Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Daddy Thomas dan Mommy Gloria


" Saat itu daddy tidak bisa berpikir jernih karena penjahat tersebut meminta mommy kalian untuk menjadi pengganti sandera oma dan opa," jawab daddy Thomas.


" Kenapa mommy dijadikan sebagai pengganti sandera?" tanya Nathan.


" Daddy, kepala mommy tiba - tiba pusing," ucap mommy Gloria pura - pura sambil memegang keningnya.


" Mommy, maaf biar aku yang gendong Delon," pinta Maya.


Mommy Gloria memberikan cucu pertama Nathan dengan Maya ke arah Maya kemudian daddy Thomas menggendong istrinya dan berjalan ke arah pintu kamar.


" Nathan tolong bukakan pintu," pinta daddy Thomas.


" Baik dad," jawab Nathan sambil berjalan dengan langkah cepat.


" Mommy dan daddy apa kita pergi ke rumah sakit?' tanya Nathan dengan nada kuatir.


" Tidak perlu, mommy hanya perlu istirahat nanti juga sembuh," ucap daddy Thomas yang tahu kalau istrinya berpura - pura.


" Daddy yakin?" tanya Nathan dengan nada masih kuatir.


" Daddy yakin," jawab daddy Thomas.


Daddy Thomas berjalan ke luar kamar milik Nathan dan Maya menuju ke arah kamar mereka dengan diikuti oleh Nathan. Nathan membantu membuka pintu kamar orang tuanya agar daddy Thomas bisa masuk ke dalam kamarnya sedangkan Nathan masih mengikuti mereka.


Daddy Thomas dengan perlahan menurunkan mommy Gloria ke ranjang kemudian duduk di sisi ranjang kiri sedangkan di sisi ranjang kanan duduk Nathan.


" Mommy baik - baik saja?" tanya Nathan sambil menggenggam tangan mommy Gloria.


" Mommy baik - baik saja sayang, mommy hanya perlu istirahat nanti pusingnya juga hilang." jawab mommy Gloria sambil memejamkan matanya.


" Nathan, kembalilah ke kamarmu dan temani Maya," pinta daddy Thomas.


" Baik dad, kalau ada apa - apa hubungi Nathan," jawab Nathan sambil berdiri.


Nathan berjalan ke arah pintu orang tuanya meninggalkan mereka berdua sedangkan daddy Thomas menutup pintu kamarnya dengan rapat kemudian berjalan ke arah ranjang.


" Mommy bangunlah Nathan sudah pergi," ucap daddy Thomas.


" Mommy ngantuk dad, mau tidur sebentar," jawab mommy Gloria yang masih memejamkan matanya.


" Baiklah tapi sebelum tidur main satu ronde ya," ajak daddy Thomas.


Setelah selesai berbicara daddy Thomas melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun sedangkan mommy Gloria hanya menganggukkan kepalanya tanpa bisa menolak permintaan suaminya.


Daddy Thomas me lu cu ti satu persatu pakaian yang melekat di tubuh istrinya hingga polos tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.


Daddy Thomas dan mommy Gloria saling memberikan pemanasan terlebih dahulu secara bergantian setelah mereka berdua sudah sama - sama panas daddy Thomas memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik istrinya hingga terdengar suara merdu dari mulut istrinya membuat daddy Thomas tersenyum bahagia hingga setengah jam kemudian tombak milik daddy Thomas mengeluarkan cairan kental mirip vanila dan dimasukkan ke dalam rahim istrinya.


Setelah beberapa saat daddy Thomas menarik tombak saktinya kemudian menggendong istrinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Hampir satu jam barulah mereka keluar dari kamar mandi, wajah daddy Thomas terlihat segar sedangkan mommy Gloria terlihat sangat lelah karena di kamar mandi daddy Thomas melakukannya lagi.


Bruk


" Daddy, mommy mau tidur." ucap mommy Gloria sambil menjatuhkan dirinya ke ranjang.


" Mommy tidak memakai pakaian?" tanya daddy Thomas sambil menahan tawa melihat istrinya yang sangat menggemaskan di matanya.


" Tidak dad, pakai piyama handuk saja," jawab mommy Gloria sambil masih memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama mommy Gloria sudah terlelap tidur sedangkan daddy Thomas hanya tersenyum sambil membuka lemari pakaian untuk mengambil celana pendek.


Daddy Thomas memakai celana pendek sedangkan di atasnya ber te lan jang dada hingga menampilkan perutnya yang berkotak - kotak. Daddy Thomas ikut berbaring di samping istrinya kemudian menarik perlahan kepala istrinya ke arah dadanya yang bidang membuat mommy Gloria memeluk suaminya layaknya seperti guling sedangkan daddy Thomas tersenyum.


Cup


" Aku sangat mencintaimu," bisik daddy Thomas kemudian mengecup kening istrinya.