Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Berkumpul


" Semuanya kita berkumpul di ruang keluarga kecuali Quenby, Fico, Aska dan Kasandra." Perintah tuan Saverio yang tidak ingin anak - anak daddy Thomas dan mommy Gloria terluka lagi.


" Bak dad." Jawab mereka serempak.


" Kebetulan sekali, paman akan bicara dengan kalian semuanya termasuk anak - anak daddy." Ucap daddy Alvonso yang meminta 6 anak kembarnya dan 6 menantunya juga ikut berkumpul di ruang keluarga karena dirinya memiliki rencana.


" Aska berjaga lah di depan pintu sampai istrimu membuka pintu, daddy tidak ingin ada yang terluka lagi." Perintah tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Aska patuh.


" Aku akan masuk menemani kak Quenby.'' Ucap Maya yang merasa sangat bersalah karena adik iparnya terluka karena membantu dirinya.


" Ok, kalau begitu Nathan, kamu temani istrimu di sini bersama Aska biar yang lainnya berkumpul di ruang keluarga." Ucap tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Nathan patuh.


Mereka semua menuruni anak tangga satu demi satu hingga ke lantai dasar kemudian mereka berjalan ke arah ruang keluarga setelah sampai di ruang keluarga mereka duduk di sofa masing - masing.


" Apakah tadi mendapatkan informasi dari ke tiga pelayan itu?" Tanya daddy Thomas.


" Salah satu dari mereka menyebutkan Mafia Golden." Ucap tuan Saverio.


" Mafia Golden apa?" Tanya mereka serempak.


" Paman tidak tahu, ketika salah satu pelayan menyebutkan nama Mafia Golden setelah itu mereka berdua ma*i di tembak oleh dua pria tadi." Ucap tuan Saverio.


Mereka terdiam sambil berfikir tentang Mafia Golden karena nama Mafia Golden banyak namanya misalnya Mafia Golden Blue, Mafia Golden Black, Mafia Golden Brown, Mafia Golden Dark Black, Mafia Golden White dan Mafia Golden Red.


" Apakah kalian pernah berurusan dengan salah satu Mafia Golden?" Tanya daddy Alvonso


Hening


Hening


" Aku baru ingat, bukankah Mafia Golden Blue adalah mafia yang waktu itu kita hancurkan? Apakah salah satu dari mereka ada yang hidup dan membalaskan dendam?" Tanya Aleandro


" Oh iya aku juga baru ingat Mafia Golden Blue adalah milik istrinya Kevin, tetapi bukankah istrinya Kevin sudah meninggal?" Tanya Maximus.


" Mungkin dia punya saudara dan melakukan balas dendam." Ucap Yohanes.


" Yang perempuan kita pergi ke dapur yuk." Ajak mommy Laras karena dirinya tahu kalau Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, Aurora istri Yohanes dan Cantika istri Robert akan merasa bosan sama seperti dirinya.


" Baik tante." Jawab mereka serempak.


" Aku ikut." Sambung ke tiga putrinya dan ke tiga menantu perempuannya.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Merekapun pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke arah dapur sedangkan para pria dengan serius membahas masalah Mafia Golden Blue.


" Masih ingat kejadiannya?" Tanya daddy Alvonso.


" Maksud daddy?" Tanya mereka serempak tidak mengerti.


" Maksud daddy di mana tempat kematian istrinya Kevin?" Tanya daddy Alvonso.


" Di jalan xxxxx." Ucap Aleandro.


" Saat itu apakah ada saksi?" Tanya daddy Alvonso.


" Sepertinya tidak ada dad." Jawab Aleandro.


" Tanggal 19 Maret xxxx." Jawab Aleandro, Maximus, Yohanes dan Robert serempak.


" Max coba kamu retas cctv di jalan xxxxx pada tanggal 19 Maret xxxx." Perintah daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Max dengan patuh.


Max mulai mengutak atik laptopnya sedangkan yang lainnya menunggu dengan setia sambil mata mereka melihat sekeliling mansion untuk mencari sesuatu yang mencurigakan.


" Oh iya Leo, bagaimana apakah sudah mengetahui keberadaan paman Thomas dan tante Gloria?" Tanya daddy Alvonso.


" Tunggu sebentar maksud paman, daddy dan mommy masih hidup?" Tanya Aleandro, Maximus dan Robert serempak untuk memastikan pendengarannya karena mereka belum mengetahuinya.


" Maafkan aku kak, aku lupa bilang kalau sebenarnya mommy dan daddy masih hidup hanya saja di tahan oleh mereka." Ucap Yohanes yang merasa bersalah.


" Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Aleandro penasaran begitu pula dengan adik - adik kembarnya.


" Ceritanya nanti saja yang penting sekarang kita harus mencari di mana orang tuamu di sembunyikan." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab mereka dengan patuh karena yang terpenting adalah mommy Gloria dan daddy Thomas segera ditemukan.


" Leo, bagaimana apakah sudah mengetahui keberadaan paman Thomas dan tante Gloria?" Tanya daddy Alvonso mengulangi perkataannya.


" Mobil dan truk tersebut menuju ke sebuah mansion yang sangat luas dan tidak berapa lama ada pesawat terbang kemungkinan mereka melarikan diri ke luar negri." Ucap Leo.


" Si*l." Ucap mereka serempak.


" Kalau begitu, Alvonso, Alvian, Arlan dan Leo utuslah anak - anak kalian ke mansion, cari sesuatu di sana siapa tahu kita menemukan bukti." Perintah daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Alvonso, Alvian, Arlan dan Leo serempak.


Alvonso, Alvian, Arlan dan Leo masing - masing mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak - anak mereka yang sudah beranjak dewasa sedangkan Aleandro, Maximus, Yohanes dan Robert merasa tidak enak hati pasalnya semua keluarga daddy Alvonso dikerahkan untuk mencari daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Paman, berikan tugas untuk kami." Mohon Aleandro yang sudah tidak tahan lagi karena hutang budi terhadap keluarga Alvonso sangat besar.


" Benar kata kak Aleandro paman, terlebih kami merasa tidak enak hati karena paman sekeluarga sering membantu kami dari pertama mencari keberadaan Kevin dan sekarang mencari keberadaan mommy dan daddy.' Sambung Maximus.


" Terlebih aku lebih tidak enak hati." Sambung tuan Saverio.


" Sama aku juga." Sambung Aska.


" Sesama manusia harus saling membantu mungkin saat ini kami bisa membantu kalian tapi siapa tahu di suatu saat nanti kalian menolong keluarga kami. Jadi kalian tenang saja jangan merasa tidak enak hati dengan apa yang keluarga besar lakukan pada kalian." Ucap daddy Thomas.


" Kami sebagai kakak paling tua mengucapkan terima kasih banyak karena telah banyak membantu keluarga kami terlebih membantu menemukan ke dua orang tua kami." Ucap Aleandro yang mewakili kakak paling tua.


" Sama - sama." Jawab daddy Alvonso.


" Tuan Alvonso sangat berbeda yang dulu aku kenal dengan yang sekarang." Ucap tuan Saverio.


" Memang daddy kenal dengan paman Alvonso?" Tanya Aleandro penasaran


" Kenal, tuan Alvonso adalah kakak kelasku dan juga kakak kampusku." Ucap tuan Saverio.


" Panggil namaku Alvonso karena aku bukan majikan mu." Ucap tuan Saverio,


" Ok." Jawab daddy Alvonso dengan nada singkat.


Merekapun masih melanjutkan mengobrol hingga menjelang sore sedangkan di tempat yang berbeda  seorang wanita yang berjalan dengan angkuh mendekati salah satu anak buahnya.


" Bagaimana sudah sadar?" Tanya wanita itu.