
" Iya benar, kenapa kaget ya? tidak ada yang bisa mengalahkan Mafia Golden Rose yang terkenal dengan program IT saingan bisnis tuan Alvonso Taylor," ucap pria tersebut sambil menahan rasa panas.
Deg
Jantung Katarina berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya kenal dengan ketua Mafia Golden Rose sedangkan Fico hanya diam sambil berfikir.
"Apakah nama ketuanya tuan Shin Thing?" tanya Katarina.
"Darimana anda tahu?" tanya pria tersebut dengan nada terkejut.
"Sekarang di mana ketua mu?" tanya Katarina dengan nada dingin tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.
"Aku tidak akan mengatakannya," jawab pria tersebut.
"Baiklah kalau itu mau mu," ucap Katarina dengan nada santai.
"Apa mesti aku siksa dulu?" tanya Fico sambil mengarahkan pisau lipatnya ke arah salah satu mata pria tersebut.
"Tidak sebentar lagi dia akan menjawab semua pertanyaan kita dengan jujur," jawab Katarina.
"Walau kalian ingin menyiksaku ataupun ingin mem bu nuh ku, aku tidak takut," ucap pria tersebut dengan nada penuh keyakinan.
"Kita lihat saja," jawab Katarina sambil tersenyum menyeringai.
"Sekarang di mana ketua mu?" tanya Katarina mengulangi perkataannya.
"Ketua sekarang ada di markas," jawab pria tersebut dengan jujur sambil berusaha menggerakkan ke dua tangannya untuk menutup mulutnya agar tidak membocorkan rahasia namun ke dua tangannya sulit untuk digerakkan.
Obat yang diberikan oleh Katarina mengalami tiga efek, efek pertama pria tersebut akan merasakan tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan dan harus diberikan obat penawarnya, efek ke dua tubuhnya akan merasakan panas namun lama kelamaan rasa panas tersebut hilang dan efek ke tiga pria tersebut akan berkata dengan jujur karena itulah Katarina berbicara dengan santai.
"Di mana markasnya?" tanya Katarina dengan nada masih dingin.
"Di jalan xxxxx No. 81," jawab pria tersebut.
"Berapa orang yang berada di sini?" tanya Katarina.
"Seratus lima puluh lima orang," jawab pria tersebut.
Jleb Jleb
Jleb Jleb
Bruk Bruk
Bruk Bruk
Ketika Katarina ingin bertanya empat pria datang sambil mengarahkan pistolnya ke arah daddy Nathan, Fico, Katarina dan pria tersebut dan untunglah Katarina melihatnya dengan tatapan elangnya.
Walau dirinya bertanya ke arah pria tersebut tapi pendengaran yang tajam membuat Katarina mengetahui kedatangan musuhnya.
"Di mana kalian meletakkan bom?" tanya Fico yang sedang tadi diam.
"Di lift yang sejak tadi meledak dan untuk sekarang lima belas menit lagi akan meledak di lantai atas tempat berkumpulnya para keluarga besar Alvonso dan di susul di lantai satu,".
"Si*l, paman Fico tolong bilang paman Maximus, paman Nathan, Delon dan Lemos untuk kembali ke lantai atas selamatkan mereka yang masih berada di atas," pinta Katarina.
"Kamu bagaimana?" tanya Fico.
"Paman jangan kuatir aku bisa menjaga diriku," ucap Katarina
"Baik," jawab Fico singkat sambil berjalan dengan cepat untuk menemui Maximus, Nathan, Delon dan Lemos meninggalkan Katarina berdua dengan pria tersebut.
"Di mana letak bomnya di lantai atas dan bawah?" tanya Katarina
"Lantai atas di kamar 808 dan di lantai bawah kamar 008," jawab pria tersebut.
"Apakah ketua mu memerintahkan memasang cctv di hotel ini?" tanya Katarina.
"Ya, tiap lantai ada satu cctv dan diletakkan di tiap ujung tangga," ucap pria tersebut.
Tanpa banyak bicara Katarina pergi meninggalkan pria tersebut sambil berlari dengan cepat agar dirinya lebih cepat sampai dari Maximus, Fico, Nathan, Delon dan Lemos.
"Tunggu!!!" teriak Katarina ketika melihat mereka hampir mendekati tangga darurat.
Maximus, Fico, Nathan, Delon dan Lemos langsung menghentikan langkahnya sambil membalikan badannya menatap Katarina dengan tatapan bingung sedangkan Katarina berjalan ke arah mereka sambil ke dua matanya menatap ke sekeliling atas hingga dirinya melihat ada benda tersembunyi di dekat tangga. Katarina melempar satu kartu domino ke arah benda tersebut yang menempel di dinding.
Brak
Benda tersebut langsung jatuh dan Katarina langsung menginjaknya sampai hancur berkeping - keping sedangkan Maximus, Fico, Nathan, Delon dan Lemos hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Katarina.
"Ada apa Katarina?" tanya daddy Nathan penasaran begitu pula dengan yang lainnya.