Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tunggu Saja Hukumanmu


Malam menjelang pagi Kevin baru pulang setelah memuaskan tante girang dan melihat ke dua adiknya sedang menunggu kakaknya sambil duduk di ruang keluarga.


" Kakak kerja apa sih kok setiap hari berangkat malam pulang pagi?" Tanya Rena


" Kerja di bar." Jawab Kevin berbohong.


" Oh ya nanti siang kakak mau pergi sekarang mau tidur badan kakak pegel." Ucap Kevin sambil menguap.


" Mau pergi kemana kak?" Tanya Rena


" Mau pergi ke tempat Bela sekalian menjalankan rencana yang semalam kita susun." Ucap Kevin sambil berjalan ke arah kamarnya.


" Kasihan kakak berkerja dengan keras untuk biaya hidup kita." Ucap Rena


" Iya kak, ini gara-gara kak Maya jadi kita seperti ini." Ucap Rina.


" Iya benar, karena itu aku ingin membalas dendam pada kak Maya." Ucap Rena.


Rina hanya menganggukkan kepalanya, mereka tidak pernah menyadari akan kesalahannya kalau perbuatan merekalah maka hidup mereka seperti itu.


xxxxxxxxxxxx


Hari menjelang siang Kevin baru bangun dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah lima belas menit kemudian Kevin sudah selesai mandi dan memakai kemeja biru laut dan celana panjang hitam.


" Rena dan Rina, mumpung hari ini libur kita pergi ke restoran nanti kalian berdua makan di sebrang meja karena kakak mau menjalankan rencana kakak dengan Bela." Ucap Kevin sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Bela.


" Baik kak, kami akan siap-siap dulu." Ucap Rena dan Rina serempak.


Semenjak berkerja sebagai gigolo Kevin sering memanjakan ke dua adiknya untuk makan di restoran membuat ke adiknya sangat bahagia tanpa mengetahui pekerjaan kakaknya.


" Ini uang satu juta buat jajan nanti kalau sisa simpan saja." Ucap Kevin sambil memberikan uang ke Rena kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Baik kak." Jawab Rena sambil tersenyum bahagia dan menerima uang tersebut.


" Kak Kevin, kenapa kita tidak beli mobil saja? Tidak enak kak pinjam mobil terus sama kak Reza." Ucap Rina


" Uang kakak belum cukup nanti kalau sudah terkumpul baru kakak beli mobil lagi seperti dulu. Tidak apa-apa kita pinjam mobil karena kata Reza mobil ini jarang di paka makanya kakak boleh pinjam." Jawab Kevin.


Ke dua adiknya hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Kevin hanya menatap lurus melihat jalan sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah restoran.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di restoran ke dua adiknya langsung memisahkan diri dengan Kevin. Kevin berjalan sambil mencari Bela setelah melihatnya Kevin ke arah Bela dan duduk saling berhadapan.


" Kak Kevin tambah tampan dan sepertinya lagi banyak duit." Goda Bela sambil tersenyum manis.


( " Cih, dasar cewe matre. Tunggulah hukumanmu karena gara-gara kamu aku pisah dengan istriku." Ucap Kevin dalam hati ).


" Ya begitulah." Jawab Kevin sambil menahan amarahnya.


" Oh ya kak, tadi waktu di telpon katanya bos kak Kevin lagi nyari jodoh, bagaimana kalau aku saja kak?" Tanya Bela penuh harap.


" Lho katanya sama kakak." Ucap Kevin pura-pura marah.


" Bagaimana kalau kita berkerja sama?" Tanya Bela memberikan usulan.


" Maksudnya?" Tanya Kevin sambil menaikkan salah satu alisnya.


" Kita masih menjadi pasangan kekasih tetapi aku juga menjadi pasangan kekasih bos kak Kevin." Ucap Bela


" Jadi maksudmu kamu mempunyai dua kekasih aku dan bosku?" Tanya Kevin dengan nada terkejut.


" Iya benar tapi tenang saja kak, ketika pria itu menjadi kekasihku dan aku mendapatkan uang aku akan memberikan dua puluh persen buat kak Kevin. Bagaimana kak? Apa kakak setuju usulanku?" Tanya Bela


Kevin pura-pura berfikir kemudian menganggukkan kepalanya.


" Oh ya tapi bosku juga mempunyai sepupu jauh juga meminta dicarikan kekasih. Apakah kamu ada? Saudara atau teman gitu." Tanya Kevin


" Baguslah, nanti malam aku jemput ke rumahmu." Ucap Kevin.


" Ok." Jawab Bela singkat.


" Oh ya, saat ini aku lagi horny maukah kita bermain sekalian acara syukuran kerja sama kita?" Tanya Bela.


" Di rumah ada orangtuamu tidak?" Tanya Kevin


" Kebetulan lagi pergi ke luar kota, kenapa?" Tanya Bela.


" Bagaimana setelah kita makan melakukan itu di rumahmu?" Tanya Kevin sambil mengedipkan matanya walau rasanya ingin muntah melakukan itu.


" Baiklah." Jawab Bela tanpa curiga sedikitpun.


" Pesanlah makanannya nanti aku yang bayar." Ucap Kevin


" Terima kasih sayang." Jawab Bela sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran.


Bela memesan makanan dan minuman untuk dirinya juga untuk Kevin sedangkan Kevin mengambil ponselnya yang di simpan di saku kemejanya kemudian mengirim pesan ke Rena.


💌 " **Rencana berhasil, kalian berdua langsung pulang kakak mau pergi sama Bela sekalian mau membawanya ke mansion milik pria psychophat."


💌 " Baik kak, semoga rencana kita sukses**."


Kevin hanya tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.


" Kirim pesan ke siapa?" Tanya Bela dengan nada cemburu.


grep


" Ke adikku katanya senang banget kalau kamu kembali padaku dan menjadi pasangan kekasih." Ucap Kevin sambil menggenggam tangan Bela.


Kevin sangat terpaksa melakukan itu demi rencananya berjalan dengan mulus.


" Benarkah, aku tidak sabar ingin bertemu dengan ke dua adikmu." Ucap Alexa


" Besok saja karena hari ini kita ke rumahmu dan sorenya kita pergi ke tempat bosku bersama adikmu, adikmu ada di rumahkan?" Tanya Kevin


" Ada kak." Jawab Bela


Kevin hanya tersenyum bahagia sedangkan Bela sama sekali tidak tahu akan rencana jahat Kevin terhadap dirinya dan juga adik kandungnya. Tidak berapa lama pesanan datang mereka makan dalam diam setelah dua puluh menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


" Kita pergi sekarang sayang." Ucap Bela tidak sabar.


" Ok, kakak bayar dulu." Ucap Kevin sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran.


Pelayan pun datang dan Kevin meminta bill setelah beberapa saat pelayan restoran tersebut datang dan memberikan bill ke Kevin. Kevin mengambil dompetnya yang di simpan di saku celananya untuk mengambil uang.


" Ini uangnya dan tip buatmu." Ucap Kevin sambil memberikan uang ke pelayan restoran.


" Terima kasih tuan." Jawab pelayan restoran.


Kevin hanya menganggukkan kepalanya kemudian pelayan restoran itupun pergi meninggalkan mereka berdua.


" Uang kak Kevin banyak." Ucap Bela


" Kalau nanti aku puas aku akan memberikan uang untuk mu." Ucap Kevin


" Benarkah? Ayo kita pergi sekarang." Ajak Bela.


Bela langsung berdiri dan menarik tangan Kevin menuju ke arah parkiran mobil.


( " Dasar cewe matre, tunggu saja hukuman mu." Ucap Kevin dalam hati ).