
Sela masuk ke dalam mobil dan langsung memutar arah tanpa memperdulikan sopir tersebut yang berusaha bangun sambil menahan rasa sakit sedangkan pemuda tampan yang berada di dalam mobil mewah hanya tersenyum nyaris tidak terlihat. Sopir itu pun berjalan dengan agak pincang sambil menahan amarahnya terhadap Sela wanita yang baru di kenalnya.
" Sama seorang gadis kamu bisa kalah, sungguh sangat memalukan padahal kamu itu sopir sekaligus bodyguard pribadiku," ucap pemuda tampan tersebut dengan nada sinis.
" Maaf tuan, gadis itu sangat licik tiba - tiba menyerang ku dan saya belum ada persiapan," jawab sopir tersebut.
" Bukannya kamu juga licik yang tiba - tiba menyerang gadis itu?" tanya pemuda tampan tersebut.
Sopir sekaligus bodyguard tersebut hanya bisa menahan amarahnya dan dendam secara bersamaan terhadap bosnya sejak lama karena dirinya tidak mungkin menang baik dalam bicara maupun dalam hal bertarung.
Hal itu dikarenakan tuannya menguasai ilmu bela diri karena itulah sopir tersebut hanya bisa memendam perasaan amarahnya. Sopir itupun memutar arah kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan milik bosnya tersebut hingga setengah jam kemudian mereka sudah sampai di parkiran mobil.
Namun dua pasang mata tersebut langsung membulatkan matanya dengan sempurna karena melihat mobil yang terparkir manis di sampingnya.
" Bukankah mobil itu milik gadis yang tadi menabrak mobil tuan?'' tanya sopir tersebut.
Pemuda tampan tersebut hanya tersenyum nyaris tidak terlihat kemudian sopir tersebut turun dari mobil dan berjalan memutari mobil untuk membuka pintu mobil di mana pemuda tampan itu duduk di kursi belakang pengemudi.
Pemuda tampan tersebut turun dari mobil dan berjalan dengan penuh karisma ke arah lift khusus CEO di mana asisten setianya sedang menunggu dirinya.
" Selamat pagi tuan," sapa asisten setianya sambil menundukkan wajahnya.
" Rey, apakah sekretaris baru sudah datang?" tanya pemuda tampan tersebut.
" Sudah tuan dan maaf tuan sekretarisnya datang terlambat ke kantor," lapor asisten Rey sambil menekan tombol lift.
" Sesuai peraturan perusahaan terlambat sehari kasih Surat Peringatan pertama hingga Surat Peringatan ke 3 baru pecat dengan tidak hormat dan tidak di terima di manapun dia berkerja," ucap pemuda tampan tersebut tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Baik tuan," jawab asisten Rey.
Ting
" Siapkan Surat Peringatan pertama dan peraturan yang harus di taati, bawa ke ruangan ku," perintah pemuda tampan tersebut.
" Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
Ting
Pintu lift terbuka dan seorang gadis cantik menundukkan wajahnya sebagai tanda hormat kemudian menyapanya dengan nada sopan.
" Selamat pagi tuan Axel Leonardo," sapa gadis cantik tersebut sambil mengangkat kepalanya menatap tuan Axel.
Deg
Jantung tuan Axel berdetak kencang dan matanya membulat sempurna karena gadis itu yang tadi memukul bodyguardnya sekaligus sopirnya tapi dengan cepat tuan Axel merubah wajahnya datar dan dingin.
" Masuk ke ruangan ku," perintah tuan Axel sambil berjalan meninggalkan gadis cantik tersebut dengan diikuti oleh asisten Rey.
" Baik tuan," jawab gadis cantik tersebut dengan patuh.
Gadis cantik tersebut langsung berdiri dan mengikuti langkah kaki tuan Axel menuju ke ruangannya hingga asisten Rey belok ke arah samping kiri di mana ruangannya berada.
Gadis cantik tersebut dengan sigap membuka pintu ruangan CEO agar tuan Axel masuk ke dalam ruangan sedangkan tuan Axel berjalan ke arah kursi kebesarannya dan duduk dengan penuh karisma sedangkan gadis cantik tersebut berdiri berhadapan dengan tuan Axel yang hanya di batasi meja.
" Duduk," perintah tuan Axel.