Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Senyuman kakak serem


Jleb


Dor


"Akhhhhhhhhhhh!!!" teriak ke dua pria tersebut serempak.


Bruk


Bruk


Ke dua pria tersebut langsung ambruk yang pertama meninggal di tempat karena terkena tembakan dari Delon sedangkan pria yang ke dua ambruk dalam posisi berlutut sambil menarik pisau kecil tersebut dari tombak saktinya membuat semua orang menepuk keningnya masing - masing.


Sedangkan Katarina yang sangat kesal dengan Lemos melangkahkan ke dua kakinya men jitak kepala Lemos tanpa ada rasa takut sedikitpun karena Katarina sudah tahu kalau Lemos seorang psychophat.


Peletak


"Aduh," ucap Lemos sambil mengusap kepalanya akibat di jitak oleh Katarina.


"Biarin, habis dari tadi bikin kakak kesal," ucap Katarina.


"Kenapa kakak yang kesal?" tanya Lemos polos.


"Kamu itu sudah dua kali pisau itu kamu arahkan ke dua pria itu tepat di adik kecilnya," ucap Katarina sambil mengambil empat kartu domino dari dalam tasnya.


"Lho apa hubungan kakak kesal dengan apa yang aku lakukan ke dua pria itu?" tanya Lemos dengan wajah masih polos.


"Di antara kita berenam hanya kakak yang perempuan dan kakak sangat risih melihatnya jadi sekali lagi kamu lakukan untuk ke tiga kalinya maka kakak akan men totok adik kecilmu supaya tidak bisa digunakan," ancam Katarina sambil tersenyum devil.


Serempak ke lima pria tampan masing - masing memegang tombak saktinya membuat Katarina tersenyum menyeringai.


"Aish senyuman kakak serem," ucap Lemos.


"Makanya jangan diulangi," jawab Katarina.


Ketika Lemos ingin mengatakan sesuatu Katarina menarik Lemos dengan kuat ke arah samping dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya melempar kartu domino tersebut.


Bruk            Bruk             Bruk                    Bruk


Lemos yang ingin protes sangat terkejut sedangkan Maximus, daddy Nathan dan Fico yang mendengar suara teriakan empat pria langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara dan melihat masih ada tiga orang yang masih hidup dan bersiap menembak ke arah mereka.


Dor                   Dor                     Dor


"Akhhhhhhhhhhh!!!" teriak ke tiga pria itu serempak.


Bruk                  Bruk                  Bruk


Aku ingin ke arah pria itu untuk menanyakan siapa dalang di balik penyerangan ini dan aku minta amati sekitarnya karena kita tidak tahu dari arah mana musuh datang karena arah bentuk hotel ini membentuk huruf U," ucap Katarina.


"Betul katamu selain itu kita juga harus mengawasi lantai atas dan lantai bawah karena kita tidak tahu musuh datang," jawab daddy Nathan.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita bagi tugas saja, aku dan Nathan melihat bagian atas dan untuk Delon dan Lemos menatap ke arah bawah sedangkan Katarina dan Fico menatap sekeliling lantai ini," usul Maximus.


"Bagus juga usul kakak," jawab daddy Nathan.


"Kalau begitu paman Fico siapa yang menanyai pria itu? paman atau Katarina?" tanya Katarina dengan nada serius sambil memasukkan kembali tangan kanannya untuk mengambil kartu domino.


"Biar paman saja kamu yang berjaga," jawab Fico.


"Ok," Jawab Katarina singkat.


Katarina dan Fico berjalan ke arah pria tersebut yang masih berlutut karena adik kecilnya mengeluarkan darah segar membuat pria tersebut menangis karena merasa sakit yang teramat sangat membuat Fico dan Katarina saling memandang kemudian menggelengkan kepalanya.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Fico.


"Akhhhhhhhhhhh.... Sakittttttt.... Aku mohon bu nuhlah aku.... Sakit...." teriak pria tersebut tanpa memperdulikan ucapan Fico.


"Aku akan mengurangi rasa sakit asalkan kamu mau mengatakan siapa yang menyuruh dirimu?" tanya Katarina.