
" Ya benar, waktu itu Alexis Maximus lagi ada masalah dan meminta pertolongan saudara kembarnya dan saudara kembarnya yang bernama Alex Maximus membantunya dan mereka pun bertukar identitas. Alexis sebenarnya juga menyukai Gloria tapi karena menikah dengan saudara kembarnya akhirnya dia mengalah. Alexis sangat kecewa ketika mengetahui ternyata tante Gloria menikah dengan paman Thomas dan melahirkan ke tujuh bayi kembar karena itulah Alexis menculik ke dua orang tuanya paman Thomas," ucap Max
" Apa??" jawab mereka serempak
Max memberikan laptopnya ke mereka dan mereka melihat dan mendengarkan rekaman cctv di markas milik Alexis Maximus berikut percakapannya dengan anak buahnya.
" Lalu siapa yang menculik daddy dan mommy? apakah Alex Maximus?" tanya Maximus penasaran
" Kemungkinan besar Alex Maximus karena ke dua orang tuanya dan saudara kembarnya meninggal dan bisa jadi pria itu yang merencanakan kecelakaan dan penculikan paman Thomas dan tante Gloria," ucap Max.
" Kalau begitu aku dan saudara - saudaraku akan menyerang markas mereka agar masalah ini cepat selesai," ucap Maximus.
" Besok kita bicarakan lagi mengenai penyerangan markas mereka, sekarang kita istirahat dulu," ucap Alvonso.
" Benar kata Alvonso lebih baik kita istirahat dulu dan besok kita melakukan penyerangan," ucap dokter Hendrik.
" Ok," jawab Maximus.
Merekapun keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah kamar masing - masing untuk beristirahat kecuali Maximus menuju ke ruang perawatan karena istrinya terluka terkena luka tembak.
Ceklek
Maximus melihat istrinya dan saudara - saudaranya bersama istrinya masing - masing, Maximus berjalan ke arah ranjang dan duduk di kursi dekat ranjang istrinya sambil menatap wajah cantik istrinya.
" Apakah ada yang sakit?" tanya Maximus
" Sudah lebih baik, aku ingin tidur di kamar," ucap Claudia
" Kalau kita tidur di kamar aku takutnya tidak bisa menahan hasratku," bisik Maximus
" Aish, aku kan terkena luka tembak masa mau gituan?" protes Claudia
" Makanya tidur di sini saja, supaya aku bisa menahannya." ucap Maximus sambil menggerakkan alisnya.
" Tapi aku tidak betah, suamiku kan tahu aku tidak suka bau obat pindah ya?" pinta Claudia
" Tapi satu ronde ya?" pinta Max
" Besok saja deh, aku takutnya lukanya nanti terbuka," ucap Claudia
cup
" Maaf sayang aku hanya bercanda, aku akan memakan mu setelah kamu benar - benar sembuh karena aku akan membuatmu tidak bisa bangun," ucap Maximus sambil tersenyum menyeringai.
Glek
Claudia menelan salivanya dengan kasar sedangkan Maximus menggendong Claudia ala bridal style menuju ke arah ruang pintu membuat Nathan memanggilnya.
" Mau kemana kak?" tanya Nathan
" Mau ke kamar," jawab Maximus
" Mau ngapain kak di kamar?" tanya Nathan kepo.
" Mau olah raga di ranjang." jawab Maximus sambil tersenyum mengusili adiknya.
bugh
Claudia memukul bahu suaminya sambil wajahnya di sembunyikan di dada suaminya sedangkan Maximus hanya menahan tawa melihat tingkah gemas istrinya.
" Kak Claudia kan lagi sakit masa melakukan itu," protesĀ Nathan.
" Habis enak." jawab Maximus yang sangat suka mengusili adik kembarnya sedangkan Claudia hanya menatap suaminya dengan tatapan horor.
Claudia membukakan pintu dan Maximus melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah kamar mereka sedangkan Nathan yang mendengar ucapan kakak kembarnya menatap istrinya dengan tatapan mesum dan Maya mengerti arti tatapan mesum suaminya.
" Sayang, kita ke kamar yuk?" ajak Nathan.
" Memang kenapa kalau kita di sini?" tanya Maya
" Aku ingin sayang, aku janji hanya satu ronde dan mainnya pelan." bisik Nathan sambil memainkan salah satu gunung kembar milik Maya.
Maya yang tidak bisa menolak permintaan suaminya hanya bisa menganggukkan kepalanya sedangkan Nathan yang mendapatkan lampu hijau dengan semangat menggendong Maya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut sedangkan Fico yang melihat Nathan berjalan ke arah pintu membuat Fico memanggil Nathan.
" Nathan mau kemana?" tanya Fico
" Olah raga malam di ranjang sama seperti kak Maximus," ucap Nathan.
" Sayang," ucap Maya sambil menatap horor suaminya.
" Sayang, buka pintunya," pinta Nathan yang tidak memperdulikan tatapan horor Maya karena terasa imut dan menggemaskan.
Maya membuka pintu kemudian meninggalkan ruangan tersebut membuat Fico menatap mesum istrinya terlebih dirinya pernah merasakan hubungan suami istri membuat Fico ingin merasakan kembali tapi Fico tersadar kalau istrinya terluka dua kali karena terkena luka tembak membuat Fico menahan hasratnya dan langsung berdiri membuat Quenby menahan tangannya.
" Sayang, mau kemana?" tanya Quenby penasaran.
" Sayang, kita sudah resmi menikah dan jujur aku ingin merasakan malam pertama denganmu tapi aku tahu istriku sedang terluka karena itu aku ingin mandi lagi dengan air dingin untuk menidurkan adik kecilku," ucap Fico dengan jujur.
Grep
Quenby menahan tangan Fico agar tidak pergi ke kamar mandi membuat Fico membalikkan badannya dan menatap wajah cantik Quenby.
" Ada apa sayang?" tanya Fico dengan wajah bingung.
" Kita ke kamar yuk?" ajak Quenby yang tidak tega dengan suaminya.
" Kenapa kita ke kamar?" tanya Fico
" Melakukan malam pertama." ucap Quenby sambil memalingkan wajahnya yang mulai memerah karena malu.
" Bukankah sayangku masih terluka?" tanya Fico.
Jujur di satu sisi Fico sangat senang karena dirinya ingin merasakan kembali terlebih bersama wanita yang dicintainya tapi di sisi lainnya Fico tidak ingin dirinya egois.
" Sudah mendingan sayang." jawab Quenby sambil menatap wajah tampan suaminya dan tersenyum manis.
" Kamu yakin?" tanya Fico sambil membalas senyuman Quenby
Quenby menganggukkan kepalanya membuat Fico tersenyum bahagia kemudian menggendong istrinya ala bridal style dan meninggalkan ruangan tersebut bersamaan Aurora keluar dari kamar mandi dan melihat ruangan tersebut tidak ada Claudia, Quenby dan Maya.
Aurora hanya wajah dan tubuhnya yang lebam namun sudah mulai memudar berkat obat dari Katarina. Hanya Aurora dan Cantika istri Aleandro yang tidak terkena luka tembak hanya luka lebam dan pingsan karena di saat kejadian Aurora dan Cantika istri Aleandro di pukul tengkuknya oleh penjahat yang menyerangnya dari arah belakang.
" Kak Claudia, kak Quenby dan kak Maya pergi kemana?" tanya Aurora sambil matanya tetap menatap ke sekeliling ruangan.
" Mereka pergi ke kamarnya masing - masing, sayang apakah masih sakit?" tanya Yohanes yang juga ingin merasakan malam pertama.
Yohanes belum melakukan malam pertama karena waktu itu pikirannya kacau ketika ke dua orang tuanya dikatakan meninggal dan setelah diberikan kabar kalau ke dua orang tuanya masih hidup namun mengalami koma membuat Yohanes ingin cepat - cepat pergi untuk menjemput ke dua orang tuanya.
Yohanes tidak memikirkan malam pertama karena dipikirannya ingin secepatnya menyelamatkan ke dua orang tuanya dan kini ke dua orang tuanya selamat karena itulah sekarang dirinya ingin merasakan malam pertama dengan istri yang sangat dicintainya.
" Sudah, jawab Aurora singkat sambil mendekatkan tubuhnya ke arah suaminya dengan rapat membuat tombak sakti milik Yohanes semakin menegang.
" Sayangku kenapa?" tanya Yohanes.
" Aku...." ucap Aurora menggantungkan kalimatnya.