Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sadarlah


" Kami bukan anak kecil mom," protes Seli


" Memang kamu sudah besar tapi pembahasan daddy untuk orang yang sudah menikah sedangkan kamu dan Albert belum menikah," ucap mommy Maya menjelaskan.


" Tapi Seli mengerti kok apa yang dikatakan daddy," ucap Seli.


" Albert juga ngerti kok mom," sambung Presdir Albert.


" Walau kalian sudah mengerti tapi kalian harus bisa menahan diri," ucap mommy Maya.


" Baik mom,' jawab Seli dan Presdir Albert serempak.


"Oh ya mom, bagaimana kalau lusa Jimmy dan Jessica kita nikahkan saja? Acara pestanya seminggu kemudian?" usul daddy Nathan untuk mengalihkan pembicaraan.


" Kenapa dipercepat dad?" tanya mommy Maya


" Sepertinya Jimmy tidak bisa pisah sama Jessica sejak tadi menemani Jessica," jawab daddy Nathan


" Apalagi keluarga Jessica sudah tidak ada lagi jadi lebih baik mereka kita nikahkan saja," sambung daddy Nathan


" Apakah daddy memberikan pelajaran ke mereka?" tanya mommy Maya sambil menatap mata suaminya.


" Sudah mom," jawab daddy Nathan yang sulit untuk berbohong.


Mommy Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya setelah beberapa saat mommy Maya menganggukkan kepalanya.


Sedangkan presdir Albert yang mendengar calon kakak iparnya akan menikah lusa membuat Presdir Albert menyenggol lengan Seli membuat Seli menatap ke arah Presdir Albert. Presdir Albert memberikan kode ke arah Seli dan Seli yang mengerti arti kode Presdir Albert langsung menatap ke dua orang tuanya.


" Mommy dan daddy, bagaimana kalau Seli dan kak Albert juga menikah lusa?" tanya Seli


" Tergantung dari Albert dan orang tua Albert kalau setuju mommy dan daddy tinggal ikut saja," ucap mommy Maya


" Betul kata mommy, tergantung dari Albert dan keluarga besarnya" sambung daddy Nathan


" Albert, setuju saja dad kalau kami menikah lusa," jawab Presdir Albert.


" Kalau begitu lebih baik kalian pergi ke rumah orang tua Albert untuk membicarakan pernikahan," ucap daddy Nathan.


" Baik dad," jawab Seli dan Presdir Albert serempak.


" Kalau begitu kami mohon pamit pulang," ucap Katarina sambil turun dari sofa kemudian mengecup punggung tangan mommy Maya dan daddy Nathan meninggalkan mereka berdua.


Grep


" Mommy tinggal kita berdua, kita mau ngapain sekarang?" bisik daddy Nathan sambil memeluk tubuh istrinya.


" Terserah daddy," jawab mommy Maya pasrah.


" Bagaimana kalau kita melakukan yang enak - enak?" tanya daddy Nathan sambil naik turunkan alis matanya.


Bugh


" Daddy, kenapa sih jadi mesum," protes Maya


" Mesum sama mommy memang tidak boleh?" tanya daddy Nathan.


" Boleh sih tapi kan di sini rumah orang, tidak enak dad sama Jessica jika Jessica sadar," jawab mommy Maya.


" Kalau begitu kita pulang saja," jawab daddy Nathan.


" Terus Jimmy bagaimana?" tanya mommy Maya.


" Jimmy dan Jessica sudah besar, biarkan saja apalagi sebentar lagi mereka akan menikah," ucap daddy Nathan dengan santai.


" Daddy kok bicaranya seperti itu?" tanya mommy Maya dengan nada kesal.


Cup


" Maaf apa yang tadi daddy katakan dan lupakan saja apa yang tadi daddy katakan," ucap daddy Nathan.


" Ayo kita pulang mom," ajak Nathan sambil menarik tangan mommy Maya dengan perlahan.


" Baiklah," jawab mommy Maya pasrah.


Mereka pun pergi meninggalkan Jessica dan Jimmy yang masih berada di rumah Jessica di mana Jimmy duduk di ranjang menunggu Jessica sadar walau agak lama tapi Jimmy tidak perduli untuk menunggunya.


" Sadarlah, aku sangat merindukanmu," ucap Jimmy dengan lirih.