus menghentikan mobilnya dan turun dari mobil membantu mereka.
Setelah selesai dokter Maria keluar dari mobil dan berjalan ke arah suaminya dokter Kennath untuk membantunya. Bantuan para mantan mafia yaitu dokter Kennath, Ronald, dokter Hendrik dan Markus sangat berarti hingga hampir setengah jam kemudian mereka mulai terdesak karena bantuan musuh datang.
" Kalian menyerah lah," ucap salah satu pria.
" Pantang buat kami untuk menyerah," ucap Ronald, dokter Kennath, dokter Hendrik dan Markus bersamaan.
Merekapun melanjutkan pertempuran hingga tidak berapa lama mereka terdesak, di saat yang sangat genting bantuan datang hingga tidak membutuhkan waktu yang tidak lama mereka berhasil membuat para musuh sebagian babak belur dan sebagian mati oleh mereka.
" Sebagian pergi ke mansion karena aku yakin mansion juga di serang dan sebagian kita bawa mereka ke markas." Ucap dokter Kennath sahabat daddy Alvonso.
" Ok." Jawab mereka serempak.
Merekapun terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama pergi ke mansion milik daddy Thomas dan kelompok ke dua membersihkan kekacauan sekaligus membawa yang masih hidup maupun yang sudah menjadi mayat ke markas milik keluarga besar Alvonso.
Khusus untuk yang hidup akan ditanyakan siapa pelakunya sedangkan yang sudah mati akan dijadikan santapan para binatang buas peliharaan keluarga besar daddy Alvonso seperti singa, macam, buaya, hiu, anaconda, ular piton dan beruang.
Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik daddy Thomas, daddy Alvonso, mommy Laras dan Dennis sudah selesai menonton rekaman cctv bertepatan dengan Dennisa putri bungsu daddy Alvonso dengan mommy Laras juga memberikan rekaman cctv.
" Mommy dan daddy, ada sepuluh mobil yang mencurigakan sepertinya mereka menuju ke arah mansion milik paman Thomas." Ucap Dennisa
Daddy Alvonso, mommy Laras dan Dennis melihat rekaman cctv tersebut kemudian Dennis langsung mengutak atik laptopnya begitu pula dengan mommy Laras ikut mengutak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian mereka berhenti.
" Bisa dipastikan mereka akan menyerang mansion ini dan total mereka diperkirakan enam puluh orang yang berada di dalam 10 mobil." Ucap Dennis.
" Di tambah 10 motor total dua puluh orang jadi total semuanya delapan puluh orang." Jawab mommy Laras.
" Anggota keluarga kita hanya sedikit sedangkan anggota keluarga Thomas semua perempuan, apa yang mesti kita lakukan dad, mom?" Tanya Dennisa dengan nada kuatir.
" Dennisa coba kamu tanya anak - anak paman Thomas apakah mereka tahu tempat penyimpanan senjata." Ucap mommy Laras tanpa menjawab ucapan Dennisa.
" Bukankah mommy bilang pada kami untuk tidak menggunakan senjata api lagi?" tanya daddy Alvonso.
" Hal ini pengecualian," ucap mommy Laras.
" Pengecualian?" tanya ulang daddy Alvonso.
" Kalau kita melawan musuh dengan menggunakan senjata biasa bukan pistol untuk menembak orang yang ada kita bakalan kalah telak setelah itu mati mengenaskan sedangkan mommy masih ingin menikmati hidup dan masih ingin melihat cowok brondong," ucap mommy Laras.
Dirinya sengaja berkata demikian agar keluarganya tidak tegang karena melihat banyak musuh yang sedang menuju ke mansion daddy Thomas lewat rekaman cctv.
" Mommy!!!" Pekik daddy Alvonso sambil matanya mendelik ke arah istrinya yang sangat di cintainya.
" Pufffttttt... Hahaha... Daddy lucu kalau marah," ucap mommy Laras sambil tertawa lepas.
Alviana, Debby, Dennis dan Dennisa hanya bisa senyam senyum melihat tingkah ke dua orang tuanya walau di usia senja masih harmonis dan tidak pernah melihat ke dua orang tuanya bertengkar ataupun daddynya berselingkuh dengan wanita lain padahal daddy Alvonso walau umurnya sudah setengah abad atau lima puluh tahun tapi masih terlihat tampan dan seperti berumur empat puluh tahun.
" Nakal ya.... Awas nanti malam." ancam daddy Thomas sambil tersenyum menyeringai.
glek
Mommy Laras hanya menelan salivanya dengan kasar ketika mendengar ancaman suaminya bertepatan kedatangan Dennisa.
" Kata Quenby, Aleandro dan Maximus suka mengoleksi berbagai jenis senjata," ucap Dennisa.
" Bagus kalau begitu Dennisa kamu di sini untuk melihat perkembangan para musuh dan yang lainnya ayo kita keluar semua dari ruangan ini dan berkumpul di ruang keluarga sekalian panggil semua penghuni mansion," ucap daddy Alvonso.
" Baik dad," Jawab mereka serempak.
Mereka pun keluar dari ruang kerja milik daddy Thomas sebagian memanggil penghuni mansion baik keluarga Alvonso yang tersisa, keluarga daddy Thomas yang hanya tersisa para wanita saja dan juga para bodyguard serta para pelayan sedangkan sebagian duduk di sofa ruang keluarga sambil menunggu mereka datang.