Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kevin


Kini mereka sudah sampai di rumah Bela, mereka langsung masuk ke dalam rumah hingga mereka bertemu dengan adiknya Bela yang masih memakai seragam SMA.


" Kamu sudah pulang?" Tanya Bela


" Sudah kak, kan tadi ujian akhir jadi pulangnya cepat." Ucap adiknya sambil tersenyum manis.


deg


Jantung Kevin berdetak kencang melihat senyuman adiknya Bela membuat adik kecilnya terasa sesak.


" Oh ya kak, kenalkan ini adikku namanya gadis." Ucap Bela memperkenalkan Kevin ke adik bungsunya.


" Kevin." Ucap Kevin sambil tersenyum manis.


" Gadis." Jawab Gadis sambil membalas senyuman Kevin.


" Pacarnya kak?" Tanya Bela


" Iya pacar kakak, ayo sayang kita ke kamar." Ucap Bela tidak sabar sambil menarik tangan Kevin.


( " Tampan sekali seandainya ******dia****** bukan pacar kakakku aku mau menjadi pacarnya." Ucap Gadis dalam hati ).


Kevin hanya pasrah dan membiarkan Bela menarik tangannya.


" Kamu jaga rumah jangan pergi." Perintah Bela.


" Iya kak." Jawab Gadis


( " Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh kakak dan pacarnya." Ucap Gadis penasaran ).


Bela dan Kevin menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya. Bela yang tidak sabar langsung membuka seluruh pakaiannya begitu pula dengan Kevin. Kevin yang melihat bentuk tubuh adiknya membuat adik Kevin langsung menegang dan membayangkan Bela sebagai Gadis.


" Aku ingin kunci pintu kamar dulu takut adikku masuk ke dalam." Ucap Bela sambil mengunci pintu tapi di tahan oleh Kevin.


" Jangan, lebih baik dia melihat adegan suami istri." Ucap Kevin sambil membuka pintu sedikit.


" Kenapa?" Tanya Bela dengan nada bingung.


" Bukankah kamu akan menjadi kekasih bosku dan adikmu akan menjadi kekasih adik bosku. Kalau kalian cocok otomatis kalian akan menikah jadi adikmu harus tahu seperti apa hubungan suami istri." Ucap Kevin merayu.


" Baiklah, ayo kita lakukan sekarang." Ucap Bela tanpa curiga sedikitpun terhadap Kevin.


Kevin mulai memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup adik kecilnya masuk ke dalam gua yang sudah mulai longgar hingga terdengar suara merdu dari mulut mereka berdua. Apa yang dilakukan oleh mereka dilihat jelas oleh Gadis membuat Gadis menginginkan nya dan langsung berjalan ke arah kamarnya.


Setelah satu jam lebih dengan berbagai gaya akhirnya keluarlah lahar milik Kevin dan dimasukkan ke dalam rahim Bela. Bela langsung lemas sedangkan Kevin masih segar dan hanya tersenyum menyeringai melihat Bela kelelahan.


" Tidurlah dulu, nanti kita lanjutkan lagi." Ucap Kevin


Bela hanya menganggukkan kepalanya dan tidak lama Bela tertidur pulas. Kevin yang melihat Bela tertidur langsung keluar tanpa memakai pakaian hingga dirinya mendengar suara merdu dari sebelah kamar Bela. Kevin mendorong perlahan dan melihat Gadis sedang melakukan masturb**i dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun membuat Kevin mendorong pintu kamarnya.


" Kalau main sendiri tidak enak, bagaimana kalau kakak bantu?" Goda Kevin sambil tersenyum


Gadis sangat terkejut dan langsung menutupi tubuh polosnya dengan selimut membuat Kevin masuk ke dalam dan menutup pintu kamar Gadis dan menguncinya.


" Apa yang kakak lakukan?" Tanya Gadis melihat tubuh polos Kevin dengan wajah pucat.


Gadis langsung menutup bagian privasinya dengan satu tangan dan satunya lagi di gunakan untuk menutupi dua gunung kembarnya.


" Kak Kevin, aku mohon jangan lakukan ini, aku belum menikah dan aku ingin memberikan mahkota berhargaku untuk suamiku kelak." Mohon Gadis


" Tenang saja kakak tidak akan melakukan itu." Ucap Kevin sambil menaiki tubuh Gadis.


" Maksud kakak apa? Aku tidak mengerti." Ucap Gadis.


" Kamu tenang saja kakak akan puasin kamu tanpa melakukan hubungan suami istri." Ucap Kevin dengan nada semakin berat.


" Aku tidak meng.... mmpphht..." Ucapan Gadis terhenti karena Kevin mencium Gadis dengan lembut sambil salah satu tangannya memainkan salah satu pucuk himalaya.


Gadis yang baru pertama kali tubuhnya di sentuh oleh seorang pria membuat tubuhnya seperti tersetrum hingga akhirnya keluar suara merdu dari mulut Gadis. Kevin yang mendengarnya membuatnya semangat dan memberikan titik sensitif hingga Gadis mengalami orgas*e untuk pertama kalinya.


Kevin hanya tersenyum menyeringai kemudian memberikan titik sensitif membuat Gadis mendesah kembali hingga Kevin menarik tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke area privasi Gadis dan memainkan apem dengan menjulurkan lidahnya membuat Gadis menekan kepala Kevin.


Tubuh Gadis naik ke atas merasakan kenikmatan yang tiada terkira hingga Gadis menginginkan lebih.


" Kak Kevin aku mohon masukkan punyamu." Mohon Gadis.


" Kamu serius." Tanya Kevin sambil kepalanya mendongak ke arah Gadis yang sudah benar-benar terangsa*g berat.


Gadis menganggukkan kepalanya karena dirinya sudah tidak bisa menahannya membuat Kevin tersenyum menyeringai. Kevin kembali menaiki tubuh Gadis sambil memainkan salah satu gunung kembarnya dan memasukkan adik kecilnya yang sangat sempit. Baru saja helmnya masuk Gadis menjerit kesakitan.


" Kak Kevin, berhenti sakit." Ucap Gadis sambil mendorong tubuh Kevin tapi tenaganya kalah jauh.


" Lama-lama enak sayang." Ucap Kevin yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Baru kali ini Kevin merasakan lubang yang sangat sempit karena dulu bersama Bela, Bela sudah pernah melakukan bersama pria lain. Kevin kembali memberikan titik sensitif membuat Gadis melupakan perih bagian sensitifnya.


jleb


" Akhhhhhhhh... sakit!!" Teriak Gadis sambil mendorong tubuh Kevin kembali tapi tenaganya kalah jauh.


Di hentakkan pertama dan ke dua Kevin tidak berhasil barulah dihentakkan ke tiga Kevin berhasil membobol gawangnya yang super sempit itu. Kevin mendiamkan adik kecilnya agar Gadis terbiasa sambil memberikan titik sensitif agar rasa perihnya berkurang.


Gadis yang merasakan perih di bagian sensitifnya lama-lama hilang dan berangsur nikmat. Kevin menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga satu jam lamanya barulah laharnya keluar dan sengaja dimasukkan ke dalam. Kevin menarik tubuhnya dan menggulingkan tubuhnya ke arah samping Gadis dan memeluknya.


" Hiks... hiks... Kak Kevin harus bertanggung jawab untuk menikah denganku." Ucap Gadis sambil terisak dan membalas pelukan Kevin.


" Tentu saja kakak akan bertanggung jawab menikah denganmu." Ucap Kevin


" Lalu kak Bela bagaimana? Apa kakak berencana menikahi dua-duanya?" Tanya Gadis.


" Kakakmu akan menikah dengan bosku dan aku akan menikah denganmu." Ucap Kevin berbohong.


" Sebentar, tadi aku dengar kalau kak Bela akan menikah dengan bos kak Kevin dan aku akan menikah dengan adiknya bos kak Kevin kalau kami cocok, apakah itu benar?" Tanya Gadis.


" Awalnya seperti itu tapi sejak kita melakukan ini aku tidak ingin kamu dimiliki oleh pria lain selain aku." Dusta Kevin.


( " Sebenarnya aku suka tapi demi balas dendamku aku terpaksa memberikanmu pada pria psychophat itu." Ucap Kevin dalam hati ).