Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
93


" alhamdulillah kamu sudah sadar Mai " kata Azka langsung memeluk Maira yang masih terbaring


" iya bang. Bagaimana dengan mama ?" tanya Maira


" mama baik baik saja Mai, kamu jangan khawatir " jawab Azka meyakinkan


" syukurlah. oh iya bang, Mai mau pulang ! Mai gak betah disini " rengek Maira


" sabar ya, kata dokter tunggu dulu. semoga besok bisa pulang ya ! makanya Mai harus semangat buat sembuh ya " kata Azka memotifasi


" iya bang, lagian siapa juga sih yang mau seperti ini ! " keluh Maira


" sabar, semoga dengan adanya penyakit ini menjadi penggugur dosa dosamu dan menjadikannya pahala atas kesabaranmu menjalaninya !" kata Azka


" iya bang, semoga saja Mai bisa " kata Maira


Azka tidak lama menemani Maira, karena dokter mengharuskan Maira banyak istirahat agar segera membaik lalu setelah itu baru akan dilakukan kemo pertama. Sampai saat ini Maira belum mengetahui kondisi mamanya yang sebenarnya, Azka masih merahasiakannya karena pasti akan mempengaruhi kondisi Maira saat ini.


" Mai, aku diluar ya ! aku mau nelfon ibu dulu di rumah " izin Zahra


" iya Ra, terima kasih ya kamu selalu menemaniku. Maaf kalau aku selalu membuatmu repot " kata Maira terdengar rendah diakhir kalimatnya


" hey, tidak usah begitu ! kita ini sahabat, bahkan bagiku kamu sudah seperti saudara, jadi tidak perlu sungkan " jawab Zahra


" terimakasih " ucap Maira tulus


Zahra membalasnya dengan senyuman yang manis dan mengangguk, kemudian ia keluar dari ruangan unyuk menghubungi Maira. Walau tidak terikat darah sekalipun ibunya Zahra menganggap Maira sebagai anaknya juga. Zahra menghubungi ibunya untuk memberi tahu kalau Maira sudah sadar, agar ibu tidak cemas lagi walaupun ibu tidak tahu kalau Maira sedang sakit.


Setelah selwsai menghubungi ibunya, Zahra mengobrol dengan Azka perihal rencana merwka untuk menyelidiki kasus penculikan mama dan Maira.


" bagaimana bang ? apa hari ini sudah ada perkembangan ?" tanya Zahra


" untuk si pelaku masih belum tahu, tapi orang suruhanku mengatakan kalau ada orang yang masih mencari cari Maira sampai saat ini. Tapi mereka bukan dari anak buahku, jadi bisa dipastikan mereka itu orang suruhan yang sama " jawab Azka


" terus sekarang kita harus bagaimana bang ?" tanya Zahra


" kita harus tetap bermain rapi ! anak buahku sedang melakukan pengejaran pada orang orang itu, kitq tunggu saja hasilnya " jawab Azka


" semoga ada titik terang ya bang " kata Zahra


" ya, semoga saja " harap Azka


keduanya pun diam dan sibuk dengan pemikirannya masing masing.


*****


Saat ini Fardhan masih ada di rumah,ia memilih tidak kekantor. Fardhan berniat akan istirahat di rumah dan akan memeriksa beberapa laporan saja, selebihnya sudah dikerjakan oleh Shandy.


tok tok tok...


" assalamualaikum " ucap seseorang diluar pintu


" siapa sih yang bertamu jam segini !" gerutu bi Titin


" waalaikumsalaam, eh ibu silahkan masuk bu " kata Bi Titin


yang datang itu ternyata mamanya Fardhan bersama seorang wanita yang belum pe4nah bi Titin temui sebelumnya.


" silahkan duduk bu, biar saya panggilkan den Fardhan dulu " kata bi Titin berlalu pe4gi ke kamar Fardhan


tok tok tok...


" maaf den, ada ibunya aden dibawah " kata bi Titin setelah mengetuk pintu


" mama, kaman mama tiba ?" tanya Fardhan sambil menyalami mamanya


" baru saja " jawab mama sambil tersenyum


" kok mama gak ngasih kabar aih sama Fardhan kalau mau kesini, kan bisa Fardhan jemput kalau tahu " kata Fardhan


" sengaja, kan mau buat kejutan " jawab mama


" hai mas, apa kabar ?" tanya seorang wanita cantik yang duduk disamping mamanya


" ngapain kamu kemari ?" tanya Fardhan


" kok kamu ngomongnya gitu sih Dhan ? aku kesini diajak mama kamu " jawabnya dengan ekspresi kesal


" ngapain mama ngajak dia kesini ? mama kan tahu kalau aku gak mau ketemu dia lagi ma " tegur Fardhan dengan kesal pada mamanya


" mama sengaja kesini sama Kirana, dia juga mewakili perusahaan papanya untuk meeting besok di perusahaanmu " jawab mama


Ya, memang Kirana mewakili perusahaan papanya untuk meeting di perusahaan Fardhan. Perusahaan Fardhan bekerja sama dwngan perusahaan papanya Kirana, tapi Fardhan tidak mengira kalau Kirana yang akan mewakilinya untuk meeting kali ini. Sebenarnya ini hanyalah tak tik saja bagi Kirana untuk mencoba merebut kembali hati Fardhan.


" oh iya, kemana iatrimu Dhan ? kok mama gak lihat dia " tanya mama sambil menoleh ke kanan dan kiri mencari Maira


" Mai lagi pergi liburan ma, kasihan kalau dia terus di rumah. Lagian Fardhan juga gak bisa menemani dia liburan, kerjaan Fardhan lagi numpuk banget akhir akhir ini " jawab Fardhan berkilah


" oooo, trus liburannya kemana ? kapan pulangnya ?" tanya mama Fardhan


" dia baru pergi dua hari ma, Fardhan kasih dia libur dua minggu " jawab Fardhan meyakinkan


" lama amat ! kamu gak takut apa dia berbuat serong dibelakangmu, apalagi kamu mengizinkannya pergi berlibur tanpamu " gerutu mama


" Maira gak gitu ma " jawab Fardhan


" gak gitu aja kalau lagi deket kamu, kalau lagi jauh kayak gitu tidak menutup kemungkinan hal iti terjadi Dhan " kata Kirana mengompori


" jangan ikut campur urusan rumah tanggaku ! disini kamu hanya tamu, ingat hanya tamu bukan keluarga " kata Fardhan memperingatkan dan menekankan kata 'Hanya tamu bukan keluarga'


" kamu kok gitu sih Dhan, dikasih tahu malah ngeyel " kata Kirana mencebikkan bibirnya


" sudah sudah, kalian ini baru bertemu sudah adu mulut ! " kata mama melerai keduanya


" Kirana, kamu ikut mama kita istirahat " ajak mama sambil menarik kopernya


Fardhan mendengus ketika ia merasakan kalau kedatangan mamanya akan membawa masalah, apalagi dengan hadirnya Kirana kembali disaat ia sudah membina rumah tangga dengan Maira. Walaupun keadaan rumah tangganya kini sedang tidak baik baik saja, tapi Fardhan tidak ingin kalau sampai rymah tangganya rusak karena orang ketiga. Apalagi Kirana adalah wanita yang sempat menempati hati Fardhan di masalalu sebelum keduanya berpisah dan bertemu dengan Maira.


Kirana adalah soaok wanita ambisius yang harus mendapatkan apa yang ia inginkan, tidak perduli apa yang menghalanginya. Dulu ia meninggalkan Fardhan secara tiba tiba dan pergi bersama laki laki yang lebih mapan darinya. Dan sekarang ? Disaat Fardhan sudah menuai kesuksesan dan hidup bersama Maira tapi dia malah datang kembali dengan dalih mewakili perusahaan papanya.


Saat ini Fardhan mengkhawatirkan dengan kepergian Maira yang sampai saat ini masih belum ada kabar akan dimanfaatkan oleh Kirana untuk mendekatinya.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊