
" Aku tidak mengenalmu, kenapa kamu ingin membunuhku?" Tanya pria itu.
" Kamu memang tidak mengenalku tapi aku kenal denganmu." Ucap pria itu sambil memainkan pisau lipatnya di depan pria itu.
" Kamu mengenalku?" Tanya pria itu ulang dengan tatapan bingung.
" Kevin, kamu harus mati." Ucap pria itu menyebut nama Kevin.
" Siapa kau sebenarnya? Kenapa mengenal namaku?" Tanya Kevin dengan wajah pucat,
Kevin sangat terkejut dengan ucapan pria tersebut karena dirinya memakai topeng tapi masih dikenalnya sedangkan pria tampan itu hanya menatapnya dengan tatapan membunuh.
" Baiklah aku akan katakan agar kamu tidak mati penasaran, aku adalah Louis. Kamu telah berani mengusik keluarga besarku jadi terimalah kematianmu." Ucap Louis dengan nada dingin.
jleb
" Akhhhhhhh..." Teriak Kevin sambil memegangi pisau yang di tusuk oleh Louis.
Kevin berusaha menarik pisau tersebut agar tidak terlalu ke dalam karena Louis dengan sengaja menusuknya sampai ke ujung kemudian Louis menarik pisau tersebut dan menusuknya kembali membuat Kevin berusaha melawannya.
duag
" Kamu harus mati." Ucap Louis dengan tatapan membunuh sambil menendang Kevin.
Bruk
duag
duag
Kevin langsung ambruk kemudian Louis menendang ke wajah dan tubuh Kevin membuat tubuh Kevin terasa lemas setelah selesai menendang Kevin, Louis langsung berjongkok sambil tersenyum devil kemudian menarik topeng yang menempel di wajah Kevin sedangkan Kevin berusaha untuk bangun tapi tenaganya sangat lemah karena kekurangan darah.
jleb
jleb
Tanpa punya perasaan Louis menusuk Kevin bertubi - tubi hingga akhirnya Kevin meninggal dengan tragis, selesai melakukannya Louis membersihkan pisaunya dengan menggunakan pakaian Kevin kemudian berjalan dengan santai menuju ke arah motor.
Dari jarak jauh dua pasang mata menatap kematian Kevin dengan tatapan sendu sekaligus tatapan kebencian dalam waktu bersamaan. Mereka berdua berjalan agak mendekat ke arah jasad Kevin setelah Louis sudah pergi meninggalkan tempat tersebut namun langkah mereka terhenti dengan bunyi sirene dan merekapun langsung bersembunyi agar tidak diketahui oleh seseorang.
Louis meninggalkan tempat kejadian tersebut bersamaan kedatangan polisi yang kebetulan lewat tersebut dan membawanya ke rumah sakit untuk di otopsi.
xxxxxxxxxxxx
" Kenapa dokter Toni melanggar sumpah dokter? Dia bilang ingin menyuntikkan obat agar Maya sadar dari koma tapi ternyata dia berbohong." Gumam dokter Hendrik
" Ada apa paman Hendrik?" Tanya dokter Kasandra karena mendengar dokter Hendrik bergumam namun kurang jelas.
" Ini dokter Toni ternyata berkerja sama dengan mafia untuk mencelakai Maya dengan memberikan suntikan beracun." Ucap dokter Hendrik sambil memberikan hasil labnya.
" Apa???" Teriak dokter Kasandra dengan wajah tidak percaya karena dokter Toni terkenal dengan dokter yang selalu tersenyum dan menyapa para pasien dengan nada sopan.
Dokter Kasandra menerima hasil lab yang di berikan oleh dokter Hendrik dan memeriksanya membuat matanya membulat sempurna..
" Tapi tubuh kak Maya belum dimasukkan racun inikan paman?" Tanya dokter Kasandra.
" Belum, untung max meretas cctv ruang perawatan Nathan dan Maya." Ucap dokter Hendrik.
" Tadi kemana saja?" Tanya dokter Hendrik karena tidak melihat di ruang perawatan Nathan.
" Tadi kak Quenby memintaku untuk mengobati Fico yang tidak sadarkan diri sama seperti kak Nathan tiba - tiba juga tidak sadarkan diri." Ucap dokter Kasandra.
" Jangan - jangan Nathan dan Fico juga diberi racun oleh Kevin." Ucap dokter Hendrik mengira - ngira dengan jantung berdebar kencang.
Dokter Hendrik bukannya jatuh cinta melainkan dirinya sangat takut jika terjadi dengan Nathan karena Nathan sudah di anggap sebagai putranya walau dirinya sudah mempunyai anak begitu pula dengan daddy Thomas mereka saling menyayangi tanpa membedakan anak kandung dengan anak sahabatnya.
" Tidak paman, kak Nathan dikasih obat tidur makanya tidur dengan pulas tapi kini sudah sadar sama seperti Fico." Ucap dokter Kasandra.
" Syukurlah paman ikut senang mendengarnya." Ucap dokter Hendrik sambil bernafas dengan lega.
" Sudah malam kamu istirahat, paman mau ke ruangan mu untuk menemui daddymu dan juga beberapa anak daddy Alvonso dengan mommy Laras.
" Baik paman?" Jawab dokter Kasandra yang juga mulai menguap dengan menutupnya menggunakan ke dua tangannya.
" Istirahatlah di ruang perawatan Nathan nanti kalau ada apa - apa kabarin paman atau daddy." Ucap dokter Hendrik.
" Baik paman, selamat malam paman." Ucap dokter Kasandra mengucapkan selamat tinggal.
" Malam." Jawab dokter Hendrik.
Dokter Kasandra hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan lab menuju ke ruang perawatan yang bisa dipastikan mommy Gloria sudah tertidur dengan pulas. Dokter Kasandra membuka pintu dan melihat mommy Gloria sedang tertidur dengan pulas sambil duduk di kursi dengan kepala bersandar di ranjang membuat dokter Kasandra menghubungi daddy Thomas untuk menggendong mommy Gloria.
Ceklek
Daddy Thomas membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian berjalan ke arah istrinya yang masih tertidur dengan pulas.Daddy Thomas membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan kemudian keluar dari kamarnya bertepatan kedatangan seseorang yang sangat dibencinya kemudian tersenyum devil.