
( " Ini paman Nathan Maaf ganggu, tapi kondisinya sangat genting," ucap daddy Nathan )
( " Ada apa paman Nathan?" tanya Mikael sambil bangun dari ranjangnya dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang )
( " Ada orang yang ingin mencelakai putriku Sela dengan cara menyuntikan racun lewat botol infus," jawab daddy Nathan )
( " Apa??? Tapi Sela baik - baik saja kan paman?" tanya Mikael dengan nada sangat terkejut sekaligus marah secara bersamaan karena Mikael tahu kalau kondisi Sela saat ini sedang koma dan dengan teganya orang itu ingin meng ha bi si Sela dengan cara menyuntikkan racun ).
( " Sela baik - baik saja tapi dokter yang menolong Sela yang terkena racun dan tidak bisa bertahan lama, paman ingat kalau istrimu Katarina bisa membuat penawar racun jadi paman meminta tolong agar istrimu membuatkan racun untuk dokter Jessica," ucap daddy Nathan )
( " Baik paman, kami akan ke sana sekarang," jawab Mikael )
( " Ok, terima kasih atas bantuannya dan maaf mengganggu tidur kalian," ucap daddy Nathan tidak enak hati )
( " Tidak apa - apa paman, apalagi Sela dan ke empat anak paman dan tante sudah kami anggap sebagai ponakan kami," ucap Mikael )
( " Sekali lagi terima kasih, bye," pamit daddy Nathan )
( " Bye," jawab Mikael )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus sedangkan Katarina yang sedang mendengarkan percakapan suaminya dengan daddy Nathan hanya diam mendengarkan hingga dirinya mendengar kalau Sela ingin diracuni oleh seseorang dan racunnya mengenai dokter Jessica membuat Katarina bangun dan turun dari ranjang sambil memunguti pakaiannya dan pakaian suaminya yang berserakan di lantai karena tiga jam lalu mereka melakukan hubungan suami istri.
Katarina berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya hingga lima menit kemudian Katarina sudah selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.
" Sayang, sudah dengarkan?" tanya Mikael
" Aku sudah mendengarnya, sekarang honey membersihkan tubuhnya dulu setelah itu kita pergi ke rumah sakit," ucap Katarina
Mikael berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya sedangkan Katarina berjalan ke arah lemari dan mengambil satu steel pakaian santai untuk suaminya kemudian diletakkan di meja setelah itu barulah mengambil pakaiannya.
Singkat cerita kini mereka sudah memakai pakaian dan pergi meninggalkan mansion sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di rumah sakit.
Daddy Nathan menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya setelah selesai menghubungi Mikael kemudian menatap ke arah Presdir Axel.
" Axel, daddy ingin menengok dokter Jessica karena bagaimana pun dokter Jessica sangat berjasa merelakan dirinya terkena racun," ucap daddy Nathan
" Iya dad, maaf Axel tidak menemani daddy karena Axel ingin menemani Sela," ucap presdir Axel
" Tidak apa - apa, apa lagi kamu memang harus menemani Sela nanti daddy akan meminta Lemos untuk menemanimu," ucap daddy Nathan
" Baik dad dan semoga dokter Jessica tidak apa - apa," ucap presdir Axel
Nathan berjalan ke luar dari ruangan ICU menuju ke arah ruang ugd di mana Jessica sedang berbaring di ranjang dengan di temani oleh Jimmy.
Di ruangan yang berbeda tepatnya di ruangan ugd Jimmy menggenggam tangan Jessica dan entah kenapa hatinya sangat sakit melihat wajah pucat Jessica dan mulutnya di tutup dengan selang oksigen di tambah suara mesin detak jantung yang berbunyi nyaring.
Jimmy tanpa sadar mengeluarkan air matanya dan mengenai wajah pucat Jessica membuat Jessica perlahan membuka matanya dan menatap Jimmy sambil tersenyum kemudian membuka selang oksigen.
" Jangan jewer Seli ya kak dan aku minta lindungi adik - adik kakak dari orang - orang jahat," pesan Jessica kemudian tersenyum manis sambil membalas genggaman tangan Jimmy.
" Uhuk.... Uhuk..."
Titttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt