Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Racun


Mereka pun pergi ke tempat istirahat dokter Alexa sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Katarina membuka pintu kamar perawatan dan sesuai perkataan Max kalau ada 4 orang yang berjaga. Alvonso dan Alvian sengaja bersembunyi di samping pintu kanan dan kiri agar para musuh tidak curiga sambil menunggu acting Katarina.


" Maaf nona, di larang masuk ke sini silahkan keluar." Ucap salah satu pria tersebut.


" Aduh maaf kepalaku pusing sekali." Ucap Katarina berbohong sambil berpura - pura memijat kepalanya.


Tangan kirinya yang memegang 4 kartu domino sedangkan tangan kanannya memegang kepalanya sambil matanya melirik sekilas posisi ke 4 pria tersebut sedangkan salah satu pria yang tadi bertanya mendekati Katarina untuk membantunya sambil tersenyum mesum.


Jleb            Jleb              Jleb              Jleb


" Akhhhhh." Teriak ke empat pria itu.


Bruk            Bruk            Bruk              Bruk


Katarina yang melihat salah satu dari mereka yang berjalan mendekati dirinya membuat Katarina langsung melempar kartu domino ke arah kening mereka hal itu membuat ke empat pria itu langsung mati seketika. Suara teriakan ke empat pria itu membuat Alvonso dan Alvian mengarahkan pistol ke dalam ruangan tersebut dan ke duanya langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


" Mereka sudah mati." Ucap Alvonso dengan nada terkejut.


" Menggunakan domino." Sambung Alvian.


" Ajarkan aku cara menggunakannya." Sambung Alvonso.


" Nanti aku ajarkan sekarang aku mau mengecek kondisi opa Thomas dan oma Gloria." Ucap Katarina.


Katarina berjalan ke arah mommy Gloria kemudian meletakkan tas di meja dekat ranjang mommy Gloria mulai mengecek kondisi mommy Gloria lewat nadi setelah lima menit kemudian Katarina membuka tasnya dan mengambil botol berisi obat.


" Itu obat apa?" Tanya Alvonso penasaran.


" Oma Gloria di beri racun kemungkinan diberikan lewat selang infus atau dari oksigen karena itulah aku memberikan obat penawar racun, tolong buka selang oksigen setelah itu tolong didudukkan." Pinta Katarina.


" Ok." Jawab Alvonso sambil melepaskan selang oksigen yang menutupi mulutnya kemudian mendudukkan tubuh mommy Gloria dengan menggunakan ke dua tangan Alvonso.


Setelah berkata demikian Katarina membuka tutup botol kemudian memasukkan obat tersebut ke dalam mulut mommy Gloria, Setelah selesai Katarina mengambil botol yang berisi air mineral kemudian membuka tutup botol. Katarina memasukkan botol ke dalam mulutnya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menekan agar obat itu masuk ke dalam tubuh mommy Gloria.


" Sudah selesai tolong dibaringkan lagi." Ucap Katarina.


" Ok, lalu selang pernafasan?" Tanya Alvonso penasaran.


" Sebentar aku cek dulu." Ucap Katarina.


Katarina mengambil selang untuk bernafas kemudian menghirupnya sebentar dan tidak ada racun di selang oksigen membuat Katarina menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk di pasang kembali selang oksigennya.


Katarina membuka tasnya kembali dan memasukkan botol obat yang tadi diberikan ke mommy Gloria kemudian Katarina mengambil alat suntikan kemudian menyuntik selang infus untuk mengambil sedikit cairan. Katarina mengambil botol kecil dan memasukkan cairan botol infus yang di ambil dari suntikan.


Katarina mencium botol tersebut sebentar setelah selesai Katarina meletakkan botol tersebut kemudian mengambil botol dengan tangan kanan dan tangan kirinya mengambil alat suntikkan baru yang berada di dalam tas, Katarina menyuntikkan botol untuk di ambil isinya kemudian memindahkan ke selang infus.


" Racun? Jahat sekali mereka." Ucap Alvian


" Apakah berbahaya?" Tanya Alvonso bersamaan.


" Jika racun diberikan dan tidak segera ditangani kemungkinan besar selamanya memejamkan matanya." Ucap Katarina.


" Tapi tante Gloria tidak apa - apakan?" Tanya Alvonso dan Alvian bersamaan.


" Tidak apa - apa, untunglah kita datang tepat waktu dan aku sudah memberikan penawarnya." Ucap Katarina.


" Oh ya sebentar lagi oma Gloria akan batuk dan keluarnya adalah darah berwarna hitam itu tanda racun dalam tubuhnya keluar semua, tolong buka selang pernafasan ketika oma Gloria batuk dan bersihkan mulutnya menggunakan sapu tangan ini setelah bersih pasang kembali karena aku mau cek kondisi opa Thomas." Ucap Katarina sambil memberikan sapu tangan yang di ambil dari dalam tasnya.


" Biar paman yang membersihkannya." Ucap Alvian sambil menerima sapu tangan tersebut.


Katarina hanya menganggukkan kepalanya kemudian membawa tas miliknya yang tadi di geletak kan di meja dan berjalan ke arah ranjang di mana daddy Thomas berbaring sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda tempat Aleandro, Maximus dan Fico berjalan ke arah timur mereka melihat ada sekitar 6 orang yang berjaga sambil mengelilingi tempat tersebut.


" Kakak akan menembak di jarum 1 dan 3, Maximus kamu menembak di jarum 5 dan 7 sedangkan Fico kamu menembak di jarum 9 dan dua belas." Ucap Aleandro sambil menunjuk ke 6 musuh yang sedang berhenti mengelilingi sambil matanya mencari pergerakan musuh.


" Ok." Jawab Maximus dan Fico serempak.


" Kakak hitung sampai 3 ..... 1...... 2 ....... 3... " Ucap Aleandro


Dor       Dor         Dor       Dor         Dor       Dor


" Akhhhhhhhh....." Teriak ke lima penjahat tersebut serempak.


Bruk     Bruk       Bruk     Bruk       Bruk


Ke lima penjahat itupun mati di tempat karena tembakan Aleandro dan Maximus berhasil mengenai keningnya sedangkan Fico hanya satu yang tepat membuat temannya yang masih hidup mengambil ponselnya untuk meminta bantuan. Aleandro yang melihat hal tersebut langsung menembak kening pria itu dan pria itupun langsung mati seketika.


" Tugas sudah selesai kita ke arah selatan untuk membantu Nathan, Yohanes, Aska dan Robert." Ucap Aleandro sambil berjalan ke arah selatan.


" Ok. Jawab Maximus dan Fico serempak.


Merekapun berjalan ke arah selatan dan melihat Nathan, Yohanes, Aska dan Robert masih menembak membuat Aleandro, Maximus dan Fico ikut membantu dan tidak membutuhkan waktu lama semua penjahat yang berjumlah 8 orang sudah mati semua.


" Misi kita sudah selesai sekarang kakak dan Maximus ke ruang perawatan mommy dan daddy untuk Fico, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert kalian ke markas untuk membantu menyerang mereka." Perintah Aleandro.


" Tapi kak, aku ingin bertemu mommy dan daddy." Ucap Nathan.


" Aku juga kak." Jawab Yohanes.


" Kakak tahu tapi kita tidak ada waktu, kita harus segera menyelesaikan misi ini dan membawa mommy dan daddy pergi dari negara ini." Ucap Aleandro memberikan pengertian ke dua adiknya.