
" Itu namanya ngidam kak, ada yang ngidam pengen deketin suami terus contohnya seperti waktu dulu aku pas hamil dan ada juga yang membenci suaminya. Nah kakak yang tadi aku katakan terakhir yaitu kak Quenby membenci suaminya," jawab dokter Kasandra menjelaskan.
" Kenapa bisa seperti itu? Sampai kapan?" tanya Fico penasaran
" Memang seperti itu kak dan mengenai sampai kapan berakhirnya ngidam pada umumnya mulai pada trimester pertama kehamilan. Rasa ngidam akan semakin menurun bulan ke empat kehamilan," jawab dokter Kasandra
" Aish menyebalkan," gumam Fico dan Nathan serempak namun terdengar oleh daddy Thomas dan mommy Gloria.
" Ouch mommy... sakit," ucap Fico ketika telinganya di jewer oleh mommy Gloria.
" Ouch daddy... sakit," ucap Nathan ketika telinganya di jewer oleh daddy Thomas.
" Fico, memangnya kamu tidak senang kalau istrimu hamil?" tanya mommy Gloria sambil matanya mendelik ke arah Fico.
Mommy Gloria tidak pernah takut dengan menantunya yang bernama Fico dan Aska, walau mereka berdua psychophat tapi mommy Gloria sangat yakin kalau ke dua menantunya tidak akan menyakiti dirinya terlebih dengan keluarganya.
Begitu pula dengan Fico dan Aska, dua pria tersebut berjanji untuk tidak menyakiti istri dan keluarga istrinya terlebih keluarga istrinya tulus menyayangi mereka berdua.
" Senang mom, tapi..." ucapan Fico terpotong oleh Mommy Gloria.
" Fico, kamu sangat mencintai Quenby?" tanya mommy Gloria sambil menatap menantunya dengan tatapan sendu.
" Sangat mencintainya mom," jawab Fico dengan nada penuh keyakinan.
" Kalau memang kamu sangat mencintainya sabarlah menghadapi sikap Quenby terlebih sekarang ini Quenby sedang hamil anakmu," ucap mommy Gloria.
" Benar kata mommy kak, aku saja juga dikatakan bau sama kak Quenby jadi bukan kak Fico saja yang dikatakan seperti itu," ucap dokter Kasandra.
" Aku saja juga dikatakan bau sama Quenby sedangkan istriku betah memelukku," ucap Nathan.
" Sudah sekarang kita makan bersama keburu makanannya dingin," ucap daddy Thomas ketika tidak ada yang bicara.
" Baik dad," jawab mereka serempak.
Merekapun berdoa terlebih dahulu kemudian makan bersama dan tiba - tiba kepala pelayan datang dan melewati ruang makan menuju ke arah dapur sambil membawa paper bag. Kepala pelayan mengambil dua piring kosong dan dua gelas air mineral dan diletakkan di nampan.
" Buat istriku ya?" tanya Nathan dan Fico serempak.
" Benar tuan muda Nathan dan tuan muda Fico," jawab kepala pelayan.
" Biar aku yang mengantar ke kamar," ucap Nathan.
" Aku juga mau mengantar ke kamar istriku," jawab Fico.
" Maaf tuan muda Nathan dan tuan muda Fico tadi nyonya muda Fico bilang yang mengantarkan makanan saya saja jangan sama tuan muda Nathan dan tuan muda Fico," jawab kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya karena tidak enak mengatakan itu.
" Antar saja makanannya ke kamar ke dua putriku dam kamu Fico dan Nathan lanjutkan makan kalian," ucap mommy Gloria.
" Baik nyonya besar," jawab kepala pelayan.
Mereka pun makan dalam diam, Fico dan Nathan yang biasanya makan sangat banyak karena di temani istrinya kini hanya makan setengah piring. Mereka tahu kenapa Fico dan Nathan makan tidak banyak tapi mereka tidak bertanya karena yang terpenting mereka mau makan.
Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga hingga dua jam lebih akhirnya mereka berhenti mengobrol dan satu persatu mereka berjalan ke arah kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.
Nathan membuka pintu kamarnya kemudian menyalakan lampunya sambil menutup pintunya, tanpa curiga sedikitpun Nathan berjalan ke arah kamar mandi tanpa melihat ke arah ranjang.
Nathan menyikat gigi kemudian membasuh wajahnya supaya terasa segar, setelah selesai Nathan keluar kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang kemudian menarik selimutnya sambil menahan amarahnya karena ada orang yang berani tidur di ranjangnya namun amarahnya menghilang berganti menatapnya dengan tatapan membulat sempurna.
" Sayang," panggil Nathan melihat istrinya tanpa menggunakan sehelai benangpun.
" Sayang, anak - anak kangen pengen ditengok sama daddy nya," ucap Maya sambil membelai perutnya yang sudah buncit.
" Anak - anak kita atau mommynya?" Goda Nathan sambil melepaskan satu persatu pakaiannya dengan tergesa - gesa.
" Dua - duanya," jawab Maya sambil tersenyum malu.
" Istriku semakin lama semakin mesum saja," ucap Nathan sambil menaiki tubuh istrinya.
" Ketularan suamiku makanya aku ikut - ikutan mesum," jawab Maya sambil mengedipkan matanya.
Cup
" Istriku nakal ya," ucap Nathan sambil mengecup bibir istrinya
" Nakal sama suamiku tidak apa - apakan," jawab Maya sambil tertawa.
" Aku marah kalau istriku nakal sama pria lain." jawab Nathan sambil memainkan salah satu gunung kembar himalaya milik Maya sedangkan tangan satunya untuk menahan tubuhnya.
Maya memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan suaminya hingga akhirnya Maya mendapatkan pelepasan pertama membuat Nathan tersenyum bahagia.
Nathan pun mulai menancapkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling dalam milik istrinya membuat Maya mengeluarkan suara merdu hingga dua puluh menit kemudian keluarlah lahar milik Nathan.
Setelah beberapa saat kemudian Nathan menarik tombak saktinya dari goa milik istrinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping dan memeluk istrinya.
Cup
" Terima kasih sayang," ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya.
" Sama - sama sayang," jawab Maya sambil membalas pelukan suaminya.
" Sayang," panggil Maya setelah beberapa saat terdiam.
" Ada apa sayang?" tanya Nathan.
" Maukah sayangku berjanji untukku?" tanya Maya.