
Gadis tersebut hanya diam sambil berusaha bangun sedangkan pria berwajah sangar itu melihat tubuh polos gadis itu membuat pria berwajah sangar itu ingin melakukannya lagi.
Pria berwajah sangar itu menarik tangan gadis itu hingga menimpa tubuhnya kemudian membalikkan badannya dan kini tubuh gadis tersebut berada di bawah kukungan pria berwajah sangar itu.
" Tubuhmu membuatku ketagihan, aku akan melakukan bersamamu sampai aku merasa bosan dan setelah aku bosan kamu aku lempar ke para anak buah ku," ucap pria berwajah sangar itu tanpa punya rasa empati sedikitpun.
Pria itu pun melakukan perbuatan bejat tersebut sedangkan gadis tersebut hanya bisa mengeluarkan air matanya menangisi nasib buruknya.
( ' Maya, aku sangat membencimu!!! Kamu hidup bahagia dengan suamimu yang sangat tampan dan sangat kaya sedangkan aku bersama pria yang sangat menjijikkan dan mengambil harta berhargaku yang paling berharga yang selama ini aku jaga. Tunggu saja pembalasan dariku yang tidak pernah kamu duga sebelumnya karena aku sangat membencimu dan kamu harus membayar semua penderitaan ku ini," ucap gadis cantik tersebut dalam hati ).
Gadis cantik tersebut menahan rasa sakit pada tubuhnya bersamaan menahan rasa dendam dan iri hati atas keberuntungan Maya sedangkan di tempat berbeda Maya dan Nathan sedang berbaring di ranjang sambil berpelukan.
" Hatcih... sstttttt..."
Maya yang sedang tertidur pulas tiba - tiba terbangun sambil bersin membuat Maya meringis menahan rasa sakit. Nathan yang mempunyai telinga tajam walau sudah tertidur dengan pulas mendengar Maya meringis membuat Nathan ikut terbangun bersamaan ke lima anaknya serempak ikut menangis.
Nathan langsung turun dari ranjang kemudian mengambil botol yang berisi susu yang sudah disiapkan oleh Maya untuk diberikan ke dua anak perempuan kembarnya sedangkan Maya perlahan turun dari ranjang karena bekas jahitan di perutnya masih terasa perih bersamaan pintu kamar mereka di ketuk oleh seseorang.
Tok Tok Tok
" Masuk," ucap Nathan
Ceklek
Yohanes membuka pintu dengan lebar kemudian Aurora dan dokter Kasandra berjalan ke arah box bayi dan di susul oleh Yohanes. Masing - masing menggendong bayi kembar tersebut sambil memberikan botol yang berisi susu begitu pula dengan Maya untuk memberikan asi ke salah satu anaknya.
" Kak Nathan, aku yang pegang botol susu nya ya," pinta Yohanes
" Ok, " jawab Nathan singkat.
" Terima kasih ya, sudah membantu kakak," ucap Nathan.
" Sama - sama kak," jawab mereka serempak.
" Kak Nathan, aku jadi ingat mommy bagaimana mommy dan daddy sibuk mengurus kita waktu kita masih bayi," celetuk Yohanes.
" Ya benar, kalau tidak ada kalian salah satu anak kakak masih menangis karena belum mendapatkan jatah susu," jawab Nathan.
" Oh ya Aurora sudah hamil berapa minggu?" tanya Maya.
" Mau jalan 8 minggu," jawab Aurora sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit.
" Kata kak Nathan kembar, selamat ya," ucap Maya.
" Terima kasih, iya kembar aku saja kaget kalau anak kami kembar waktu di USG," jawab Aurora.
" Itu karena suami kita kembar makanya anak kita juga ikut kembar," jawab Maya.
" Betul itu," jawab Aurora.
" Hahahaha..." mereka tertawa bersama.
" Sstttttt..." ringis Maya.
" Ada apa sayang?" tanya Nathan dengan nada kuatir.