Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Penyesalan Nathan


" Benar dad, mom dan Nathan sangat menyesal telah membentak dan mengusir Maya." Ucap Nathan sambil menarik rambutnya dengan kasar.


" Kenapa membentak dan mengusir Maya?" Tanya mommy Gloria kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Karena Maya bilang kalau memang Nathan sangat sayang pada Dita maka Maya merelakan Nathan  untuk menikah dengan Bela tapi ceraikan Maya lebih dulu karena itulah tanpa sadar aku membentaknya." Ucap Nathan yang sangat menyesal karena tidak bisa menahan emosinya.


" Kalau di suruh memilih Dita atau Maya siapa yang kamu pilih?" Tanya mommy Gloria.


" Maaf mom, Nathan tidak bisa memilih." Ucap Nathan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"  Nathan, jika kamu tidak bisa memilih kamu jangan menyesali jika Maya dan ke lima anakmu pergi meninggalkanmu." Ucap mommy Gloria dengan nada tegas tak terbantahkan.


" Kok mommy begitu." Protes Nathan.


" Dengar kata mommy ya, ibu hamil itu sangat sensitif ketika sesuatu yang tidak dituruti maka mempengaruhi janinnya, jika kamu tidak mencintai Maya maka lepaskan Maya karena mommy tidak ingin terjadi dengan cucu mommy." Ucap mommy Gloria.


" Tidak mom, Nathan sangat mencintai Maya." Ucap Nathan yang tidak rela berpisah dengan Maya.


" Begini saja untuk sementara Dita biar mommy dan daddy yang mengurus kamu dan Maya pergilah bulan madu." Ucap mommy Gloria memberikan solusi karena mommy Gloria sangat sayang dengan menantunya.


" Bulan madu lagi mom?" Tanya Nathan dengan nada bingung.


" Iya bulan madu lagi, manjakan Maya agar tidak sedih lagi karena wanita hamil itu sangat sensitif dan ingin di sayang." Ucap mommy Gloria.


" Benar kata mommy kak, dulu aku hamil kak Nathan bisa lihat sendiri kan bagaimana aku sangat manja sama kak Aska tapi setelah beberapa bulan aku bersikap biasa saja. " Ucap dokter Kasandra berusaha menasehati kakaknya.


" Dulu mommymu juga begitu sangat manja sama daddy, daddy mau kerja mommy selalu minta ikut sampai daddy mau ke kamar mandi ikut juga." Sambung daddy Thomas mengingat masa lalu.


" Kenapa bisa begitu dad? Apakah daddy kesal karena selalu diikuti mommy?" Tanya Nathan penasaran.


" Pernah daddy sempat kesal dan membentak mommy kalian, mommy langsung menangis dan pergi dari rumah." Ucap daddy Thomas.


" Terus dad?" Tanya Nathan yang masih penasaran.


" Ya daddy kejar karena daddy tidak bisa hidup tanpa mommy kalian dan membiarkan mommy kalian melakukan apapun terhadap daddy. Daddy hanya pasrah asalkan mommy tidak marah lagi." Ucap daddy Thomas sambil memeluk istrinya dari samping dan mommy Gloria pun membalas pelukan suaminya.


" Kenapa wanita hamil seperti itu mom, dad?" Tanya Nathan.


" Itu tandanya anak - anak sangat sayang sama daddynya, kalian sayang kan sama daddy?" Tanya mommy Gloria.


" Sayang mom." Jawab Nathan.


" Begitu pula anak - anak dalam kandungan Maya, mereka semua sangat sayang padamu. Jika kamu marah - marah dan tidak bisa mengendalikan amarah maka Maya sedih dan berimbas pada anak - anak kalian." Ucap mommy Gloria.


" Terima kasih dad, mom. Nathan akan menuruti semua permintaan Maya karena Nathan sangat mencintainya." Ucap Nathan.


" Syukurlah kalau kamu sudah sadar." Ucap mommy Gloria.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama pintu ugd terbuka dua orang perawat mendorong brankar di mana Maya sedang berbaring.


Mereka mengikuti Maya hingga ke ruang perawatan, Nathan duduk di kursi dekat ranjang sambil menggenggam tangan Maya sedangkan daddy Thomas, mommy Gloria dan dokter Kasandra duduk di sofa menunggu Maya tersadar. Maya perlahan membuka matanya dan menatap Nathan dengan tatapan sendu dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"  Maaf." Ucap Nathan sambil mengusap air mata Maya dengan menggunakan ke dua tangannya.


Maya hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun membuat hati Nathan terasa sakit sekali dan sangat menyesal membentak serta mengusir Maya.


Grep


" Jika sayangku sudah sembuh kita pergi berdua menikmati bulan madu ke dua." Sambung Nathan.


Hening


Hening


" Sayang bicaralah jangan diam saja, aku mohon." Mohon Nathan sambil melepaskan pelukan istrinya kemudian menatap wajah pucat istrinya namun masih terlihat cantik


" Jika kak Nathan di suruh memilih siapa yang kak Nathan pilih aku atau Dita?" Tanya Maya mengulangi pertanyaan yang tadi di mansion.


" Aku akan memilihmu, jika kamu ingin Dita kembali pada Bela aku akan menyerahkannya asalkan kamu bahagia aku juga bahagia." Ucap Nathan.


" Terima kasih, biarkan Dita tetap bersama kita." Ucap Maya.


" Apa maksudmu May?" Tanya Nathan dengan nada bingung.


" Aku hanya ingin tahu seberapa besarnya cinta kak Nathan padaku, terlebih tadi kak Nathan mengusirku." Ucap Maya dengan mata berkaca - kaca.


Grep


" Maafkan perkataan ku May, aku bersedia di hukum. Apapun yang kamu lakukan padaku, aku terima semuanya asalkan kamu mau memaafkan aku." Ucap Nathan menyesali perkataannya sambil memeluk Maya.


" Kak Nathan masih ingat waktu kita mengalami kecelakaan?" Tanya Maya sambil membalas pelukan Nathan.


" Iya aku masih ingat." Ucap Nathan.


" Saat itu aku sempat berpikir jika aku mati dalam kecelakaan itu kak Nathan bisa menikah lagi sedangkan jika aku hidup maka aku tidak akan menikah lagi hanya mengurus anak - anak kita. Hal itu membuatku nekat dan tidak memperdulikan diriku sendiri dengan cara memeluk kak Nathan karena aku tidak sanggup kehilangan orang yang aku cintai." Ucap Maya.


" Apakah aku sanggup kehilanganmu? Kamu adalah setengah bagian dari hidupku dan setengah lagi untuk anak - anak kita. Jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku karena aku sangat mencintai kalian semuanya istri dan ke lima anak - anak kita." Ucap Nathan.


" Terima kasih, kak Nathan hadir dalam kehidupanku. " Jawab Maya


" Justru aku yang berterima kasih karena kamu hadir dalam kehidupanku." Ucap Nathan.


" Sekarang kamu istirahatlah, mommy dan daddy pulang dulu." Ucap mommy Gloria sambil berdiri,


" Maaf sudah merepotkan mommy dan daddy." Ucap Maya merasa tidak enak hati.


" Tidak apa - apa santai saja." Jawab mommy Gloria.


Mommy Gloria dan daddy Thomas berpamitan dengan Maya dan Nathan dan seperti biasa Maya dan Nathan mencium punggung tangan daddy Thomas dan mommy Gloria kemudian pergi meninggalkan mereka berdua bertepatan ponsel milik Nathan berdering.


Nathan mengambil ponselnya yang di simpan di saku kemejanya dan melihat nomer yang tidak dikenalnya membuat Nathan membiarkan ponselnya berdering hingga deringan ponselnya berhenti namun beberapa saat berdering kembali.


" Siapa yang menghubungi?" Tanya Maya


" Tidak tahu, nomernya aku tidak kenal." Ucap Nathan.


" Angkat saja siapa tahu penting." Ucap Maya.


Nathan menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggeser tombolnya berwarna hijau kemudian ditempelkan di telinganya.


" Hallo sayang." Panggil seorang wanita.