
" Belum dad," jawab Jessica
" Bagus, kalau begitu kamu masih single dan putraku juga single jadi kapan kalian bertunangan?" tanya daddy Nathan dengan nada santai.
" What??" teriak mereka berdua serempak dengan wajah terkejut.
" Jangan teriak, Jessica apakah kamu mencintai putraku?" tanya daddy Nathan
" Daddy, aku ingin melihat Sela?" ucap Jimmy yang tidak ingin jawabannya menyakiti perasaannya.
" Jujur daddy sangat suka, kamu menjadi menantu putraku karena daddy tahu kalau Jimmy itu menyukaimu tapi malu untuk mengatakannya," ucap daddy Nathan.
" Apakah ini tidak terlalu cepat?" tanya Jessica kemudian menghembuskan nafasnya secara perlahan.
" Lebih cepat lebih baik," jawab daddy Nathan yang melirik Jimmy sedang melangkahkan ke duanya dengan perlahan.
" Jujur Jessica juga ada perasaan tapi ketika mengetahui kalau kak Jimmy galak membuat perasaan suka Jessica berkurang," ucap Jessica jujur
" Apakah kamu tidak suka cowok galak?" tanya daddy Nathan
" Betul dad, kalau mendengar orang berteriak dan marah - marah jujur Jessica tidak suka," jawab Jessica apa adanya.
" Jimmy, apakah kamu marah - marah dengan Jessica?" tanya daddy Nathan membuat Jimmy membalikkan badannya dan berjalan ke arah daddy Nathan dan Jessica.
" Maaf dad, waktu itu karena aku melihat di ruangan Sela ada dua dokter dan dua perawat sedang berkelahi makanya Jimmy marah. Jujur kalau seandainya tahu kalau itu Jessica, Jimmy akan membantu Jessica menangkap wanita ular itu," jawab Jimmy
" Kamu sudah dengar bukan alasan Jimmy berteriak dan marah - marah?" tanya daddy Nathan
" Dengar dad," jawab Jessica
" Dua sifat dijadikan satu memang susah tapi salah satu harus ada yang mengalah entah itu Jimmy atau Jessica sehingga terbina hubungan yang baik. Dulu mommy dan daddy juga mempunyai sifat yang berbeda - beda. sifat mommy yang sangat lembut sedangkan sifat daddy yang sangat keras tapi seiringnya berjalannya waktu daddy mulai belajar untuk mengurangi emosi daddy kecuali..." ucap daddy Nathan menggantungkan kalimatnya.
" Kecuali apa dad?" tanya Jimmy dan Jessica penasaran
" Kecuali kalau ada yang menyakiti mommy, anak - anak daddy dan keluarga besar daddy maka daddy sangat marah seperti yang terjadi pada Sela," jawab daddy Nathan.
" Daddy merasa cocok sama kamu untuk menjadi...." ucapan daddy Nathan terpotong ketika pintu ruang ugd terbuka.
" Daddy!!!!" teriak mommy Maya dengan nada kesal sambil berjalan ke arah daddy Nathan dengan hawa mem bu nuh
" Stttt... Mommy jangan teriak - teriak di sini rumah sakit bukan pasar," ucap daddy Nathan
Bugh Bugh
Tanpa menjawab mommy Maya memukul bahu suaminya sebanyak dua kali tapi di pukulan ke tiga daddy Nathan menahan tangan mommy Maya.
" Sayang, kenapa sayangku yang paling cantik ini marah - marah? Nanti cantiknya hilang lho," goda daddy Nathan
Grep
" Siapa bilang daddy mau menikah lagi?" tanya daddy Nathan sambil menggenggam tangan istrinya kembali.
" Tadi daddy bilang : Daddy merasa cocok sama kamu untuk menjadi... Menjadi apa kalau bukan menjadi istri," ucap mommy Maya mengulangi perkataan daddy Nathan sambil menatap matanya dengan tatapan penuh kecewa terhadap suaminya
" Daddy tahu, dulu mommy trauma dengan masa lalu yaitu dikhianati tapi kini daddy..." ucapan mommy Maya terputus karena jari telunjuk daddy Nathan menempel di mulut mommy Maya.
" Memang benar tadi daddy bilang : Daddy merasa cocok sama kamu untuk menjadi .... ( sengaja menggantungkan kalimatnya ) menantu kita," ucap daddy Nathan.
" Menantu? menantu siapa dad?" tanya mommy Maya
Cetak
" Aduh daddy, sakit tahu.." ucap mommy Maya sambil mengelus keningnya.
" Maaf, tadi daddy lagi jodohin Jimmy sama dokter Jessica," ucap daddy Nathan sambil meniup kening istrinya.
" Mommy kan tahu sendiri, putra kita itu malu - malu in makanya terpaksa deh daddy turun tangan," sambung daddy Nathan menjelaskan kemudian memeluk istrinya dari arah samping.
" Kok daddy bilang aku malu - malu in?" protes Jimmy
" Daddy memintamu untuk mengatakan kamu malu padahal daddy tahu kalau kamu suka sama dokter Jessica, apa itu bukan namanya malu - malu in," jawab daddy Nathan
" Daddy, ih nyebelin," ucap Jimmy sambil menatap kesal ke arah daddy Nathan karena dirinya dipermalukan di depan gadis yang dicintainya.
" Nyebelin tapi daddy mau usaha agar kalian bisa bertunangan dan berakhir kalian menikah dari pada tidak nyebelin tapi kamu gigit jari karena dokter Jessica di rebut pria lain dan menikah dengan pria itu, mana yang kamu pilih? daddy yang nyebelin atau yang tidak nyebelin?" tanya daddy Nathan
" Daddy yang nyebelin," jawab Jimmy terpaksa mengatakannya karena di pikir ada benarnya.
" Jadi jangan protes," ucap daddy Nathan sambil tersenyum menyeringai.
" Sudah - sudah dokter Jessica jadi ngeliatin kita terus," ucap mommy Maya tidak enak hati.
" Maaf nyonya, saya sangat senang melihat sepasang suami istri dan anak saling perduli dan saling sayang menyayangi," ucap Jessica.
" Panggil saja mommy, sama seperti Jimmy memanggilku dan maaf kalau tadi mommy salah mengira kalau kalian..." ucap Jessica menggantungkan kalimatnya.
" Tidak apa - apa mommy, Jessica mengerti kok," jawab Jessica
" Oh ya, kamu suka kan dengan putra kami? Kalau suka secepatnya kami akan ke rumahmu untuk melamar mu." ucap mommy Maya yang tidak sabar mempunyai menantu seperti Jessica.
" Tentu suka? Betulkan dokter Jessica?" tanya daddy Nathan sambil menatap mata Jessica begitu pula dengan mommy Maya dengan tatapan penuh harap.