Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Penyesalan Lemos


"Aku kan hanya memakai bedak dan lipstick," ucap Seli.


"Besok tidak usah pakai," ucap Presdir Albert.


"Tapi kan ..." ucapan Seli terputus karena tiba - tiba ponsel milik Presdir Albert berdering dua kali tanda ada dua pesan.


Presdir Albert mengambil ponselnya dan melihat pesan pertama kemudian membacanya setelah selesai Presdir Albert menatap ke arah Delon, Lemos dan terakhir Presdir Axel membuat ke empat pria tampan tersebut serempak menaikkan salah satu alis matanya seakan bertanya ada apa.


"Pesan dari paman Louis yang isinya : Rekaman video CCTV di tangga 3,4 dan 5,'' jawab Presdir Albert.


''Oh ya siapa yang mau menontonnya?" tanya Presdir Albert.


"Kirim ke ponsel kami biar kami masing - masing melihatnya," jawab Delon.


"Baik kak," jawab Presdir Albert patuh.


Presdir Albert mengirim pesan ke Delon, Lemos dan Presdir Axel secara bersamaan kemudian masing - masing melihat video rekaman cctv tersebut.


Seli dan Presdir Albert menonton bersama lewat ponsel milik Presdir Albert sedangkan Delon dan Lemos menontonnya lewat ponsel mereka masing - masing.


Mereka melihat Soraya keluar dari kamar Lemos dengan jalan tertatih - tatih sambil menghapus air matanya yang tidak pernah berhenti keluar tampak jelas kesedihan matanya bersamaan pintu kamar Sela terbuka.


Mereka berdua bercakap - cakap dan terlihat jelas Soraya tersenyum walau di matanya terpancar kepedihan hingga Sela membantunya berjalan ke arah tangga hingga mereka melihat ke tiga gadis yang mereka kenal kemarin malam berjalan dengan perlahan kemudian mendorong tubuh Soraya dan Sela secara bersamaan ke arah bawah tangga.


Soraya langsung memeluk tubuh Sela dan terlihat jelas Sela sangat kaget karena Soraya menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya hingga mereka terjatuh ke lantai empat.


Sela langsung tidak sadarkan diri sedangkan Soraya berusaha untuk bangun dan membantu Sela untuk berdiri padahal wajah Soraya dari mulut, hidung dan kening tidak berhenti mengeluarkan darah segar tapi Soraya berusaha untuk sadar karena beberapa kali Soraya menggelengkan kepalanya.


Hingga di lantai tiga datang Delon, Lemos, Seli, Presdir Axel dan Presdir Albert. Hingga Presdir Albert menggendong Sela dan pergi dari tempat tersebut dengan diikuti oleh Delon, Seli dan Presdir Albert.


Mereka melihat Soraya membelakangi tubuh Lemos sambil menggigit bibirnya seperti orang menahan rasa sakit hingga akhirnya Lemos memeluk tubuh Soraya kemudian menusuknya hingga mendorongnya jatuh ke bawah lantai bersamaan kedatangan Delisa.


Delisa menahan tubuh Soraya tanpa memperdulikan rasa sakit pada tubuhnya yang terbentur lantai akibat menahan tubuh Soraya yang lumayan berat kemudian Delisa meminta pertolongan orang dan membawanya pergi dari tempat tersebut karena Soraya tidak sadarkan diri dan tubuhnya penuh dengan luka.


"Apakah kak Lemos sudah puas dan sangat bahagia karena telah menyakiti Soraya?" tanya Seli sambil mengeluarkan air matanya dengan wajah penuh kecewa terhadap kakak kembarnya.


Bruk


Tubuh Lemos seperti tidak bertulang membuat Lemos langsung jatuh berlutut. Penyesalan teramat sangat karena percaya dengan gadis yang disukainya membuat Lemos terisak.


Untuk Delon yang sempat membenci Soraya juga sangat menyesal karena pengorbanan Soraya sangat besar mau menyerahkan harta berharganya di tambah menjadikan tubuhnya sebagai tameng adik kembarnya yang bernama Sela sedangkan adik kembarnya yang bernama Lemos tidak bertanggung jawab.


"Percuma kakak menangis karena kemungkinan besar kak Soraya ..." ucap Seli menggantungkan kalimatnya.


"Soraya pasti masih hidup, Albert aku mohon tanya ke paman Louis atau paman Max di mana Soraya berada?" mohon Lemos untuk pertama kalinya.


"Aku harap seperti itu tapi sepertinya mustahil karena dua kali kak Soraya jatuh dari tangga, terkena luka tusuk dan di tambah menjadikan tubuh kak Soraya dijadikan tameng hanya keajaiban dari Tuhan, kak Soraya bisa hidup," ucap Seli.


"Albert, aku mohon tolong cari di mana Soraya berada," mohon Lemos tanpa memperdulikan ucapan adik kembarnya sambil berdiri dan berjalan ke arah Presdir Albert.


"Cari juga keberadaan ke tiga gadis ular itu, aku akan memberikan hukuman yang tidak pernah mereka lupakan," ucap Delon sambil menahan amarahnya.