Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Seli


Tuan Axel meminum terlebih dahulu kemudian menghubungi asisten Rey untuk meminta office girl datang ke ruangannya untuk mencuci kotak makanan tersebut setelah selesai menghubungi tuan Axel melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda.


Di tempat yang berbeda Seli yang berkerja sebagai guru TK mengajari anak - anak untuk membaca hingga dua jam kemudian Seli selesai mengajar dan waktunya untuk makan siang.


" Anak - anak sekarang waktunya makan siang simpan kembali buku kalian setelah itu kalian mencuci tangan menggunakan..." ucap Seli menggantungkan kalimatnya.


" Sabun," jawab mereka serempak.


" Pintar, sekarang simpan bukunya anak - anak," ucap Seli sambil selalu tersenyum.


" Baik ms," jawab mereka serempak.


Mereka pun merapikan buku - bukunya untuk di masukkan ke dalam tas kemudian mereka berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan dengan cara mengantri dengan tertib.


Satu demi satu mereka mencuci tangan dengan menggunakan sabun setelah selesai mereka duduk di kursi masing - masing, mereka berdoa terlebih dahulu dengan di pimpin oleh Seli selesai berdoa mereka mulai membuka kotak makanan begitu pula dengan Seli hingga tanpa sengaja Seli melihat salah satu muridnya hanya menatap bekal makanannya dengan wajah lesu membuat Seli berdiri dan berjalan ke arah salah satu murid tersebut.


" Ada apa sayang?" tanya Seli sambil berlutut di hadapan anak kecil tersebut.


" Aku bosan dengan makanan itu - itu terus dan apalagi makanannya kurang enak," jawab gadis kecil tersebut.


" Kebetulan ms membawa makanan, apakah kamu mau?" tanya Seli.


" Benar, sebentar ya ms ambilkan kotak makanan dulu," ucap Seli.


Seli berdiri dan berjalan ke arah mejanya kemudian mengambil kotak makanannya dan memberikannya ke gadis kecil tersebut dengan penuh semangat gadis kecil tersebut menerimanya dan mulai memakannya dengan lahap membuat Seli tersenyum.


" Ms tidak makan?" tanya gadis kecil tersebut.


" Ms, sudah kenyang tadi pagi sudah sarapan," jawab Seli.


Sela dan Seli hanya memakan sepotong roti sandwich dan segelas susu coklat hangat  karena sewaktu ke tiga kakak kembar yang laki - laki sedang bertengkar dengan kakak kembarnya yang perempuan yang bernama Sela.


Seli hanya diam saja dirinya tidak membantu kakak kembarnya yang bernama Sela karena Seli tahu ke tiga kakak kembarnya hanya bercanda dan tidak serius bertengkar dengan Sela. Ketika kakak kembarnya yang bernama Sela pergi ke kantor sambil membawa kotak makanan dirinya langsung ikut terburu - buru sambil membawa kotak makanan juga.


Seperti biasa mommy Maya sudah menyiapkan bekal untuk ke lima anak kembarnya yang sudah diletakkan di meja makan masing - masing. Walau mereka sudah dewasa mommy Maya selalu menyiapkan bekal untuk ke lima anak kembarnya dan ke lima anak kembarnya sangat senang masakan mommy Maya.


Bekal makan milik Sela dan Seli berbeda, karena semalam Sela mengatakan ke mommy Maya untuk membawa bekalnya agak banyak karena ingin berbagi makanan dengan teman kantornya sedangkan Seli meminta dibawakan beberapa potong roti sandwich karena jam dua belas siang nanti Seli selesai mengajar dan akan makan di mansion berbeda dengan sela yang makan di kantor.


" Ms makan punyaku ya," pinta gadis kecil tersebut penuh harap sambil menampilkan puppy eyes nya.


" Ok," jawab Seli yang tidak tega dengan tatapan puppy eyes gadis kecil tersebut.