
Setelah selesai mengatakan Jessica kembali batuk bersamaan darah kembali keluar dari mulutnya hingga beberapa saat terdengar suara nyaring dari mesin detak jantung membuat Jimmy memeluk Jessica membuat pakaian Jimmy terkena noda darah dari mulut Jessica tapi Jimmy tidak memperdulikannya.
Ceklek
Dokter dan perawat yang berada di luar langsung membuka pintu UGD dan meminta Jimmy untuk menunggu di luar dengan sangat terpaksa Jimmy menurutinya.
Dokter tersebut memeriksa nadi dan hidung Jessica setelah beberapa saat dokter dan perawat melepaskan selang infus, mesin detak jantung dan selang untuk darah karena Jessica kekurangan darah kemudian menutupnya dengan kain putih.
Dokter dan perawat tersebut membuka pintu ruangan UGD dan langsung kaget pasalnya Jimmy menunggu tepat di hadapannya.
" Bagaimana keadaannya dok?" tanya Jimmy dengan wajah yang tidak bisa dilukiskan.
" Maaf, sesuai prediksi racun itu sudah menyebar ke seluruh tubuh dokter Jessica karena itulah dokter Jessica meninggal terkena racun." jawab dokter tersebut sambil menahan rasa sesak karena rekan kerjanya meninggal.
Duar Duar
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Jimmy membuat Jimmy berjalan dengan langkah cepat menuju ke ruang ugd di mana Jessica berbaring.
Dengan tangan gemetar Jimmy menurunkan kain putih tersebut dan melihat bibir Jessica tersenyum membuat dada Jimmy terasa sesak. Jimmy memeluk tubuh mungil Jessica dan tanpa sadar air matanya keluar membasahi wajah Jessica.
cup
Jimmy mengangkat wajahnya kemudian menatap bibir Jessica dan mengecupnya singkat tanpa menyadari kalau racun yang berada di bibir Jessica masih ada dan kini menempel di bibir Jimmy.
Jimmy kembali memeluk tubuh Jessica dan dengan tubuh gemetar karena Jimmy baru menyadari kalau dirinya mencintai Jessica.
" Seandainya aku mengenalmu lebih lama mungkin sekarang kamu masih hidup dan menjadi istriku," ucap Jimmy
" Memang ini terasa cepat tapi jujur ketika pertama kali melihatmu jantungku berdetak kencang terlebih ketika kamu memegang tanganku hingga kita berpelukan karena kakakku Delon mendorong tubuhmu," sambung Jimmy
ceklek
Daddy Nathan mendekati Jimmy kemudian menepuk - nepuk bahunya dan tidak berapa lama ponsel milik daddy Nathan berdering membuat daddy Nathan mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
( " Ada apa Aska?" tanya daddy Nathan )
( " Kak Nathan wanita yang memakai pakaian dokter tiba - tiba batuk darah setelah lima menit kemudian wanita itu wanita itu meninggal, bagaimana dengan perawat? Kita tembak atau bagaimana?" tanya Aska )
( " Kalian pergi ke tol dan tendang wanita itu di tengah tol." ucap daddy Nathan )
( " Baik kak," jawab Aska patuh )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh daddy Nathan kemudian menyimpannya di saku jasnya.
Grep
" Daddy hiks... hiks...Daddy .... Jessica tidak mungkin meninggal bukan?" tanya Jimmy sambil terisak untuk pertama kalinya sambil memeluk daddy Nathan
Daddy Nathan sangat terkejut karena sejak umur 2 tahun Delon, Jimmy dan Lemos tidak pernah menangis namun kini untuk pertama kalinya putranya menangis membuat daddy Nathan membalas pelukan Jimmy sambil menepuk - nepuk punggung Jimmy.
Ceklek
Pintu ruangan ugd tiba - tiba terbuka dan dua perawat datang untuk memindahkan Jessica ke ruang jenasah, Jimmy langsung melepaskan pelukan daddynya kemudian melarang dua perawat tersebut membawa Jessica tapi daddy Nathan melarang Jimmy.
" Jimmy, Jessica sudah meninggal," ucap daddy Nathan sambil memegang tangan Jimmy
" Bawa jenasah dokter Jessica ke ruang jenasah," perintah daddy Nathan sambil tangannya memegang tangan Jimmy.