Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Masih Hidup Atau Tidak


" Empat sampai lima kali." Jawab Nathan sambil tersenyum.


" Dua minggu sekali?" Tebak Aleandro


" Apa seminggu sekali?" Tebak Maximus


" Kalau seminggu sekali enak banget karena istriku saja tidak mau." Jawab Aska


" Apalagi istriku." Sambung Robert


" Salah yang benar sehari bisa empat sampai lima kali pagi, siang, sore, dan malam kadang malam sampai dua kali." Ucap Nathan


" What????" Teriak mereka serempak


" Kenapa sih teriak? Kaget tahu." Ucap Nathan sambil menutup telinganya.


" Habis perkatanmu membuat kami terkejut." Ucap Maximus


" Iya benar." Jawab mereka serempak.


" Kamu serius?" Tanya Aleandro tidak percaya.


" Aku serius." Jawab Nathan dengan nada serius.


" Istrimu tidak protes?" Tanya Aleandro masih penasaran.


" Protes tapi aku selalu merayunya kalau tidak di kasih maka aku diem pura-pura marah dan akhirnya istriku mau melakukannya." Ucap Nathan


" Oh gitu, bagus juga aku akan mencobanya." Ucap Aleandro sambil tersenyum menyeringai.


" Aku juga." Sambung Maximus, Aska dan Robert sambil tersenyum menyeringai.


" Gara - gara kakak aku jadi pengen lagi, sudahlah aku mau ke kamar sekalian meminta istriku melakukan seperti tadi siang." Ucap Nathan tanpa menyaring perkataannya.


" Aish gara - gara Nathan jadi kakak pengen merasakannya." Ucap Aleandro membalas ucapan adiknya.


" Betul, gara - gara otak mesum Nathan kami jadi ingin mencobanya." Sambung Maximus


" Aku juga mau ke kamar minta istriku melakukannya." Sambung Aska


" Sama." Jawab Robert singkat.


Ke lima pria tampan keluar dari ruang kerja bersamaan kedatangan ke lima wanita cantik istri mereka, masing-masing menarik istrinya ke kamarnya membuat para istri saling memandang dengan tatapan bingung sedangkan para suami di pikirannya penuh dengan pikiran mesum.


xxxxx


Malam berganti pagi seperti biasa keluarga besar daddy Thomas sarapan pagi bersama dan ada lima pria tampan tersenyum bahagia sedangkan wajah istri - istri mereka menampilkan dengan wajah di tekuk membuat mommy Gloria dan daddy Thomas saling memandang dengan tatapan bingung.


" Aleandro, Maximus, Nathan, Aska dan Robert kenapa wajah kalian terlihat bahagia sedangkan istri kalian wajahnya cemberut seperti tidak mendaoatkan jatah?" Tanya daddy Thomas.


bugh


" Daddy." Panggil mommy Gloria sambil memukul bahu suaminya.


Daddy Thomas hanya senyum pepsodent ketika istrinya memukul lengannya sedangkan Quenby dan Yohanes hanya menatap daddy Thomas untuk meminta penjelasan sedangkan ke enam wanita cantik yang terdiri dari mommy Gloria, Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, Maya istri Nathan, dokter Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert hanya menepuk keningnya masing - masing.


" Jatah apa dad? Jatah bulanan? Kak Aleandro, kak Maximus, kak Nathan, Aska dan Robert kenapa jatah bulanan tidak dikasihkan ke istri?" Tanya Yohanes dengan nada protes.


Ke lima pria tampan itupun hanya saling memandang sambil menahan tawa mendengar Yohanes protes tentang jatah bulanan sedangkan para istri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Bukankah hari ini Maya dan Nathan pergi ke rumah sakit mengecek kandungan?" Tanya mommy Gloria mengalihkan pembicaraan.


" Iya mom hari ini kami akan pergi." Jawab Nathan.


" Sekarang ayo kita sarapan bersama." Ucap mommy Gloria sambil tersenyum karena usahanya mengalihkan pembicaraan berhasil mengingat Yohanes dan Quenby otaknya masih polos.


Salah satu dari mereka memimpin doa setelah selesai mereka makan bersama dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan. Seperti biasa para wanita membersihkan meja dan mencuci piring kecuali Maya karena ipar-iparnya melarang untuk membantunya. Maya dan Nathan berpamitan dengan daddy Thomas dan mommy Gloria berserta saudara-saudaranya untuk pergi ke rumah sakit. Setelah kepergian Nathan dan Maya di susul yang lainnya Aleandro, Maximus, Yohanes, Aska, Robert dan Quenby dengan tujuan yang berbeda sedangkan yang lainnya tinggal di mansion karena para suami melarang istrinya untuk berkerja dan untuk daddy Thomas dirinya tidak berkerja dikarenakan semua perusahaan miliknya sudah diserahkan ke anak - anaknya dan juga ke dua menantunya Aska dan Robert.


Di tempat yang berbeda Nathan duduk di kursi belakang pengemudi bersama istrinya sedangkan bodyguard yang merangkap sebagai sopir duduk di kursi pengemudi dan di sebelah sopir juga seorang bodyguard hingga di tempat yang sepi mobil mereka di hadang oleh dua mobil dari depan dan di belakangnya juga ada dua mobil total ada 4 mobil. Bodyguard yang merangkap sebagai sopir terpaksa menghentikan mobilnya.


cittttttt


Tangan Nathan langsung memeluk istrinya agar tubuh dan kepalanya tidak terbentur jok mobil hal itu membuat Maya membalas pelukan suaminya dan tidak berapa lama para penjahat keluar dari empat mobil tersebut sejumlah enam belas orang.


" Maaf tuan, mobil kita di hadang oleh dua mobil dan di belakang juga ada dua mobil." Ucap sopir tersebut.


" Maaf tuan, biar kami yang keluar dari mobil untuk melawan mereka," Ucap salah satu bodyguard tersebut.


" Tenang saja sebentar lagi akan datang bala bantuan." Jawab Nathan dengan nada santai.


brak brak


brak brak


brak brak


brak brak


Mereka memukul - mukul mobil milik Nathan tapi karena mobil Nathan tahan benturan maka tidak terpengaruh, Wajah Maya memucat karena melihat banyak penjahat yang mengelilingi mobil suaminya jika dirinya tidak hamil Maya tidak begitu kuatir membuat Nathan memeluk Maya agar tenang dan tidak merasa ketakutan.


Tidak berapa lama datang bala bantuan hingga terdengar suara tembakan saling bersahutan. Nathan melihat saudara-saudaranya datang bersama anak buahnya sambil menunggu jika butuh bantuan Nathan hingga mata elang Nathan melihat seorang pria ingin menembak kakaknya yang bernama Aleandro membuat Nathan melepaskan pelukannya.


" Sayang, kak Aleandro dalam bahaya." Ucap Nathan sambil menurunkan jendela mobil dan mengambil pistol di saku jasnya.


dor


" Akhhhh." Teriak pria itu.


Pria itupun membalas tembakan Nathan tapi Nathan dengan cepat menarik tubuh istrinya kemudian menundukkan kepalanya agar tidak tertembak namun sebelum itu terjadi Maximus menembak terlebih dahulu hingga pria itu melarikan diri dengan masuk ke dalam mobil. Maximus yang melihat pria itu masuk ke dalam mobil membuat Maximus juga masuk ke dalam mobil dan mengejarnya.


Mobil itupun saling kejar-kejaran sambil sesekali menembak hingga Maximus menembak ban mobil tersebut hingga ban mobil itupun meledak dan mobil itupun terguling - guling dan menabrak pohon. Maximus keluar dari mobil dan melihat pria itu mengeluarkan darah segar dari kepala dan tubuh akibat benturan, serta bahu dan tangannya yang terkena tembakan.


" Aku rasa sebentar lagi pria itu akan mati." Ucap Maximus sambil membalikkan badannya dan meninggalkan pemuda tersebut antara hidup dan mati.


Hingga tidak berapa lama sebuah mobil mewah melintasi daerah tersebut dan melihat mobil yang menabrak pohon membuat mobil itu berhenti, dua wanita cantik keluar dari mobil dan berjalan ke arah mobil tersebut.


" Coba di cek masih hidup atau tidak." Pinta salah satu wanita cantik itu.