
Tidak berapa lama Lemos menangis rasa penyesalan teramat sangat membuat dadanya terasa sesak membuat Lemos memukul dadanya tanpa memperdulikan orang - orang yang berada di ruang perawatan sedangkan mommy Maya yang melihatnya langsung berlutut dan memeluk tubuh Lemos sambil mengusap punggungnya agar mengurangi rasa sesaknya.
"Mommy, kenapa Lemos sangat jahat? Kenapa Lemos tidak bisa menahan amarah Lemos?" tanya Lemos sambil membalas pelukan mommy Maya.
"Mulai sekarang belajarlah untuk menahan amarahmu, selidiki dulu dengan benar dan jangan percaya dengan apa yang dikatakan orang lain," ucap mommy Maya.
"Mommy, wanita ular itu harus di hukum berat gara - gara dia Soraya dan Sela menderita terlebih Soraya," ucap Lemos sambil menahan amarahnya terhadap gadis yang disukainya.
"Lemos, mommy bilang apa tadi? Tahan emosimu biarkan daddy dan Alvonso yang menghukum mereka," ucap mommy Maya.
("Tentu saja mereka bertiga harus di hukum berat karena telah membuat putri kesayanganku celaka dan juga sengaja mencelakai putraku dengan obat perang sang hal itu membuat Soraya mengorbankan segalanya baik harta berharganya juga menjadikan tubuhnya sebagai tameng putriku kalau tidak bisa dipastikan terjadi sesuatu dengan Sela," ucap mommy Maya dalam hati sambil menahan amarahnya).
Ketika Lemos ingin mengatakan sesuatu tiba - tiba ponsel mommy Maya berdering membuat mommy Maya melepaskan pelukannya begitu pula dengan Lemos. Mommy Maya langsung berdiri sambil membuka tasnya dan mengambil ponselnya yang di simpannya di dalam tas.
"Daddy," ucap mommy Maya.
"Tolong di loud speaker mom," pinta Delon.
"Ok," jawab mommy Maya sambil menggeser tombol hijau kemudian menekan loud speaker.
("Hallo dad," panggil mommy Maya).
("Dua di antara ke tiga gadis itu ternyata menargetkan Delon dan Lemos sedangkan satunya lagi menargetkan Sela dan Seli karena sangat membenci Sela dan Seli waktu sekolah dulu di tambah telah menggagalkan rencananya karena itulah mereka berkerja sama untuk mencelakai Delon, Lemos, Sela dan Seli. Delon dan Lemos diberikan obat perang sang agar tidur dengan ke dua gadis itu tapi ada seorang gadis yang tidak sengaja menyenggol gelas yang di pegang Delon karena itulah Delon tidak terkena pengaruh obat perang sang sedangkan Lemos kena karena meminumnya. Waktu melihat Sela dan Soraya mereka bertiga mengikuti diam - diam kemudian mendorongnya ketika mereka berada tepat di tangga," ucap daddy Nathan menjelaskan panjang lebar).
("Kenapa membenci kami dad?" tanya Sela dan Seli serempak sambil Seli mengambil ponsel yang dipegang mommy Maya kemudian berjalan mendekati kakak kembarnya yang bernama Sela).
("Kalian ingat dengan perkelahian waktu kalian sekolah dan di panggil sekolah?" tanya daddy Nathan).
("Kami ingat dad," jawab Sela dan Seli serempak).
("Tepat sekali," jawab daddy Nathan).
("Lalu apa hubungan kak Delon dengan kak Lemos?" tanya Seli)
("Kenapa menargetkan kak Delon dan kak Lemos?" tanya Sela secara bersamaan).
("Sebenarnya mereka musuh lama daddy karena itulah menargetkan ke anak - anak daddy," jawab daddy Nathan).
("Apa??" tanya mereka serempak dengan wajah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya).
("Maaf, " jawab daddy Nathan dengan suara mulai berat).
("Maaf kenapa dad?" tanya mommy Maya, Delon, Lemos, Sela dan Seli serempak).
("Maaf gara - gara daddy, kalian di incar oleh para musuh daddy, Apa kalian menyesal memiliki daddy yang banyak musuhnya? Kalau iya daddy akan pergi dari kehidupan kalian," ucap daddy Nathan dengan suara tercekat).
("Daddy, jika daddy melakukan itu berarti daddy tidak sayang sama mommy dan kalau anak - anak tidak menginginkan daddy maka mommy akan pergi sama daddy," ucap mommy Maya dengan nada tegas).
("Mommy sangat mencintai daddy dan mommy tidak perduli dengan nyawa mommy asalkan daddy selalu bersamaku," sambung mommy Maya).
("Daddy, kami tidak mungkin menyesal karena bagi kami daddy dan mommy adalah segalanya bagi kami," ucap Delon).
("Apa yang dikatakan kak Delon memang benar, kami tidak mungkin menyesal karena bagi kami daddy hebat dan selalu melindungi kami," sambung Lemos).
("Kami sangat sayang mommy dan daddy jadi jangan pernah ada pikiran untuk pergi meninggalkan kami," sambung Sela).
("Kalau daddy pergi maka kami membenci daddy," sambung Seli).