Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Daddy Thomas dan Mommy Gloria


Dokter Kasandra berjalan ke arah pintu kamar meninggalkan mereka berdua sedangkan Nathan dengan perlahan berbaring di ranjang sambil menatap wajah cantik istrinya.


" Maafkan aku, gara - gara aku tidak bisa menahan has sratku, lukamu terbuka dan di jahit lagi." ucap Nathan sambil membelai pipi mulus Maya.


" Tidak apa - apa sayang," jawab Maya sambil tersenyum


" Sayang," panggil Nathan.


" Ya," jawab Maya singkat


" Sayang, apakah kamu mencintaiku?" tanya Nathan.


" Tentu saja aku sangat mencintaimu, kenapa sayangku bertanya seperti itu?" tanya Maya sambil menggenggam tangan suaminya yang membelai pipinya.


" Kalau memang kamu sangat mencintai diriku, aku minta kejadian ini jangan sampai terulang lagi," pinta Nathan.


" Maksud kak Nathan?" tanya Maya dengan nada bingung.


" Maksudku, jika aku menginginkan hubungan suami istri tapi istriku merasakan tubuhnya sakit atau tidak enak badan tolong katakan padaku. Jangan kamu tahan dan mengikuti semua permintaanku dan akhirnya kamu terluka seperti ini." ucap Nathan sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


" Tapi aku tidak sanggup untuk menolaknya karena aku tahu has srat suamiku yang tinggi." ucap Maya sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


" Tapi aku tidak suka sayang, kamu tahu separuh nafasku terasa hilang ketika kamu tidak sadarkan diri terlebih ada anak kita di dalam perut istriku. Kalian sangat berarti buatku jadi aku minta kejadian hal ini adalah kejadian terakhir, kamu maukan sayang?" tanya Nathan.


" Baik sayang," jawab Maya.


Cup


" Terima kasih sayang, sekarang sudah malam kita tidur." ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya.


" Selamat tidur sayang dan aku sangat mencintaimu," ucap Maya sambil memejamkan matanya.


" Selamat tidur juga sayang dan aku juga sangat dan sangat mencintaimu," ucap Nathan sambil ikut memejamkan matanya.


Tidak berapa lama Maya dan Nathan tertidur dengan pulas sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Quenby sudah sadar dan Katarina sudah kembali ke ruang perawatan bersama dokter Kasandra.


" Sayang." panggil Fico sambil duduk di samping istrinya.


" Ada apa sayang?" tanya Quenby.


" Sayang, kenapa tidak bilang kalau sayangku masih sakit? Lihatlah lukamu yang di jahit jadi terbuka." Ucap Fico sambil membelai rambut Quenby dengan lembut.


" Maaf sayang, aku tidak tega melihat suamiku yang tampan ini menahan has sratnya sejak kita sudah selesai menikah karena itulah ketika sayangku memintanya aku memberikannya," ucap Quenby.


" Tapi aku tidak suka sayang, lebih baik aku yang menderita dari pada istri yang aku cintai menderita." ucap Fico.


" Maaf sayang," ucap Quenby


" Justru aku yang meminta maaf gara - gara aku lukamu terbuka lagi. Kakak harap kejadian ini adalah kejadian yang terakhir jangan paksa jika sayangku sakit karena jujur itu sama saja menyakiti perasaanku. Kita melakukan ini jika lukamu benar - benar sembuh dan sekarang kamu istirahatlah," ucap Fico.


" Sayangku tidak istirahat?" tanya Quenby


" Kenapa tidak tidur?" tanya Quenby dengan nada bingung sambil menatap wajah tampan suaminya.


' Aku bisa tidur jika aku sudah menyakiti seseorang hingga orang itu mati,' ucap Fico dalam hati.


" Entahlah karena kakak sudah terbiasa tidak tidur pada malam hari," ucap Fico


" Aku tahu, kak Fico tidak bisa tidur karena belum menyiksa seseorang hingga orang itu mati bukan?" tanya Quenby sambil menatap mata Fico dengan tatapan sendu.


Deg


Jantung Fico berdetak kencang ketika Quenby mengatakan hal itu karena tidak orang yang tahu selain dirinya sedangkan tuan Saverio sebagai daddynya tidak tahu kalau Fico melakukan hal itu.


" Dari mana kamu tahu?" tanya Fico sambil memalingkan wajahnya


" Dari mana aku tahu itu tidak penting, tapi yang aku katakan benar bukan?" tanya Quenby sambil memegang pipi suaminya agar menatap dirinya.


" Apakah kamu menyesal menikah denganku? Aku tahu saat ini kamu sangat takut padaku, benar bukan?" tanya Fico sambil menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan sendu.


" Aku tidak pernah menyesal menikah denganmu karena aku sangat tulus mencintaimu dan aku tidak pernah takut sama suamiku," ucap Quenby.


" Kenapa kamu mau menikah dengan iblis seperti diriku?" tanya Fico sambil menggenggam tangan istrinya.


" Karena aku ingin merubah sifat suamiku menjadi pria yang sangat baik dengan tidak menyakiti ataupun membunuh orang lain," ucap Quenby sambil tersenyum.


Grep


" Kamu wanita baik dan tidak sepantasnya menikah dengan iblis sepertiku." ucap Fico sambil memeluk istrinya.


" Suamiku bukan iblis, kalau memang suamiku sangat mencintaiku maukah suamiku berubah untuk tidak menyakiti atau membunuh orang lagi?" tanya Quenby


" Aku janji untuk menghilangkan jiwa psychophat yang ada dalam diriku," ucap Fico


" Aku percaya," jawab Quenby sambil tersenyum.


" Terima kasih sayang kamu percaya padaku, aku sangat beruntung menikah denganmu," ucap Fico.


Quenby hanya tersenyum kemudian membelai pipi Fico membuat Fico memejamkan matanya menikmati sentuhan Quenby hingga tidak membutuhkan waktu lama Fico sudah tertidur dengan pulas untuk pertama kalinya setelah suaminya tertidur pulas Quenby memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya menyusul Fico ke dalam dunia mimpi.


xxxxxxxxxxx


Malam menjelang pagi perlahan daddy Thomas dan mommy Gloria membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan sambil melepaskan selang oksigen yang menutup mulutnya. Daddy Thomas dan mommy Gloria saling memandang kemudian menatap putra sulungnya yang bernama Aleandro bersama istrinya dan berlanjut menatap putri nomer enam yang bernama dokter Kasandra bersama suaminya hingga mereka menatap sepasang suami istri yang tidak di kenalnya.


" Aleandro, Kasandra," panggil dokter Thomas dan mommy Gloria bersamaan dengan nada lirih.


Aleandro dan dokter Kasandra yang merasa namanya di panggil memaksakan membuka matanya dan langsung meloncat dari tempat tidur membuat Cantika istri Aleandro, Aska, Katarina dan Mikael terkejut dan ikut memaksakan membuka matanya. Aleandro berjalan dengan langkah cepat menuju ke daddy Thomas sedangkan dokter Kasandra menuju ke mommy Gloria.


" Mommy sudah sadar? mana yang sakit mom?" tanya dokter Kasandra dan tidak berapa lama air matanya keluar karena dirinya sangat bahagia mommy Gloria sudah sadar.


" Daddy sudah sadar? mana yang sakit dad?" tanya dokter Kasandra dan tidak berapa lama air matanya keluar karena dirinya sangat bahagia daddy Thomas sudah sadar.