Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bisikkan


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dan berbeda lantai tepatnya di lantai empat, mommy Maya bersama ke tiga iparnya yang bernama Aurora sahabat sekaligus istri Yohanes, dokter Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert.


Ke empat wanita cantik ini berjalan sambil membawa pistol untuk mencari keberadaan musuh sekaligus membantu para pria yang sedang bertarung melawan para musuh.


"Di arah jam dua ada empat pria berpakaian serba hitam datang ke arah kita, kita bersembunyi dulu," ucap mommy Maya.


"Kenapa kita tidak langsung menembaknya?" tanya Aurora.


"Kita tidak tahu apakah mereka musuh atau keluarga opa Alvonso jadi kita bersembunyi dulu," jawab mommy Maya.


"Ok," jawab ke tiga nya serempak.


(''Maya mereka anak angkat ku Baron, Charli, Harlan dan Alex," ucap mommy Laras dengan menggunakan handset)


("Baron, Charli, Harlan dan Alex?" tanya ulang mommy Maya).


("Cerita Baron, Charli, Harlan dan Alex baca di novel karangan Yayuk Triatmaja dengan judul Perjalanan Cinta Sang Psychophat dan Cinta Satu Malam Bersama Mafia 1 dan 2," jawab mommy Laras).


("Baik mom, nanti Maya akan baca novelnya," jawab mommy Maya).


"Mereka berempat anak angkat tante dan paman Alvonso," ucap mommy Maya sambil keluar dari persembunyian.


"Apa kita bergabung bersama mereka?" tanya Aurora yang juga keluar dari persembunyian dengan diikuti yang lainnya.


"Bagus juga usul mu," jawab mommy Maya.


Ke empat wanita itu pun berjalan ke arah ke empat pria tampan tersebut namun baru beberapa langkah berjalan mereka melihat empat pria dengan menggunakan pakaian serba hitam mengarahkan pistolnya ke arah empat pria tampan tersebut.


"Ada musuh datang, aku yang sebelah kiri," ucap mommy Maya.


"Aku pria yang sebelah kanan," ucap dokter Kasandra.


"Aku pria yang bersembunyi di balik pintu," ucap Cantika istri Robert.


"Berarti aku pria yang satunya," sambung Aurora


Ke empat wanita itu masing - masing mengarahkan pistolnya ke arah yang tadi mereka katakan hingga terdengar 4 suara tembakan membuat Baron, Charli, Harlan dan Alex mencari empat sumber suara pistol yang berbunyi bersamaan sambil ke empat pria tampan itu bersiap untuk menyerang balik.


"Akhhhhhhhh..."teriak ke empat pria tersebut.


Bruk               Bruk            Bruk                   Bruk


"Kak Baron, kak Charli, kak Harlan dan kak Alex kami adalah keluarga besar Daddy Thomas," ucap Maya yang melihat mereka mengarahkan pistolnya ke arah mommy Maya, Aurora, Kasandra dan Cantika.


Selesai berbicara ke empat wanita tersebut berjalan ke arah ke empat pria tersebut sedangkan ke empat pria tersebut menurunkan pistolnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Baron karena mereka hanya disuruh datang tanpa diberi penjelasan.


"Waktu paman Alvonso keluar dari kamarnya tiba - tiba terdengar suara keras dan ternyata itu bom dan membuat pintu lift rusak parah dan akibatnya paman Alvonso dan kak Max terkena serpihan bom selain itu banyak musuh yang menyerang keluarga besar daddy Thomas dan keluarga besar paman Alvonso," jawab mommy Maya menjelaskan secara singkat.


"Apa??? bagaimana keadaan daddy dan Max?" tanya ke empat pria tersebut sambil menahan amarahnya.


"Sudah diobati sama kak Katarina," jawab mommy Maya.


"Waktu kami keluar dari kamar paman Alvonso dan kak Max masih belum sadarkan diri," sambung dokter Kasandra.


"Pantas saja kami menggunakan lift tidak bisa," jawab Charli.


"Sekarang kalian mau kemana?" tanya Harlan.


Kami mencari musuh begitu pula dengan yang lainnya," jawab mommy Maya.


"Kalau begitu kita cari bersama - sama," usul Harlan.


"Lebih baik kamu bersama mereka biar kami bertiga yang pergi ke arah lain," ucap Baron.


Baron tidak mungkin pergi bersama ke empat wanita tersebut bukan kenapa - napa tapi Baron, Charli dan Alex adalah tiga pria psychophat jadi tidak mungkin menyiksa di depan ke empat wanita tersebut.


"Aku setuju," ucap Charli dan Alex bersamaan.


"Baiklah kalau begitu, aku bersama mereka ke arah kiri dan kalian bertiga ke arah kanan," ucap Harlan yang mengerti kenapa ke tiga pria tersebut tidak ingin bersama ke empat wanita tersebut.


"Ok,"jawab Baron, Charli dan Alex bersamaan.


Mereka pun berpisah untuk mencari musuh hingga beberapa saat terdengar suara teriakan kematian yang saling bersahutan hingga satu jam kemudian semua musuh habis tanpa sisa dan kini mereka berada di lantai dasar menuju ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil masing - masing menuju ke rumah sakit karena daddy Alvonso dan Max sudah di bawa ke rumah sakit dan dalam perawatan.


"Honey aku ingin pergi ke jalan xxxxx No. delapan puluh satu," ucap Katarina ketika mereka berada di dalam mobil.


"Mau ngapain ke sana?" tanya Mikael.


"Dalang di balik penyerangan ini adalah Mafia Golden Rose dan nama ketuanya tuan Shin Thing," jawab Katarina.


"Aku ikut dan kita bawa anggota keluarga kita lainnya," ucap Mikael sambil membuka pintu mobilnya begitu pula dengan Katarina.


Ke enam anak daddy Alvonso berserta pasangan masing - masing yang melihat Mikael dan Katarina keluar dari mobil ikut keluar dari mobil begitu pula dengan ke lima anak angkatnya berserta pasangan masing - masing yang bernama Baron, Charli, Alex, Louis dan Harlan serta ke tujuh anak dan menantu daddy Thomas karena ke dua orang tuanya daddy Thomas dan mommy Gloria sudah berada di rumah sakit bersama mommy Laras dan para sahabatnya.


"Katarina ingin pergi ke jalan xxxxx No. delapan puluh satu karena dalang di balik penyerangan ini adalah Mafia Golden Rose dan nama ketuanya tuan Shin Thing," jawab Mikael.


"Apa?? papi akan ikut," ucap Dennis.


"Aku juga," jawab mereka serempak.


"Lebih baik bagi dua saja pi," usul Katarina.


"Maksudnya?" tanya papi Dennis.


"Sebagian pergi ke markas Mafia Golden Rose dan sebagian lagi pergi ke rumah sakit karena kita tidak tahu siapa musuh kita dan bisa saja musuh menyamar menjadi dokter atau pun perawat untuk berbuat jahat sama opa Alvonso dan paman Max ," jawab Katarina menjelaskan.


"Betul juga katamu, kalau begitu yang pergi ke markas siapa dan ke rumah sakit siapa?" tanya Dennis.


"Dari keluarga besar daddy Alvonso lebih baik biar aku, Alvian, Arlan, Leo, Dennis, Baron, Charli, Alex, Louis, Leo dan Harlan untuk yang lainnya pergilah ke rumah sakit," jawab Alvonso putra pertama daddy Alvonso dengan mommy Laras.


"Anak - anak kita yang laki - laki tidak di ajak?' tanya Alvian.


"Tidak, lebih baik mereka menjaga opa dan paman Max," jawab Alvonso.


"Jangan lupa yang bisa IT retas rumah sakit dan perhatikan baik - baik apakah ada gerakan yang mencurigakan," ucap Alvian.


"Ok," jawab mereka serempak.


Merekapun membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil masing - masing meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit.


"Dari keluarga besar paman Thomas ada yang ikut?" tanya Alvonso.


"Ada, aku, Maximus, Fico, Nathan, Yohanes, Aska, Kasandra dan Robert." ucap Aleandro.


"Aku juga mau ikut," ucap mommy Maya.


"Lebih baik kamu bersama para ipar pergi ke rumah sakit," ucap daddy Nathan.


"Tidak dad, mommy mau ikut," jawab mommy Maya.


"Kasandra saja bisa ikut masa aku tidak boleh ikut," sambung mommy Maya ketika suaminya ingin mengatakan kalau dirinya keberatan jika istrinya ikut.


"Kasandra kan dokter makanya boleh ikut," jawab daddy Nathan beralasan.


"Pokoknya aku ikut," ucap mommy Maya bersikeras sambil berjalan mendekati suaminya kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga suaminya.


(''Jika daddy melarang mommy ikut maka adik kecil milik daddy harus berpuasa selama sebulan," ancam mommy Maya dengan nada berbisik).


Deg


Deg


Jantung daddy Nathan berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan ancaman mommy Maya yang membuat jantungnya berdetak kencang.


Tujuh hari tidak melakukan hubungan suami istri saja kepala daddy Nathan terasa pusing ketika mengetahui istrinya kedatangan tamu bulanan nah ini sebulan kepalanya pasti sangat pusing terlebih dirinya tipe laki - laki setia sama seperti ke tiga saudara kembarnya yang laki - laki.


"Ancaman mommy jelek," ucap daddy Nathan dengan wajah di tekuk.


"Biarin," jawab mommy Maya cuek.


"Karena aku tidak boleh ikut ayo kita pergi ke rumah sakit," ajak mommy Maya sambil membalikkan badannya.


"Ok," jawab mereka serempak.


Grep


"Tunggu, mommy boleh ikut," ucap daddy Nathan tiba - tiba sambil memegang tangan mommy Maya.


"Benar nih ikut?" tanya mommy Maya sambil membalikkan badannya dan tersenyum.


"Iya ikut, ayo kita berangkat sekarang," ajak daddy Nathan.


"Aku juga ikut ya," pinta Cantika istri Aleandro.


"Aku juga," sambung Claudia, Quenby, Aurora dan Cantika serempak.


"Tidak," jawab para suaminya masing - masing dengan serempak.


"Kenapa Maya boleh ikut?" tanya Cantika istri Aleandro dengan nada protes.


"Karena suaminya mengijinkan," jawab Aleandro yang tidak tahu apa yang dibisikkan oleh adik iparnya.


"Maya apa yang kamu bisikkan ke suamimu?" tanya Cantika istri Aleandro penasaran.


"Kasih tahu kami donk," pinta ipar - iparnya yang ingin ikut bertarung.