
Mommy Gloria yang melihat kilatan kemarahan Fico membuat mommy Gloria tidak bisa berbuat apa - apa karena perbuatan sopir truk tersebut tidak bisa dimaafkan sedikitpun karena mereka sudah berbuat sangat jahat terlebih mommy Gloria kehilangan ke dua cucunya yang belum sempat dilihatnya.
ceklek
Pintu ruang operasi terbuka membuat keluarga besar daddy Thomas berjalan ke arah pintu operasi mereka melihat 5 bayi kembar yang sangat imut dan menggemaskan membuat Nathan tersenyum bahagia dan tanpa sadar dirinya mengeluarkan air matanya.
" Anak - anakku," ucap Nathan sambil membelai pipinya yang gembul.
" Ponakan - ponakanku yang sangat tampan dan sangat cantik," puji Aleandro.
" Mirip dengan paman Maximus," ucap Maximus bangga.
bugh
" Enak saja mirip dengan kakak, aku kan daddynya tentu saja mirip denganku," jawab Nathan sambil memukul bahu kakak kembarnya.
" Kita kan kembar tentu saja mirip dengan kita," ucap Aleandro.
" Benar apa yang dikatakan Aleandro kalian berempat mirip dengan daddy kalian karena itulah wajah ke lima cucu oma dan opa mirip dengan daddy kalian sedangkan ke tiga anak perempuan mommy dan daddy mirip dengan mommy," ucap mommy Gloria.
" Daddy senang ke lima cucu opa dan oma mirip dengan opa dan menantu kita Maya." sambung daddy Thomas sambil membelai salah satu pipi gembul anak Nathan.
Mereka tersenyum bahagia menyambut lima anggota baru begitu pula dengan Fico walau dalam hatinya sangat terpukul karena kehilangan ke dua anaknya yang belum sempat dilihatnya.
Hingga tidak berapa lama ke lima perawat mendorong lima box bayi untuk memandikannya kemudian mereka menunggu kembali dengan perasaan cemas hingga seorang perawat membuka pintu ruang operasi sambil melangkahkan kakinya dengan cepat membuat mereka semakin bertambah panik.
" Apa yang terjadi?" tanya daddy Thomas
" Nyonya Nathan dan nyonya Fico tiba - tiba jantungnya berhenti," jawab perawat tersebut
" Apa???" teriak mereka serempak
" Baik," jawab perawat tersebut.
Ke dua perawat itu pun pergi meninggalkan mereka sedangkan Fico dan Nathan yang mendengar ucapan perawat membuat tubuh mereka lemas dan hampir saja ambruk jika saja tubuh Fico tidak di tahan oleh Aleandro sedangkan daddy Thomas menahan tubuh Nathan.
Grep
" Daddy... hiks... hiks... Nathan tidak sanggup kehilangan Maya hiks... hiks..." ucap Nathan sambil memeluk daddy Thomas dan terisak dengan tubuh gemetar.
Grep
" Kak Aleandro, Fico tidak sanggup jika harus kehilangan Quenby aku sangat takut apa yang dikatakan Quenby benar," ucap Fico sambil memeluk kakak iparnya.
" Memang apa yang dikatakan Quenby?" tanya mommy Gloria dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Kemarin malam Quenby cerita kalau seandainya dirinya tiada minta dikuburkan dekat oma dan opanya," jawab Fico dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Maya juga semalam bilang jika di suruh milih ke lima anaknya atau dirinya, aku di suruh memilih ke lima anak kami jangan memilih dirinya," sambung Maya.
" Kenapa perkataan Quenby dan Maya hampir sama ya?" tanya Yohanes.
" Aku tidak tahu tapi yang pasti aku tidak sanggup kehilangan istriku," ucap Nathan sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan daddy Thomas.
" Aku juga sama karena hanya Quenby yang aku cintai," sambung Fico sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Aleandro.
" Kita berdoa saja semoga Quenby dan Maya selamat," ucap mommy Gloria sambil ke dua tangannya disatukan kemudian memejamkan mata.
Mereka pun terdiam sambil berdoa masing - masing dalam hati hingga dua perawat datang sambil masing - masing membawa alat pengejut jantung.
" Mommy, daddy... Nathan takut," ucap Nathan sambil memeluk mommy Gloria dengan tubuh gemetar.
" Fico juga takut," sambung Fico sambil memeluk daddy Thomas dengan tubuh gemetar.