
" Jika ada yang bertanya kita tinggal bilang bahwa mereka semua di pecat dan melawan para pemimpinnya hingga kita menangkapnya namun di tengah jalan menuju ke kantor polisi mereka berusaha memberontak dan merebut kemudi dan berakhir mereka masuk ke dalam jurang," jawab daddy Thomas.
" Tapi kita kan tidak ada bukti kalau mereka saling berebut stir kemudi," ucap Nathan
" Kata siapa kita tidak ada bukti?" tanya daddy Thomas.
" Daddy punya? dapat darimana bukti itu dad?" tanya Aleandro dengan nada terkejut,
" Siapa lagi kalau bukan tante Laras yang memberikan bukti cctv? tanya daddy Thomas.
" Sebenarnya bukti cctv itu milik keluarga besar paman Alvonso waktu para musuh sedang menyerang mereka, jadi kita bisa menggunakan cctv ini sebagai bukti bagaimana mereka meninggal secara tragis." sambung daddy Thomas.
" Bagus juga ide tante Laras," puji Nathan
" Betul, sekarang kita keluar ruangan karena kita sudah terlalu lama di sini, karena istri - istri kita pasti menunggu kita di ruang keluarga," ucap daddy Thomas.
" Baik dad," jawab mereka serempak.
Merekapun berdiri dan satu persatu keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruang keluarga untuk berkumpul bersama istri mereka masing - masing.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siang berganti sore dan sore berganti malam begitu pula malam berganti pagi seperti biasa sesudah sarapan bersama mereka berkumpul di ruang keluarga.
Seperti yang dikatakan daddy Thomas kalau daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert berangkat ke perusahaan milik Nathan dan Yohanes.
Singkat cerita mereka hampir sampai di perusahan mereka melihat di depan gedung perusahaan banyak orang demo sama seperti yang dikatakan oleh daddy Thomas.
" Benar kata daddy, anggota keluarganya demo," ucap Nathan
" Hubungi sekuriti untuk menyiapkan layar proyektor dan mic setelah siap suruh orang yang demo masuk ke dalam lobby, daddy akan berbicara dengan mereka," ucap daddy Thomas.
" Aleandro ini usb jika nanti daddy menjentikkan jari kamu menekan tombol play video pertama dan jika nanti daddy menjentikkan jari kembali maka kamu putar ke video ke dua begitu pula dengan video yang ke tiga juga sama," perintah daddy Thomas sambil mengambil usb di saku jasnya dan diberikan ke Aleandro.
" Baik dad," jawab Aleandro patuh sambil menerima usb tersebut kemudian menyimpannya di saku jasnya.
Yohanes pun menghubungi sekuriti dan mengatakan apa yang diperintahkan oleh daddy Thomas, setelah selesai menghubungi Nathan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. dua belas menit kemudian kini mereka sudah berkumpul di lobby.
" Selamat pagi, sebelumnya perkenalkan namaku Thomas Alexander ayah dari pemilik perusahaan ini yaitu Yonathan Alexander dan Yohanes Alexander," ucap daddy Thomas memperkenalkan dirinya.
Yonathan berdiri di samping kanan daddy Thomas dan Yohanes di samping kiri daddy Thomas sedangkan Maximus, Fico, Aska dan Robert menatap ke sekeliling ruangan untuk berjaga - jaga jika ada musuh datang tanpa mereka duga sama sekali.
Karisma yang dipancarkan oleh daddy Thomas membuat orang - orang yang tadi berdemo kini terdiam menunggu kalimat selanjutnya.
" Kami tahu kalian semua kehilangan anggota keluarga kalian tapi sebelumnya kami akan memperlihatkan rekaman cctv tentang kejadian kemarin pagi," ucap daddy Thomas sambil menjentikkan jarinya.
Aleandro menekan tombol play video pertama dan semua orang menontonnya dengan serius, hingga tidak berapa lama video pertama sudah selesai mereka serempak menundukkan kepalanya karena mereka sangat malu karena ternyata anggota keluarganya sangat jahat dan tidak mempunyai rasa kemanusiaan terhadap seorang wanita.
" Kalian tahu, wanita yang pingsan itu adalah menantuku pemilik perusahaan ini, menantu kesayanganku datang ke perusahaan ini karena menantuku sedang hamil dan mengidam ingin bertemu dengan suaminya. Tapi mereka dengan teganya menertawakan, berbicara kasar dan juga menghina karena itulah mereka semua kami panggil ke ruang meeting," ucap daddy Thomas sambil menjentikkan jarinya kembali.
Aleandro menekan tombol play video ke dua dan semua orang menontonnya dengan serius di mana anggota keluarganya yang berkerja di perusaan ini merasa bertambah bersalah karena anggota keluarga mereka yang berkerja di perusahaan tanpa punya empati sedikitpun dengan mengeroyok dan memukul tanpa ampun seperti orang kesuru*an memukul tanpa henti, perkelahian yang tidak seimbang membuat mereka menahan amarahnya pada anggota keluarganya yang sudah meninggal.
" Mereka adalah ke dua putraku Nathan dan Yohanes serta putriku Kasandra, Mereka telah membuat menantuku tidak sadarkan diri di tambah lagi mereka telah menyiksa suaminya yaitu putraku Nathan," ucap daddy Thomas.
Daddy Thomas menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menjentikkan jarinya ke arah Aleandro dan Aleandro menekan tombol play video ke tiga di mana video ke tiga ini adalah video terakhir dan semua orang kembali menontonnya dengan serius.
Mereka melihat iringan mobil yang sama hingga lima menit kemudian di jalan yang sepi iringan mobil tersebut tiba - tiba oleng ke kiri dan oleng ke kanan dan tidak berapa lama iringan mobil tersebut jatuh ke jurang dan tidak berapa lama mobil itu pun meledak saling bersahutan.
" Kami menyuruh anak buah kami untuk menangkap anggota keluarga kalian yang telah berbuat anarkis untuk dimasukkan ke dalam penjara namun sayang di pertengahan jalan yang sepi anggota keluarga kalian ingin menyabotase mobil milik kami dan berakhir masuk ke dalam jurang," ucap daddy Thomas menjelaskan ke mereka.