Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Berenang


" Mommy mau kemana?" Tanya daddy Thomas sambil ikut berdiri dan menyusul istrinya.


" Sayang mau kemana?" Tanya Maximus sambil ikut berdiri dan menyusul istrinya.


" Dasar bucin." Ledek Aleandro dan Nathan serempak.


" Maya, kakak ingin tidur sama kamu." Ajak Cantika istri Aleandro.


" Boleh kak, aku juga ingin tidur sama kak Cantika." Jawab Maya istri Nathan.


" Jangan!!!" Teriak Aleandro dan Nathan serempak sambil memeluk istrinya masing - masing dari arah samping.


" Dasar bucin." Ledek Yohanes


" Yohanes." Panggil Aleandro dan Maximus serempak.


" Weee..." Ledek Yohanes sambil berlari sebelum ke dua kakak kembarnya menjewer dirinya.


" Awas ya nanti malam pertama kakak gangguin." Ancam Aleandro.


" Iya kak kita gangguin saja." Ucap Nathan.


" Maya sepertinya nanti malam jadi." Ucap Cantika.


" Iya kak, kita pergi yuk." Ucap Maya sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian berdiri.


" Ayuk." Jawab Cantika ikut melepaskan pelukannya dan berdiri.


" Mau kemana sayang?" Tanya Aleandro.


" Sebentar lagi dekorasi pengantin akan datang untuk merias mansion ini dan mommy memintaku dan Claudia untuk memantau dekorasi ." Ucap Cantika mengulangi perkataan mommy Gloria.


" Kakak akan menemanimu." Ucap Aleandro ikut berdiri dan memeluk istrinya dari arah samping, merekapun pergi meninggalkan ruang keluarga.


" Mau kemana sayang?" Tanya Nathan sambil ikut berdiri dan memeluk istrinya dari arah samping.


" Mau melihat dekorasi pengantin." Ucap Maya sambil membalas pelukan suaminya.


" Kakak akan menemanimu." Ucap Nathan.


Merekapun pergi meninggalkan ruang keluarga meninggalkan dokter Kasandra bersama suaminya Aska dan Cantika bersama suaminya Robert.


" Kita susul mereka yuk." Ajak dokter Kasandra.


" Ayuk." Jawab mereka serempak.


Mereka pun pergiĀ  meninggalkan ruang keluarga menuju ke tempat ruangan utama di mana akan diadakan acara pernikahan dua sekaligus. Mereka melihat mommy Gloria dan daddy Thomas membantu merias dekorasi pernikahan bersama anak - anaknya dan para menantunya. Dokter Kasandra, Aska, Cantika dan Robert ikut membantu hingga setengah jam kemudian Maya merasakan lelah karena dirinya sedang hamil.


" Sayang, aku lelah dan kepalaku tiba - tiba pusing." Ucap Maya sambil berdiri dan memegang lengan suaminya agar tidak terjatuh.


" Kamu istirahat May." Ucap mommy Gloria.


" Nathan, Maya di gendong." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab Nathan


" Tapikan belum selesai." Ucap Maya tidak enak hati.


" Santai saja yang penting kamu dan ke lima cucu oma dan opa baik - baik saja." Ucap mommy Gloria.


" Banyak yang bantu jadi kamu istirahat saja dan jaga cucu opa dan oma." Sambung daddy Thomas.


" Baik mom, dad." Jawab Maya.


Nathan menggendong Maya ala bridal style membuat Maya mengalungkan ke dua tangannya ke leher Nathan, mereka pun berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua sedangkan yang lainnya masih saling membantu hingga tidak terasa akhirnya selesai sudah.


" Lelahnya." Ucap mereka serempak sambil duduk di sofa.


" Tahu saja kami haus." Jawab mereka serempak.


Kepala pelayan hanya tersenyum sedangkan mommy Gloria, daddy Thomas berserta anak - anak dan para menantunya mengambil gelas yang berisi minuman lemon Thea dan langsung meminumnya.


" Terima kasih." Ucap mereka serempak lagi.


" Sama - sama nyonya besar, tuan besar, nyonya muda dan tuan muda." Jawab kepala pelayan kemudian menundukkan kepalanya dan meninggalkan mereka.


" Segarnya." Ucap serempak anak - anak dan para menantu daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Setelah ini bagaimana kalau kita berenang bersama para cucu." Usul mommy Gloria.


" Setuju." Jawab mereka serempak.


" Ayo kita berenang." Ajak daddy Thomas sambil berdiri dan menarik tangan istrinya.


" Ayo dad, mom." Jawab mereka serempak sambil berdiri.


Daddy Thomas dan mommy Gloria berjalan ke taman belakang di mana terdapat dua kolam renang yang berukuran besar ada yang dalam khusus dewasa dan ada yang tidak dalam untuk anak - anak sedangkan anak - anak dan para menantu menemui anak - anak mereka untuk berenang bersama.


Quenby, Nathan dan Yohanes yang berada di balkon melihat ke dua orang tuanya berenang bersama saudara - saudara kembarnya membuat Quenby, Nathan dan Yohanes ingin berenang bersama. Mereka pun langsung keluar dari kamarnya masing - masing untuk berenang.


" Sayang, kakak ingin berenang bersama keluarga." Ucap Nathan.


" Aku ikut ya." Ucap Maya.


" Perutmu tidak apa - apa?" Tanya Nathan


" Tidak apa - apa sayang." Jawab Maya.


" Ok, kita berenang." Ajak Nathan


Nathan dan Maya keluar dari kamarnya bersamaan pintu Yohanes ikut terbuka mereka menuruni anak tangga dan Yohanes melihat punggung Aurora dan Quenby yang sedang menuruni anak tangga.


" Mau kemana?" Tanya Yohanes.


" Mau berenang." Ucap Quenby dan Aurora serempak.


" Aku juga mau berenang." Ucap Yohanes.


" Kami juga." Jawab Nathan.


" Kalau begitu kita jalan bersama ke taman belakang." Ucap Quenby.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Mereka pun berjalan ke taman belakang menuju ke kolam renang, mereka melihat keluarganya sedang asyik berenang bersama sambil tertawa bersama membuat Maya mengambil ponselnya untuk merekam video.


" Kalian berenang saja, aku mau duduk di kursi dekat kolam renang." Ucap maya.


" Katanya mau berenang?" Tanya Nathan.


" Iya sih tapi sekarang berubah pikiran aku ingin duduk - duduk di kursi menikmati angin semilir sambil merekam video." Jawab Maya.


" Baiklah." Jawab Nathan


Merekapun melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah lima menit mereka melakukan salto dan masuk ke dalam kolam renang sedangkan Maya merekam anggota keluarganya membuat Maya tersenyum bahagia.


' Dulu ketika aku menikah dengan kak Kevin, kak Kevin tidak pernah menyentuhku hanya berpegangan tangan dengan alasan jika lebih dari itu takutnya kami melakukan hubungan suami istri hingga kami membeli rumah baru. Jika saja saat itu orang tua kak Kevin dan ke dua adik iparku tidak datang mungkin kami sudah melakukan hubungan suami istri karena pada saat itu kak Kevin ingin menciumku dan bisa dipastikan dari ciuman bisa merembet kemana - mana.' Ucap Maya dalam hati.


' Mereka datang seperti aku yang menumpang di rumah mereka dan memperlakukanku seperti seorang pelayan di rumahku sendiri membuat perasaanku semakin lama menghilang. Aku selalu menolak jika kak Kevin menciumku ataupun memintaku melakukan hubungan suami istri karena aku sangat kecewa dengan sikap Kevin yang tidak perduli memikirkan masalah keuangan dan di tambah sikap semena - mena ke dua mertuaku dan ke dua adik iparku yang tidak punya rasa malu.' Sambung Maya dalam hati.


' Saat itu hatiku sangat hancur tapi aku berusaha untuk tegar hingga aku bertemu dengan seorang pria tampan awalnya aku sangat membencinya karena mulutnya yang mengeluarkan kata - kata pedas tapi seiring dengan waktu aku merasakan nyaman dan terlindung dari orang yang menyakitiku. Kak Nathan aku sangat bahagia menikah denganmu, terima kasih kamu hadir dalam kehidupanku terlebih keluarga besar mu mau menerimaku apa adanya dan menyayangiku seperti putrinya sendiri. Aku berjanji untuk selalu setia dan melindungi sekuat tenagaku untukmu dan juga keluargamu walau nyawa menjadi taruhan ku." Sambung Maya kembali dalam hati.


Tanpa sepengetahuan Maya seorang pria tampan berjalan dengan perlahan mendekati Maya yang sedang melamun dengan ponselnya di arahkan ke keluarga daddy Thomas dan mommy Gloria.