
Apa yang dikatakan Yohanes ternyata benar adanya membuat Nathan menggendong Maya ala bridal style sedangkan Yohanes menatap ke arah anak buahnya dengan tatapan membunuh membuat semua anak buahnya menunduk ketakutan dan menyesali perbuatannya.
" Kalian yang ada di lantai satu tunggu di ruang meeting!!" Perintah Yohanes.
" Termasuk kalian berempat yang berkerja di resepsionis," ucap Nathan dengan tatapan membunuh.
" Baik tuan," jawab mereka serempak dengan tubuh gemetar menahan rasa takut teramat sangat.
" Yohanes hubungi Kasandra untuk datang ke sini," perintah Nathan sambil berjalan ke arah pintu lift.
" Baik kak," Jawab Yohanes patuh.
Nathan menggendong Maya ke arah lift khusus petinggi CEO dengan diikuti oleh Yohanes sambil menghubungi adik kembarnya yang bernama dokter Kasandra. Sambungan pertama langsung di angkat oleh dokter Kasandra.
" Hallo kak, kok tumben telepon?" tanya dokter Kasandra.
" Kak Maya pingsan kamu datang ke perusahaan," pinta Yohanes.
" Baik kak," Jawab dokter Kasandra
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan sepihak oleh Yohanes kemudian Yohanes menekan tombol lift dan tidak berapa lama pintu lift terbuka, mereka pun masuk ke dalam kotak persegi tersebut kemudian Yohanes menekan tombol lantai dua puluh lima.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nathan dengan nada dingin.
" Aku tadi habis ketemu klien pas aku sampai di lobby perusahaan aku tidak sengaja melihat kak Maya sedang berdiri sambil memijat kepalanya. Aku yang melihatnya langsung memanggilnya dan berjalan dengan langkah cepat karena kak Maya memanggilku sambil tangannya ingin memegang tanganku katanya kepalanya pusing selesai mengatakannya kak Maya tidak sadarkan diri," ucap Yohanes menjelaskan apa yang terjadi.
" Kalau kepalanya pusing kenapa tidak duduk di sofa? kan di lobby ada tujuh set sofa dan satu set terdiri dari empat sofa khusus untuk para tamu yang melakukan meeting dengan perusahaan kita," ucap Nathan dengan nada bingung.
" Waktu aku lihat kak Maya sedang berbicara dengan salah satu pegawai kita sambil memijat kepalanya sepertinya mau numpang duduk tapi mereka tidak ada satupun yang mau memberikannya," ucap Yohanes.
Ting
Pintu lift terbuka bersamaan kedatangan Aurora keluar dari ruangan wakil CEO tempat ruangan Yohanes, Aurora melihat sahabat baiknya sedang di gendong ala bridal style oleh suaminya membuat Aurora terkejut dan mengikuti mereka ke arah ruangan Nathan.
" Apa yang terjadi dengan kak Maya?" tanya Aurora yang melihat Maya tidak sadarkan diri.
" Maya pingsan, kamu temani kak Nathan dan kak Maya, aku akan pergi ke ruang cctv untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi," ucap Yohanes sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka menuju ke arah lift.
" Oke," jawab Aurora singkat
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di ruangan Nathan, Nathan membaringkan perlahan tubuh Maya di ranjang pribadi Nathan untuk pertama kalinya karena selama ini istrinya belum pernah ke kantor perusahaan Nathan. Aurora memijat tangan Maya agar segera sadar sedangkan Nathan membelai pipi istrinya dengan tatapan sendu dirinya sangat takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya.
Dua Belas Menit Kemudian
Maya perlahan membuka matanya sambil memijat keningnya bersamaan kedatangan Yohanes dan dokter Kasandra sedangkan Nathan tersenyum bahagia melihat istrinya sudah sadar.
" Mana yang sakit?" tanya Nathan dengan nada lembut sambil mengusap pipi istrinya.
" Kepalaku masih pusing," jawab Maya.
" Biar aku cek kondisi kak Maya," ucap dokter Kasandra sambil berjalan ke arah ranjang Nathan.
Aurora langsung berdiri dan berjalan ke arah istrinya sedangkan dokter Kasandra duduk di sisi satunya yang tidak diduduki oleh Nathan. Dokter Kasandra mengeluarkan stetoskop dan alat tensi digital dari dalam tasnya kemudian mulai memeriksa keadaan Maya hingga sepuluh menit kemudian dokter Kasandra sudah selesai memeriksa.
" Bagaimana keadaan istriku?" tanya Nathan
" Keadaan baik - baik saja dan detak jantung bayinya juga sangat baik," ucap dokter Kasandra.
" Tapi kenapa istriku bisa pingsan?" tanya Nathan
" Kemungkinan beberapa penyebabnya di antaranya adalah : pertama berdiri terlalu cepat yang ke dua Vasovagal Syncope, yang ke tiga kurang makan dan minum, yang ke empat anemia, yang ke lima kepanasan dan yang terakhir Hiperventilasi ( napas berlebihan )." ucap dokter Kasandra menjelaskan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
* Kepanasan atau Hiperventilasi ( napas berlebihan ) dapat terjadi saat anda melakukan olahraga berlebihan dan cemas. Walaupun baik untuk kesehatan, tetapi olah raga berlebihan itu berbahaya. Hal ini karena dapat menjadi penyebab cedera hingga pingsan saat hamil. Sebaiknya ketahui batasan ketika ibu hamil berolah raga atau pilih jenis olah raga yang baik untuk ibu hamil.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Bagaimana menghindari itu semua agar istriku tidak pingsan lagi?" tanya Nathan.
" Pertama hindari gerakan tiba - tiba misalnya beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur secara perlahan, jika kak Maya tidur sebaiknya duduk terlebih dahulu baru berdiri secara perlahan, yang ke dua menjaga pola makan dan yang terakhir menjaga asupan cairan. Rasa lelah, pusing hingga ingin pingsan mungkin bisa hilang dengan sendirinya." ucap dokter Kasandra kembali menjelaskan.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap wajah pucat istrinya namun terlihat sangat cantik di mata Nathan sedangkan dokter Kasandra memasukkan kembali stetoskop dan alat tensi digital ke dalam tasnya.
" Sayang, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nathan sambil membelai pipi Maya dengan lembut.
Maya bangun dari tempat tidur dengan di bantu oleh Nathan kemudian bersandar di kepala ranjang.
" Aku datang ke lobby untuk menemui dirimu tapi resepsionis bilang harus buat janji dulu, aku bilang apakah menemui suamiku harus buat janji dulu? terus mereka..." ucap Maya menggantungkan kalimatnya namun matanya berkaca - kaca.
Grep
Nathan langsung memeluk Maya dan Maya pun membalas pelukan suaminya sambil terisak membuat Nathan, Yohanes, Aurora dan dokter Kasandra menatap ke arah mereka berdua.
" Hiks.. Hiks... mereka berempat menertawakan aku kemudian di susul oleh yang lainnya karena aku kesal aku pergi meninggalkan resepsionis namun salah satu dari mereka memintaku untuk menunggu sambil mengatakan kalau aku istri khayalan yang mencari kak Nathan," ucap Maya sambil terisak.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Nathan sambil menahan amarahnya begitu pula dengan Yohanes, Aurora dan dokter Kasandra.
" Lalu aku berjalan ke salah satu sofa dan meminta ke seseorang wanita yang sedang duduk tapi wanita itu menolaknya begitu pula dengan yang lainnya padahal saat itu kepalaku tiba - tiba pusing. Hingga aku mendengar suara Yohanes memanggilku tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena ke dua mataku seperti berkunang - kunang membuat aku mengarahkan tangan ke arah samping mencari Yohanes sambil mengatakan kepalaku pusing dan setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya," jawab Maya.
Rahang Nathan dan Yohanes mengeras mendengar ucapan istrinya sedangkan dokter Kasandra dan Aurora menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Kasandra dan Aurora, tolong kalian jaga Maya," ucap Nathan
" Sayang mau kemana?" tanya Maya
" Aku dan Yohanes mau pergi ke ruang meeting untuk memberikan peringatan ke mereka semua," ucap Nathan.
" Aku ikut kak," pinta dokter Kasandra.
" Ok, kalau begitu Aurora tolong jaga istriku," pinta Nathan.
" Baik kak," jawab Aurora patuh.
Nathan dan Yohanes mengecup kening masing - masing istrinya kemudian Nathan, Yohanes dan dokter Kasandra berjalan meninggalkan Maya dan Aurora di ruangannya menuju ke ruang meeting sambil menahan amarahnya.
" Oh ya bagaimana dengan rekaman cctv di lobby perusahaan?" tanya Nathan dengan nada dingin.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa jawaban Yohanes? Apa hukuman untuk para anak buah Nathan dan Yohanes? Tunggu di bab selanjutnya ya
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari Author,
Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.