Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Quenby dan Fico


" Quenby dan Fico mohon jangan saling menyalahkan karena semua sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar waktu," ucap mommy Gloria.


" Apa yang di katakan mommy kalian benar karena itu jangan pernah saling menyalahkan, ini semua sudah takdir yang tidak bisa kita tolak," sambung daddy Thomas.


" Iya mom, dad," jawab Quenby dan Fico serempak.


" Fico, ini mommy bawakan makanan kesukaanmu tadi mommy dan daddy habis makan di kantin," ucap mommy Gloria.


Mommy Gloria memberikan bungkusan plastik ke Fico dan Fico langsung menerimanya dalam hatinya sangat terharu dengan kebaikan keluarga dari pihak istrinya yang sangat tulus menyayangi dirinya.


Dalam hatinya sangat bersyukur bisa menikah dengan Quenby yang bisa merubah dirinya menjadi laki - laki yang baik karena dirinya menyadari banyak melakukan kejahatan, dirinya berjanji akan menjaga dan menyayangi istri dan juga keluarga istrinya walau nyawa menjadi taruhannya.


" Terima kasih mom, dad.. kok daddy dan mommy repot - repot membelikan makanan untuk Fico, ucap Fico tidak enak hati.


" Daddy dan mommy tidak merasa repot," jawab daddy Thomas.


" Kamu harus makan dan jaga kesehatan, selamat makan dan kami pamit pulang," ucap mommy Gloria.


" Baik mom, mommy dan daddy hati - hati di jalan," ucap Fico.


" Ok, kamu jaga Quenby nanti malam kami akan datang ke sini," ucap mommy Gloria.


" Iya mom, Fico akan jaga Quenby," jawab Fico.


" Mommy dan daddy hati - hati di jalan," ucap Quenby.


cup


" Terima kasih sayang, jaga kesehatan dan ingat jangan banyak pikiran." ucap mommy Gloria kemudian mengecup kening Quenby.


" Iya mom," jawab Quenby


Mommy Gloria dan daddy Thomas pergi meninggalkan mereka berdua setelah Fico dan Quenby mengecup punggung tangan mommy Gloria dan daddy Thomas secara bergantian.


Fico yang melihat ke dua mertuanya sudah pergi langsung membuka makanan yang tadi dibelikan oleh mommy Gloria sedangkan Quenby hanya menatap suaminya membuat Fico menatapnya.


" Kamu mau sayang?" tanya Fico


" Mau, kalau boleh." ucap Quenby sambil jari telunjuk kanan dan jari telunjuk kiri disatukan kemudian dipisahkan begitu terus.


" Kok tertawa sih?" ucap Quenby dengan wajah di tekuk.


" Habis kamu lucu sayang," ucap Fico.


" Memangnya aku badut," jawab Quenby dengan bibir bawahnya dimajukan.


" Bibir jangan dimajukan nanti aku ingin mencium bibirmu," ucap Fico


" Kak Fico kok mesum sih," ucap Quenby


" Mesum sama istri sendiri bolehkan?" tanya Fico


" Harus sama aku mesumnya," ucap Quenby dengan nada cemburu.


" Kamu tahu sayang, walau banyak wanita cantik dan seksi adik kecil milikku ini tidak pernah berpengaruh sama sekali namun ketika dekat dengan istriku yang sangat cantik maka adik kecil milikku ini sangat berpengaruh apalagi ketika istriku tidak menggunakan sehelai benang pun langsung bereaksi dan ingin dimasukkan ke milikmu," ucap Fico.


" Masa sih?" tanya Quenby tidak percaya.


" Pegang lah punyaku," ucap Fico sambil berdiri.


Fico meletakkan kantong plastik ke meja dekat ranjang Quenby kemudian menarik tangan Quenby dengan perlahan untuk diarahkan di bagian bawah perutnya. Quenby merasakan tombak sakti milik suaminya mulai mengeras membuat Quenby menarik tangannya.


" Aku percaya sama kak Fico hanya saja jika kak Fico selingkuh aku tidak akan memaafkan kak Fico," ucap Quenby dengan nada cemburu.


" Terima kasih istriku percaya padaku dan aku tidak akan melanggar kepercayaan istriku sungguh aku sangat senang kamu cemburu karena itu tandanya kamu sangat tulus mencintaiku," ucap Fico sambil kembali duduk di kursi.


Fico mengambil kembali plastiknya yang tadi diletakkan di meja dekat ranjang kemudian membuka plastik tersebut dan mengambil styrofoam yang berisi makanan.


" Mau aku suapi?" tanya Fico


Quenby hanya menganggukkan kepalanya kemudian Fico mulai menyuapi Quenby terlebih dahulu baru dirinya secara bergantian.


Di tempat berbeda sepasang suami istri berjalan ke arah ruang perawatan di mana Maya di rawat, pria paruh baya tersebut membuka perlahan pintu ruang perawatan dan melihat Maya dan Nathan tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


Wanita paruh baya tersebut masuk ke dalam ruang perawatan dengan diikuti oleh suaminya sambil membawa sesuatu.